
Air matanya tak terbendung lagi,dan kini mengalir deras di pipinya.
Dia jadi teringat mimpi nya beberapa hari yang lalu,mimpi buruk yang terjadi pada suaminya,hatinya mulai cemas tak karuan saat ini.
Flo memberhentikan mobil dan mengajak Kimi keluar dari mobil,kaki Kimi gemetar saat turun dari mobil,langkahnya pun gemetar saat memasuki lorong rumah sakit.
Dan ketika langkahnya berhenti di sebuah ruangan tangisnya langsung pecah,saat melihat kondisi suaminya terbaring tak berdaya di sebuah bangsal rumah sakit dengan selang infus yang menancap di punggung tangannya dan masker oksigen yang menutupi sebagian wajahnya.
"Hiks....hiks....huwaaaaaa kenapa kalian tidak bilang pada ku kalau kak Lexi sakit,hiks..hiks...kenapa kalian membohongi ku mengatakan dia pergi keluar kota,kenapa kalian jahat pada ku apa salah ku pada kalian hiks...hiks..."Kimi histeris.
Sejak kemarin dia berfikir buruk tentang suaminya karena sulit di huhungi,dia menyesal karena sempat berfikir buruk pada suaminya.
Kimi melangkah pelan mendekati bangsal Lexi air matanya trus menetes.
"Apa yang terjadi padanya?"tanya Kimi lirih masih tetap menatap ke arah wajah Lexi yang terlelap.
"Tuan di serang orang Nyonya,perutnya di tusuk dengan belati beracun hingga sobek,lukanya cukup parah"jelas Ricard.
"Hiks...hiks..."Kimi memegang tangan Lexi dan menciumnya.
"Maafkan aku kak...aku berfikir buruk tentang mu kemarin hiks...hiks...maafkan aku seharusnya aku percaya pada mu hiks...hiks..."air mata Kimi membasahi punggung tangan Lexi.
Tiba-tiba kepalanya ada yang mengelus,Kimi terkejut karena itu tangan Lexi yang satu lagi,Kimi mendengak menoleh ke arah suaminya.
Lexi tersenyum padanya.
"Kenapa menangis?"suara Lexi serak.
"Kak..."Kimi langsung menghambur dan memeluk tubuh Lexi.
Lexi membelai lembut punggung istrinya.
"Sudah jangan menangis,aku tidak apa-apa"ucap Lexi pelan.
Dia baru sadar dari pingsan setelah tiga hari,Ricard sampai mengusap air mata yang sudah keluar setetes di sisi matanya,dia terharu karena bosnya akhirnya terbangun setelah tiga hari pingsan,dan itu karena kedatangan istrinya.
"Mereka semua jahat pada ku kak"Kimi menunjuk semua yang ada di ruangan.Lexi langsung melotot ke semuanya apa yang mereka lakukan pada istrinya begitulah maksud sorot mata itu.
Semua yang ada di ruangan bingung ingin mejalaskan kepada tuannya maksud nyonya muda ini apa.
"Mereka tidak memberitahu ku kalau kau sakit di sini,hingga aku berfikir buruk tentang mu"ucap Kimi polos.
Terlihat wajah lega di wajah Lexi saat mendengar kata berikutnya dari Kimi.
Lexi membelai rambut Kimi dan menyelipkannya ke belakang telinganya.
"Mereka tidak memberitahu mu karena itu semua permintaan ku sayang,aku tidak ingin kau khawatir"Lexi membelai lembut wajah istrinya yang sudah basah dengan air mata.
__ADS_1
"Lantas bagiamana caranya kau bisa sampai kesini?"tanya Lexi bingung.
"Aku memaksa mereka untuk membawa mu kesini"ucap Kimi polos.
"Nyonya mengamuk tuan dia memporak porandakan semua isi rumah,meminta diantar kepada Tuan dia curiga anda selingkuh"jelas Rey.
Lexi tertawa kecil karena merasa sakit di perutnya bila dia tertawa terlalu kencang.
"Astaga kau memang gadis nakal,kau pasti bolos sekolah lagi kan?"tanya Lexi di sela tawanya.
Kimi hanya mengangguk.dia lalu duduk di kursi yang sudah tersedia di sisi Lexi.
"Siapa yang menyerang kakak?"tanya Kiki bingung.
Lexi lalu melihat ke semua anak buahnya yang berada disana.
"Hei...Flour"Tegur Lexi dan menunjuk Flo.
"Flour? Terigu dong gue?"gumam Flo.
"Flower tuan"jelas Rey yang menahan tawa kebiasaan bosnya yang sulit mengingat nama perempuan.
"Oo iya Flavor"Lexi makin parah.
"Flower tuan..."Rey mengingatkan lagi.
"Ck ah...sulit sekali nama mu itu,tolong kau bawa nyonya ke luar sebentar,sayang kau keluar sebentar dengan dia ya...tolong belikan aku buah,kau temani istri ku beli buah di swalayan dekat sini"perintah Lexi pada Flo.
Flo pun menjalankan tugasnya.membawa Kimi keluar untuk membeli buah di swalayan.
Setelah memastikan Kimi sudah menjauh dari rumah sakit Lexi mulai berbicara dengan Rey dan Ricard.
"Kalian cari King secepatnya,dia yang sudah menyerang gue dengan licik,oia Rey bagaiamna apa elu sudah membasmi penghiyanat itu?"tanya Lexi dingin.
Sudah tuan.
Aura Lexi langsung berubah saat ini,telihat hawa kemarahan di sekitar tubuhnya,aura hitam dan panas.
"Apa istri gue tahu tentang semua ini?"tanya Lexi.
"Tidak tuan dia masih belum tahu apa-apa,kami hanya membawanya kesini karena amarahnya sudah tak terkendali tadi,agar dia tahu kondisi anda yang sebanarnya saja begitu maksud kami,tapi nyonya muda tidak tahu menahu tentang semua ini"jelas Rey.
Lexi hanya mengangguk.
Sementara di swalayan.
Kimi sedang memilih buah untuk Lexi.
__ADS_1
"Ibu Flo anda tahu apa buah kesukaan kak Lexi?"tanya Kimi polos.
"Hemm saya tidak tahu nyonya muda"jawab Flo jujur.
"Ck...baiklah kita beli semua buah yang ada disini,agar dia bisa memilih mana buah kesukaannya"ucap Kimi antusias.
Flo hanya bengong saja mengikuti apa kemauan nyonya mudanya ini.
Dengan wajah ceria Kimi memilih buah untuk suaminya,dia mengambil apel,jeruk,pear,anggur,buah naga,mangga,nangka,durian,jambu biji,pisang,dan semua buah yang ada disana hingga dua troli penuh dengan hanya berisi buah saja.
Flo hanya menurut saja karena bila dia banyak bicara nyonya mudanya ini bisa berulah di swalayan ini,dan dia sendiri yang akan repot nantinya.
Setelah selesai membeli buah dan membayarnya di kasir Kimi dan Flo pun kembali ke rumah sakit untuk memberikan buah ini kepada Lexi.
Padahal Lexi masih harus puasa dahulu setelah pasca dari operasi.
Dan saat sampai di rumah sakit Flo meminta bantuan kepada beberapa orang untuk membawa semua buah itu ke ruangan Lexi.
Kimi berjalan cepat ke ruangan suaminya dengan wajah cerianya dia muncul dari balik pintu.
"Kakak...aku sudah membeli buah untuk mu"ucapnya gembira.
Lexi hanya tersenyum saja melihat wajah ceria istrinya itu.
Dan Lexi menghirup bau menyengat dari buah yang di bawa Kimi.
"Kakak mau yang mana?"tanya Kimi.
Lexi melihat begitu banyak bungkusan berisi buah di ruangannya.
apa dia memindahkan toko buah ke ruangan ini,dan tunggu bau apa ini menyengat sekali.
Batin Lexi.
"Kakak mau ini?"Kimi langsung menunjukan buah durian yang sudah di kupas dari kulitnya.
Bau durian yang menyengat itu langsung di hadapkan di depan wajah Lexi,Lexi langsung mengibaskan tangannya dan menutup hidungnya.
"Singkirkan itu sayang,aku pusing menghirup aromanya"ucap Lexi.
Kimi langsung menjauhkan buah tersebut dan membuanganya ke tempat sampah.
"Buang keluar ku mohon,huek...aku tidak tahan baunya huek..."Lexi mabok.
Asli ketua mafia mabok durian membuat semua anak buahnya menahan tawa melihat bos mereka di kalahkan oleh si raja buah.
...🦋🦋🦋🦋🦋...
__ADS_1