
Rey,Flo dan Ricard menahan tawa mereka ketika melihat bos mereka mabok durian.
"Oh...astaga kenapa kau membeli buah itu sayang?aku paling benci dengan buah itu?!"Lexi kesal.
"Aku tidak tahu,aku tidak tahu buah kesukaan kakak itu buah apa jadi aku membeli semua buah yang ada di swalayan tadi agar kakak bisa memilih"ucapnya polos.
Lexi langsung megusap wajahnya pelan karena gemas dengan istrinya.
"kemari lah"Lexi meminta Kimi mendekat.
Lexi lalu menarik pinggang Kimi agar dirinya lebih dekat dengan Lexi.
"Kau mau tahu buah kesukaan ku itu buah apa?"tanya Lexi dan Kimi hanya mengangguk dan tersenyum saja.
"Aku suka hem...tidak lebih tepatnya aku ingin merasakan buah mu"bisik Lexi.
Kimi bingung jujur dia bingung dan tidak mengerti maksud Lexi.
"Buah ku?memangnya aku pohon punya buah?"ucap Kimi polos.
Membuat semua yang ada disana tertawa terbahak,nyonya kecil mereka begitu polos.
Sedangkan Lexi hanya menghela nafas saja karena istri kecilnya ini masih belum mengerti soal itu.
"Hehe iya kau bukan pohon,tapi kau punya buah yang cukup menggoda ku sayang"gumamnya gemas.
Rey,Ricard dan Flo menahan tawa mereka karena melihat wajah bosnya yang sangat tidak biasa.
"Ehm...maaf tuan anda belum boleh makan dulu selama beberapa jam ini,karena baru pasca operasi karena kemarin usus tuan juga terluka parah terkena tikaman belati itu, tapi nanti setelah beberapa jam anda baru boleh makan tetapi itu pun hanya boleh mengkonsumsi makanan lembut dahulu"jekas Ricard.
"Terus sia-sia dong buah yang aku beli"Kimi nampak kecewa.
"Tidak sia-sia sayang nanti buahnya akan di olah menjadi pure atau jus agar aku bisa mengkonsumsinya bukan begitu Ricard?"Lexi melirik Ricard tajam
"Iya tuan"Ricard pun mengiyakan saja.
"Tuh kan kamu dengar kan,tidak ada yang menyia-yiakan usaha mu sayang"Lexi membelai lembut kepala istrinya.
__ADS_1
"Bila kau lelah pulang lah,setelah beberapa hari aku pasti akan segera membaik"ucap Lexi lembut.
"Aku tidak mau pulang aku mau disini menemani kakak"rengek Kimi.
"Tapi besok kamu kan sekolah"Lexi berusaha menahan kesalnya.
"Tapi aku mau disini bersama mu"rengeknya lagi.
Lexi pusing bila gadis ini sudah keluar sisi manjanya.
"Oke kau boleh disini sampai aku bisa kembali kerumah,tapi kau tetap harus sekolah setiap waktunya berangkat kesekolah,oke...kalau tidak lebih baik kau berhenti sekolah dan menjadi istri dan ibu yang baik di rumah"ancam Lexi di akhir katanya.
"Oke aku setuju"Kimi tersenyum ceria kepada suaminya.
"Ehm...Flour"Lexi memanggil Flo lagi.
"Tolong kau ambil semua keperluan istri ku di rumah,bawa kesini,mulai dari pakian dan buku-bukunya jangan sampai ada yang kurang"ucap Lexi pada Flo dan Flo hanya mengangguk saja dan langsung pergi menjalankan tugasnya.
Di tempat lain tepatnya di toko roti awan milik Tari sahabat Lexi.
Kedua wanita dewasa sedang berpangku dagu di sebuah meja bundar duduk berhadapan sambil menikmati secangkir coklat panas dan memandang ke arah jalanan yang sedikit lengang karena masih jam kerja.
"Kayanya belum deh Re...Lexi sama keluarganya ajah nggak cerita tentang profesi sebenarnya dia,mangkanya ibunya tetap tinggal di rumah peninggalan ayahnya karena dia takut kalo ibu dan adik-adiknya jadi incaran musuhnya"jelas Tari.
"Hem iya bener juga sih,lagian itu orang bukannya berhenti gitu kerja begitu kan dia juga udah sukses ini sekarang ngapain masih berkecimpung di dunia begitu"Reka kesal.
"Nggak gampang Re berhenti dari dunia begitu,biar sudah berhenti kadang musuh yang masih dendam sama kita pasti masih ngincer kita atau orang terdekat kita untuk melampiaskan dendam semata"
"Ck kenapa sih dia pake tejerumus ke dunia begitu ya Ri...bukan ikut kita ajah gitu"
"Dia udah nggak tahan di hina terus Re...elu tahu sendiri lah dulu dia waktu baru di tinggal ayahnya meninggal ibunya pontang-panting cari uang kerja apa ajah,dan yang terakhir yang pernah gue saksiin sendiri sama Lexi waktu itu,pas kita masih SMP ibunya di pukul sama majikannya cuma karena ibunya minta sisa gajinya yang di tahan sama bosnya,Lexi langsung ngamuk disitu dan bersumpah dia bakalan jadi orang sukses apa pun caranya"Tari mengingat satu kejadian yang memicu Lexi hingga Lexi bertekad menjadi seperti saat ini.
"Hem...kita juga kalau jadi dia pasti begitu mana kita tega ngeliat ibu kita di gituin sama orang"ucap Reka.
"Ya...karena itu Lexi nggak mau punya hubungan sama wanita mana pun,dan saat dia memutuskan benar-benar tenggelam ke dunia hitam itu dia milih ningalin kita semua 10 tahun yang lalu"ucap Tari.
"Iya...tapi sekalinya kenal cewe hihi daun muda dan malah jadi bucin akut sama kaya suami kita hihi"Reka cekikikan,mengingat sahabatnya yang begitu mencintai istri kecilnya itu.
__ADS_1
Tari dan Reka terenyum bersama,mereka tidak tahu kalau sahabat mereka itu hampir kehilangan nyawanya.
Malam pun tiba.
Di rumah sakit pribadi Lexi,Kimi sedang asik menggambar di meja yang ada di ruangan tersebut,Lexi memperhatikan wajah istrinya itu.
Wajah yang masih polos dan cantik itu sunguh Membuat tenang hati Lexi,entah kenapa dirinya selalu ingin melindungi gadis ini,seorang gadis yang kekurangan kasih sayang hingga menjadi arogan dan manja.
"Selesai...."Ucap Kimi dengan wajah ceria.
"Kak lihatlah"Kimi menghampiri Lexi dengan berlari kecil dia menunjukan lukisannya.
Sebuah sketsa gambar sepasang pengantin Lexi melihat itu lalu terpana.
"Sayang ini kan kita?"ucap Lexi takjub.
"Iya...kita tak punya foto pernikahan kita oleh karena itu aku membuat lukisan ini,rencananya aku akan membuat lukisan yang besar agar bisa di pajang di ruang kerja mu boleh kan?"tanya Kimi penuh antusias.
"Boleh sayang...maaf aku tidak bisa mempublikasikan pernikahan kita,karena kau pun masih sekolah"ucap Lexi lembut.
"Iya tidak apa-apa"Kimi tersenyum.
Lexi pun tersenyum padanya tersenyum hangat dan lembut.
"Oia apa cita-cita mu sayang?"tanya Lexi.
"Aku ingin menjadi desainer terkenal kak,tapi sepertinya itu hanya mimpi"
"Kenapa hanya mimpi kau bisa kok"
"Sebab sekarang aku sudah menikah,aku tidak bisa mengatur waktu ku nantinya untuk belajar dan mengurus rumah tangga,apa lagi nanti kalau tiba-tiba aku hamil dan melahirkan aku pasti akan repot mengurus anak kita"
"Bisa kok sayang kalau kita punya anak kita masih bisa menyewa baby sister untuk mengurus anak kita"
"Nggak aku,nggak mau anak ku di urus orang lain,nanti dia tidak dekat dengan ku,aku ingin mengurus dan membesarkannya dengan tangan ku sendiri,melihat tumbuh kembangnya setiap saat"
Lexi tersenyum mendengar ucapan istrinya,dia masih muda tapi berfikir sampai kesitu,mungkin karena selama ini dirinya tumbuh tanpa pengawasan orang tuanya hingga dia berfikiran ke arah sana,tapi itu bagus karena Kimi berarti sudah siap menjadi seorang ibu untuk anaknya kelak.
__ADS_1
...🦋🦋🦋🦋🦋...