Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Cinta Memang Aneh


__ADS_3

Lexi segera turun dari mobil saat sampai di sekolah,dirinya lalu segera menghampiri Kimi yang berboncengan dengan Rangga,dan tanpa basa-basi lagi Lexi menarik tangan gadis itu dan menatap Rangga dengan tatapan sinis.


"Kenapa bapak ngeliatinnya begitu pak?"tanya Rangga seolah tidak ada takutnya.


Saat Lexi ingin berbicara memperingati Rangga,Kimi segera menarik tangannya.


"Eh...bapak ada perlu dengan saya kan?Hehe"Ucap Kimi di iringi tawa.


Dan Lexi pun melangkah meninggalkan Rangga dan menuju ruangannya.


Sampai diruangannya.


"Kau sengaja ya...selalu minta di turunkan di depan agar kau bisa berdua-duaan dengannya begitu?"omel Lexi.


"Tadi itu hanya kebetulan kak"jelas Kimi agar suaminya ini tidak salah faham.


"Ck kebetulan sudah berkali-kali aku perhatikan anak itu selalu mendekati mu,dia sepertinya suka pada mu"Lexi kesal.


"Kakak cemburu?apa kakak mulai mencintai ku?"tanya Kimi bingung.


"Apa harus aku berteriak agar dunia tahu perasaan ku pada mu hem?"ucap Lexi berbisik di telinga Kimi hingga membuat Kimi merinding.


"Kalau kakak mau kakak bisa mengatakan seperti itu,pasti sangat berkesan"ucap Kimi ragu.


"Hemft...begitukah?"ucap Lexi lembut kini dirinya tidak marah-marah lagi entah kenapa setiap bersama dengan istrinya emosinya selalu labil padahal tadi hatinya sudah sangat panas melihat istrinya bersama pemuda lain.


"Kak aku ke kelas dulu ya..."Kimi berusaha kabur karena dia takut Lexi berbuat hal aneh padanya di ruanganya.


Lexi hanya tersenyum melihat istrinya ketakutan.


Kimi berjalan ke kelasnya dan Rangga langsung menghampirinya.


"Elu di apain sama pak Lexi Kim?"tanya Rangga cemas.


"Tenang ajah dia nggak ngapa-nagapain gue kok"ucap Kimi santai.


Rangga hanya diam dan memandangi Kimi dengan tatapan yang sulit di mengerti.


Hingga waktu terus berlalu dan ujian hari ini pun selesai,semua murid pulang ke rumah masing-masing,kelompok Kimi hari ini mengadakan latihan kembali di rumah Lexi.


Lexi kembali ke kantor setelah urusan di sekolah selesai dia kembali kepada rutinitasnya lagi.


Dan saat sebelum latihan dimulai Mikel dan Rangga nampak berbincang berdua dan terlihat wajah serius di wajah Mikel.


Ranga pun terlihat serius menanggapinya.


"Apa sih yang mereka bicarkan?sepertinya serius bannget?"tanya Deli yang memperhatikan keduanya dari jarak jauh.

__ADS_1


"Ck...nggak tahu udah yuk kebelakang kita siap-siap"ajak Kimi pada sahabatnya itu.


Dan Deli pun mengikuti langkah Kimi ke halaman belakang tempat mereka biasa latihan.


Mereka latihan berulang kali sampai tak terasa sore pun tiba,Lexi pulang ke rumah lebih cepat hari ini.


Dia mendengar musik dan tawa anak-anak remaja itu dari arah halam belakang,dia pun melangkah ke halaman belakang rumahnya.


"Ternyata mereka masih latihan"gumamnya.


Saat melihat adegan romnatis tapi juga lucu Lexi tertawa hingga semua yang sedang latihan menoleh ke arahnya.


Rangga terkejut saat melihat kedatangan Lexi apa lagi melihat penampilan Lexi yang sangat formal.


"Kakak sudah pulang?"tanya Kimi yang menghambur menghampiri Lexi.


Rangga terkejut mendengar Kimi menyebut Lexi Kakak.


dan lebih terkejut lagi saat Lexi memeluk dan mencium kening Kimi di depan smeuanya.


"Oh astaga pak...anda?"Rangga keceplosan.


"Kenapa kau pasang tampang seperti itu?"ucap Lexi ketus dia masih menganggap Rangga adalah saingannya.


"Anda melakukan itu di hadapan kami pak,biar bagaimana pun kami murid bapak termasuk juga Kimi,meski kalian pacaran tapi tidak begitu juga kali"ucap Rangga dengan beraninya.


"Dia istri ku bukan pacar ku"jelas Lexi.


Pernyataan Lexi sungguh membuat Shock Rangga.


"Is..tri?"tanya Rangga ragu.


Dia lalu melihat ke arah semua sahabat Kimi dan mereka mengangguk bersamaan.


"Kalian tahu hal ini?"tanya Rangga ragu.


Dan mereka hanya mengangguk lagi.


"Astaga..."Rangga mengusap wajahnya pelan.


"Maaf pak saya tidak tahu kalau kalian sudah menikah"ucap Rangga sopan meski hatinya sakit menerima kenyataan ini.


Kenyataan pahit,kemarinnya dia masih berharap Kimi menjadi miliknya karena dia fikir Lexi dan Kimi hanya pacaran saja tidak tahunya mereka sudah menikah.


"Sudah bubar sana,pulang kerumah masing-masing sudah sore"Lexi membubarkan mereka semua,karena dia mau menghabiskan waktunya bersama istrinya ini.


Semua sahabat Kimi pun akhirnya bubar dengan teratur,mereka mengerti pasti Lexi ingin berduaan saja dengan sahabat mereka.

__ADS_1


Setelah meninggalkan rumah Lexi,Rangga mampir di kafe yang terletak di sisi jalan besar di kota,dia menikmati coklat panas untuk mengurangi rasa kecewanya.


"Cinta pertama gue nggak terbalas,beginikah rasanya,patah hati"gumamnya sendirian.


Rangga menatap ke arah jalanan yang ramai karena langit sudah malam terlihat lah lampu-lampu dari kendaraan yang lewat menghiasi jalanan di malam hari.


Rangga terasenyum getir,ini.pertama kalinya dia benar-benar menyukai temannya tapi ternyata orang yang di sukainya malah sudah mempunyai suami,sulit di percaya memang tapi itulah kenyataannya.


Di sisi lain Mikel yang sehabis mengantar Deli ke rumahnya,dengan motor maticnya tak sengaja melihat Rangga yang melamun di kafe,wajahnya terlihat jelas dari luar kaca kafe tersebut.


Mikel pun akhirnya mampir ke kafe tersebut dan menghampiri Rangga.


"Woi..."sapa Mikel dan langsung membangunkan lamunan Rangga.


"Ck...elu ada apaan lagi?"tanya Rangga Malas.


"Nggak ada apa-apa cuma mau nemenin elu ajah"ucap Mikel.


"Heh...kenapa sih kemarin elu berdua nggak bilang ke gue soal hubungan Kimi dan Pak Lexi?"Rangga kesal.


"Karena itu bukan hak gue,itu hak mereka,kalo gue bilang ke elu tanpa izin dari mereka nanti yang ada gue sama ajah nyebarin gosip sahabat gue sendiri"jelas Mikel.


"Iya juga sih"Rangga mengangguk.


Dan akhirnya mereka pun berbincang-bincang kembali dan membahas tentang pembicaraan antara mereka berdua tadi saat di rumah Lexi.


"Kita perlu kasih tahu juga sama yang lain tentang rencana ini,biar pada nggak kaget"jelas Rangga.


"Jadi elu setuju?"tanya Mikel antusias.


Rangga hanya mengangguk saja dan tersenyum pada Mikel.


Mikel nampak senang sekali mendapat dukungan dari Rangga.


Meski saat ini dirinya sedang patah hati bukan berarti dia tidak mendukung temannya untuk menyampaikan perasaannya kepada pujaan hatinya.


"Tapi elu yakin?nggak nyesel kalo di tolak gimana?"tanya Rangga.


"Nggak apa-apa yang penting gue udah sampein perasaan gue ke dia agar hati ini lega,terserah dia mau terima apa nggak,gue nggak bisa maksain perasaannya"Mikel membesarkan hatinya sebelum menyatakan perasaannya dan Rangga salut dengan itu.


Rangga hanya tersenyum dan menggeleng pelan saat mendengar perasaan temannya ini.


Heuh...cinta memang aneh.


Batin Rangga.


...🦋🦋🦋🦋🦋...

__ADS_1


__ADS_2