Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Roti Awan


__ADS_3

Kimi berjalan menuju kelasnya sampai di kelas dia berpamitan dengan ke empat sahabatnya.


"Kimi elu mau kemana?"tanya Deli.


"Guys gue harus keluar dari sekolah sekarang juga hiks"Kimi memeluk Deli dan sontak ke tiga temannya yang lain terkejut saat mendengar perkataan Kimi.


"Elu di keluarin dari sekolah?!"tanya Mikel.


Kimi hanya memgangguk.


"Om gue minta gue keluar dari sekolah ini karena kasus ini"jelas Kimi.


"Om Sudar minta elu keluar sekolah?"tanya Shakila.


"Bukan om Sudar, Kila tapi om yang lain"jelas Kimi.


"Ooo aisten papah lu yang lain"ucap mereka bersamaan.


"Ya udah ya...gue pamit dulu jangan lupa kasih kabar dah..."Kimi lalu meninggalkan kelasnya yang saat ini sedang tidak ada guru.


Kimi berjalan mendekati Lexi,sementara Fera dan Cika tersenyum puas melihat Kimi yang keluar dari sekolah.


"Rasain lu di keluarin kan"ledeknya.


Kimi hanya memandang sinis ke arah mereka.


Saat sudah mendekat dengan Lexi yang menunggunya di parkiran,Lexi memintanya untuk masuk ke dalam mobil.


Lexi melihat mata istrinya sembab,dia tahu gadis ini pasti habis menangis.


Saat keduanya sudah masuk kedalam mobil,mobil pun berjalan dengan di kendarai oleh supir.


Dan Kimi melanjutkan tangisnya di perjalanan.


"Nanti aku akan carikan kamu sekolah yang lain yang jaraknya tidak jauh dari rumah"ucap Lexi.


"Sudah jangan menangis begitu"ucapnya lagi.


"Hiks...huwaaaaaa"Kimi malah semakin menjadi tangisnya.


Membuat Lexi bingung membujuknya karena selama ini dirinya tidak pernah membujuk wanita menangis.


"Kenapa semakin kencang menangisnya?!"Lexi geregetan.


"Seharusnya mereka yang di keluarkan bukan aku huawaaaaaa"


"Kamu tidak di keluarkan tapi kamu keluar sendiri bukan pihak sekolah yang mengeluarkan kamu tapi aku,aku tidak rela melihat keluarga ku di perlakukan semena-mena begitu mengerti?"ucap Lexi tegas.


Kimi memiringkan kepalanya dia nampak berfikir,satu kata yang dia tangkap dari ucapan Lexi bahwa dia adalah keluarganya.


"Sudah berhenti menangis"ucap Lexi lagi.


Setelah itu Kimi terdiam.


Dia berfikir kenapa Lexi mau repot-repot datang ke sekolahnya,mengurusinya bahkan tadi dia membelanya di depan pak Marwan.


Lexi meminta supirnya untuk pergi ke suatu tempat,dia ingin menghibur istri kecilnya dulu sebelum membawanya ke kantor,dia tidak mungkin membawa istrinya ke rumah sakit tempat ibunya di rawat,karena wajah Kimi memar-memar karena berkelahi tadi.


Mobil tiba di depan sebuah toko roti dan cake ber nuansa merah dan kuning.Kimi bingung kenapa Lexi mengajaknya ke toko kue.


Roti Awan.

__ADS_1


Itulah nama tokonya Lexi mengajaknya turun dari mobil dan mengajaknya masuk ke dalam toko roti tersebut,selain toko roti ternyata di dalamnya juga ada kafe mini.


Lexi mendorong pintu toko tersebut dan di sambut oleh penjaga toko.


"Selamat datang di roti Awan..."ucap pejaga toko dengan ramah.


Lexi mendekat pada penjaga toko dan menanyakan keberadaan sang pemilik toko.


"Ibu ada pak di atas anda ingin bertemu dengan beliau?"tanya penjaga toko tersebut.


Lexi hanya mengangguk saja.


"Maaf dengan bapak siapa kalau boleh tahu?"tanya petugas itu lagi.


"Lexi"ucap Lexi singkat.


Kimi bingung kenapa Lexi malah menanyakan pemilik toko roti itu bukan membeli roti atau cake. Tapi dia tidak mau berfikir keras lagi sedari kemarin begitu banyak kejadian yang membuat hidupnya banyak berubah.


Derap langkah beberapa orang terdengar menuruni tangga.


"Lexi..."Jerit dua orang wanita se usianya mereka berdua langsung berhambur mendekati Lexi.


"Aaaa gila lu 10 tahun kemana ajah"ucap kedua wanita itu.


"Udah jadi bos besar lupa sama kawan"mereka merangkul pundak Lexi.


Kimi yang melihat itu nampak bingung,karena melihat suaminya nampak sangat akrab dengan kedua wanita yang baru muncul ini.


"Aaaa Tari...Reka stop..."Lexi meminta mereka menghentikan kelakuan mereka berdua mengusel-usel rambut Lexi.


Terlihat jelas kedua sahabatnya ini sangat merindukannya.


"Dua hari yang lalu"jawab Lexi.


"Ayo duduk dulu"Reka mengajak mereka duduk.


"Ayo"Lexi menarik tangan Kimi.


Tari dan Reka melotot dan hampir saja mengeluarkan bola mata mereka saat melihat Lexi menggandeng tangan seorang gadis.


Tari dan Reka saling pandang dan satu fikiran siapa gadis ini.


"Ri buatin coklat panas dong buat dia"pinta Lexi.


"Aku nggak mau coklat panas aku maunya milk shake ada kan tante?"ucap Kimi manja.


"Ooo ada kok mau rasa apa?"tanya Tari.


"Aku mau rasa coklat dan oreo"ucapnya.


"Oke...Bila buatin milk shake coklat oreo sama bawain tiramisu cake kesini ya..."teriak Tari pada karyawannya.


Reka mencolek bahu Lexi karena dia masih penasaran dengan gadis belia yang di bawa Lexi ini,apa lagi masih mengenakan seragam sekolah di jam sekolah juga.


"Siapa?"tanya Reka.


Tak lama cake dan minuman pun datang dan di sajikan di meja mereka.


Lexi meminum kopinya dulu sebelum menjawab pertanyaan Reka.


Tari dan Reka pun ikut menyeruput teh mereka.

__ADS_1


"Ini Kimberly istri gue"jawab Lexi setelah menyeruput kopinya.


Byur...


Teh muncrat dari mulut Reka dan Tari saat mendengar pernyataan Lexi.


"Serius lu?kapan elu nikah?kok nggak kasih kabar?"ucap mereka bersamaan.


"Kemarin ngedadak jadi nggak sempet kasih kabar"jelas Lexi santai sambil menyendok tiramisu cake ke dalam mulutnya.


" Kamu mau coba lah"ucap Lexi menyodorkan sendok berisi tiramisu cake ke depan mulut istrinya.


Satu pemandangan yang sangat langka bagi Tari dan Reka,Seorang Lexi menyuapi cake dengan penuh kasih sayang di depan mereka.


"Kita lagi nggak mimpi kan Ri?"tanya Reka.


"Hem...gue juga berasa mimpi eh tapi tunggu-tunggu"Tari melihat wajah Kimberly memar-memar.


"Lex kok muka dia memar-memar begitu?jangan bilang habis elu pukulin semalam gara-gara nggak di kasih jatah"omel Tari.


"Wah...parah lu baru sehari nikah udah KDRT ajah nih orang"Reka pun ikut ngomel.


"Apaan sih sembarangan lu berdua kalo ngomong"Lexi kesal.


"Lah itu terus kenapa muka istri lu pada memar begitu?"tanya mereka berdua bersamaan.


"Dia habis berkelahi sama temannya di sekolah"jawab Lexi santai dan masih menikmati cake nya.


"Hah apa?! Berkelahi kok bisa?"mereka kaget bersamaan lagi.


"Mereka yang mulai duluan tante,mereka ganggu aku ya aku balas"ucap Kimi polos.


"Nah...gue suka tuh bagus itu jangan mau di rendahin orang kalo orang cari gara-gara sama kita ya harus kita balas good girl"puji Tari.


"Good girl apanya,dia cewe seharusnya kalem nggak kaya elu berdua"protes Lexi.


"Heh...dia benerlah Lexi,gue juga kalo jadi dia nggak bakalan diam ajah di buly"Tari sewot.


"Mangkanya gue keluarin dia dari sekolahnya ya karena katanya dia keseringan berkelahi"jelas Lexi.


"Oia elu ada obat nggak buat luka dia nih"tanya Lexi.


"Ada bentar gue ambil dulu"Tari pun meninggalkan Lexi untuk mengambil obat.


Dan mereka pun berbincang-bincang di kafe cukup lama sampai tiba-tiba ada yang menelpon Lexi,dan akhirnya Lexi harus ke kantor lagi.


"Kamu disini saja ya nanti aku jemput lagi,aku ada meeting sama klien soalnya"ucap Lexi lembut.


"Ri...titip istri gue nanti sore gue jemput"Lexi menitipkan Kimi pada Tari.


"Oke"Tari hanya mengacungkan jempolnya saja.


"Om...jangan malam-malam jemputnya"ucap Kimi polos.


Sontak mengundang tawa kedua sahabatnya ini.


"Buahahaha"


"Kim...kim...sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku om apa lagi di hadapan mereka berdua"Lexi gemas dengan istri kecilnya ini.


...🦋🦋🦋🦋🦋...

__ADS_1


__ADS_2