
Dua minggu kemudian.
Kimi sudah bisa kembali kerumah,walau belum sembuh dengan benar,tapi dia ingin kembali ke rumah saja,karena di rumah sakit kurang nyaman meski di sana semua fasilitas sudah di sediakan oleh Lexi.
"Sayang...bagaimana dada mu apa masih sakit?"tanya Lexi lembut saat membantu istrinya duduk di sisi ranjang.
"Aku sudah baikan kak...hanya saja aku jadi ingin makan cake buatan tante Tari,cake yang tempo hari dia buat untuk ibu,boleh kan kak?"tanya Kimi.
Saat merasakan cake untuk ibu waktu tempo hari,Kimi sempat mencicipi cake singkong tersebut dan dia menyukai rasanya.
Istrinya sedang ngidam saat ini,terkadang suka bertingkah aneh dan meminta yang aneh-aneh tapi Lexi tetap berusaha menurutinya.
"Oo kamu mau makan itu,baiklah nanti aku pesankan pada Tari sebentar ya"ucap Lexi dan dia pun langsung menelpon Tari saat itu juga.
"Halo...Ri...tolong buatin cake yang biasa elu bikin buat ibu ya...Kimberly lagi kepengen cake itu"ucap Lexi.
"Ooo ya dah nanti gue buatin tumben banget,oia beberapa bulan ini kalian nggak kelihatan kemana saja?"tanya Tari yang memang tidak tahu musibah yang di alami Kimi.
"Ck...malas bahasnya nanti ajah gue ceritain kalo udah disini"ucap Lexi malas.
"Ooo begitu ya udah nanti gue kesana sama Reka lah"ucap Tari sebelum mengakhiri percakapan di telpon.
Sore hari Tari dan Reka datang berkunjung ke rumah Lexi bersama para suami mereka.
Lexi yang bertemu dengan suami kedua sahabatnya itu langsung berjabat tangan dengan akrabnya.
"Nih cake nya oia Kimi mana?"tanya Tari saat tak melihat Kimi bersama Lexi.
"Dia di atas sebentar gue bawa dia kesini"Lexi langsung berlari ke arah kamarnya.
Dan saat dia menuruni tangga dia menggendong Kimi di tangannya,semua yang melihat itu jadi bengong.
"Kak turunkan aku,malu"ucap Kimi tersipu.
"Sudah diam lah aku takut bila kau berjalan nanti dada mu sakit lagi"Lexi tak mendengarkan permintaan istrinya.
Lexi menaruh Kimi di sofa dan dia memperkenalkan Kimi pada Oscar dan Abi.
"Sayang perkenalkan ini tuan Oscar suami dari Tari dan ini tuan Abi suami Reka"Lexi memperkenalkan kedua suami sahabatnya kepada istrinya.
"Hai..."ucap oscar dan Abi.
"Hai...om...terima kasih sudah mau datang menengok ku"ucap Kimi.
Oscar dan Abi hanya tersenyum saja pada istri kecilnya Lexi.
Ternyata benar dia masih kecil,astaga Lexi ku fikir kau menyukai wanita lebih tua mengingat dulu kau bilang kau tidak suka dengan perawan hihi.
__ADS_1
Batin Oscar.
Dia mengingat perkataan Lexi beberapa tahun yang lalu saat dirinya sempat cemburu dengan Lexi karena Tari,dan Lexi sempat menjelaskan kalau dirinya tidak suka perawan,sungguh mengejutkan saat ini bagi Oscar saat tahu istrinya sangat muda belia.
"Sayang ini pesanan mu"Lexi menunjukan isi dalam box yang di bawa Tari.
Cake singkong keju yang terlihat menggugah selera bahkan aromanya sangat nikmat saat aroma khas cake menyeruak keluar ketika box cake tersebut di buka.
"Huek...huek...kak tutup box nya aku mual menghirup aromanya"Kimi menutup hidung dan mulutnya.
Lexi segera menutup box tersebut dan menaruhnya di meja,sementara kedua sahabatnya beserta suami mereka keningungan apa yang terjadi pada Kimi,kenapa tiba-tiba mual saat menghirup aroma cake.
"Minum dulu ya...sayang..."Lexi memberikan segelas air pada Kimi.
"Kimi kenapa Lex?"Tari bertanya karena penasaran.
"Biasa lagi ngidam"ucap Lexi santai.
Dia tak sadar kalau ucapannya menimbulkan kerterkejutan bagi sahabatnya ini.
"Apa?! Ngidam?!"sahut Reka dan Tari bersamaan.
"Wah gila lu Lex bener-bener katanya nungguin dia lulus dulu baru lu akh...."Tari tidak bisa meneruskan kata-katanya.
"Ya emang begitu perjanjian awalnya tapi,beberapa bulan yang lalu dia di culik dan di kasih obat perangsang dan Ricard kelamaan ngambil obat penawarnya jadi gue deh yang ngobatin"jelas Lexi.
"Dan ini juga baru balik dari rumah sakit,dua bulan dia koma,dan pas sadar pas di periksa dia hamil muda"jelas Lexi.
"Koma?! Kenapa?"tanya Tari dan Reka bersamaan.
"Biasalah..."jelas Lexi ambigu.
Tari dan Reka langsung menarik Lexi menjauh dari suami mereka dan juga Kimi.
"Udah gue bilang sama elu berhenti kerja kaya begitu"Tari geram.
"Tau lu tuh lihat kan akibatnya istri lo jadi korban musuh-musuh elu Lex keseringan lagi hadeuh"Ucap Reka.
"Elu kan udah dapet segalanya dari hasil kerja elu Lex udahlah mending berhenti sekarang kasihan istri sama anak lu"ucap Tari.
Tari dan Reka berbicara menjauh dari para suami mereka dan juga Kimi karena mereka belum tahu kalau Lexi adalah seorang mafia kelas paus.
"Iya gue juga udah ada niat begitu kok,apa lagi sebentar lagi gue punya anak".
"Bagus wujudkan niat lu jangan di tunda-tunda terlalu lama"ucap kedua sahabatnya memberi semangat untuk sang ketua mafia tersebut.
Permbicaraan mereka pun berakhir dan mereka pun mengobrol bersama di ruang tamu Lexi,sebagian menikmati cake buatan Tari namun yang ngidam malah meminta Lexi yang menghabiskan cake tersebut,Lexi cemberut karena Kimi terus menjejalkan cake ke mulut suaminya.
__ADS_1
Sementara kedua sahabatnya menahan tawa mereka melihat penderitaan sahabat mereka,menuruti kamauan istrinya.
"Sayang sudah ya...aku kenyang"ucap Lexi memelas.
"Tapi sedikit lagi kak sayang kalau tidak di habiskan"ucap Kimi penuh semangat menyuapi lagi cake tersebut.
Satu loyang cake di habiskan oleh Lexi karena di suapi oleh istrinya.
"Selamat bro selamat menikmati masa-masa ngidam istri hihi"ledek Oscar.
"Diam lu sialan"Lexi kesal pada Oscar.
"Woi...elu fikir temen elu ini pada nggak nyusahin pas ngidam"celetuk Oscar.
"Apa?! jadi kamu anggap aku pas ngidam anak-anak mu itu nyusahin gitu?"Tari kesal dan meninpuk wajah Oscar dengan bantal sofa.
Lexi tertawa melihat itu dia puas karena Oscar langsung kena imbasnya.
"Bukan begitu sayang...maksud ku"Oscar merayu Tari yang sudah ngambek.
"Males aku sama kamu ayo pulang,Lex gue balik duluan"Ucap Tari ketus.
Lexi hanya melambaikan tangan saja saat melihat sahabat-sahabatnya melangkah keluar rumahnya.
Dan setelah para sahabatnya pergi tinggalah Lexi bersama Kimi.
Kimi melihat tadi Lexi berbicara dengan kedua sahabatnya dia penasaran apa yang di bicarakan mereka hingga harus menjauh dari mereka.
"Kak..."sapa Kimi.
"Ya sayang...ada apa?"Lexi mendekat pada Istrinya kini dia duduk di sisi Kimi.
"Kalau boleh tahu apa yang kakak bicarakan dengan tante Tari dan tente Reka kenapa kalian harus menjauh dari ku saat kalian berbicara?"tanya Kimi penasaran.
Lexi langsung bingung ingin menjawab apa.
"Bukan hal penting sayang"ucap Lexi santai.
"Kak...bolehkah aku bertanya lagi?"
"Ya...apa sayang tanyakanlah"
"Kak kenapa kakak banyak musuh?sebenarnya apa pekerjaan kakak,kenapa sepertinya kakak mudah sekali menghabisi seseorang dengan senjata kakak?"
Deg...
Hal yang di takutkan Lexi adalah bila berbicara jujur Kimi akan meninggalkanya,berbohong pun dengan beralasan apa Kimi memang beberapa kali menyaksikannya menghabisi orang di depan matanya.
__ADS_1
...🦋🦋🦋🦋🦋...