
Ke esokan harinya.
Ini hari pertama Kimi bersekolah di sekolah barunya dan pagi ini Lexi ikut mengantarnya langsung ke sekolah tersebut tapi hanya sampai pintu gerbang saja,karena Lexi masih harus memburu waktu untuk pertemuan dengan kliennya.
Setelah menurunkan Kimi di gerbang sekolah mobil mewah berwarna hitam itu pun pergi meninggalkan Kimi.
Kimi berjalan pelan menuju gerbang,dia menatap beberapa saat sekolah tersebut karena dia merindukan para sahabatnya.
Kemarin sore saat dia melihat Lexi bercanda dengan sahabatnya Reka dan Tari membuatnya jadi merindukan ke empat sahabatnya yang berada di sekolah lamanya.
Kimi melihat begitu dekat dan akrabnya suaminya dengan kedua sahabatnya itu,mereka terlihat seperti saudara kandung saja saat bersenda gurau kemarin,bahkan ibu mertuanya juga mengatakan sudah menganggap Tari dan Reka seperti putrinya sendiri karena beliau tidak mempunyai anak perempuan.
"Dan sekarang Lexi benar-benar memberikan ibu anak perempuan yang manis dan cantik seperti kamu".
Begitulah ucapan ibu kepada Kimi kemarin
Ruang VVIP kemarin terdengar sangat ramai dengan celotehan dari Lexi dan kawan-kawannya,Tapi Kimi senang karena melihat senyum dan kelakuan konyol suaminya dengan teman-temannya.
Kimi masuk kehalaman sekolah dan berjalan ke arah ruang guru,karena nantinya dirinya akan di antar oleh guru yang akan mengajar jam pelajaran pertama di kelasnya nanti.
Dan saat bel masuk semua murid pun masuk ke kelas masing-masing dan Kimi di minta mengikuti guru tersebut menuju kelasnya.
Saat tiba di kelas barunya Kimi di persilahkan memperkenalkan dirinya di depan kelas kepada teman-temannya.
Dan Kimi pun di persilahkan duduk di bangku kosong bagian belakang bersampingan dengan bangku seorang siswa yang saat ini orangnya belum muncul.
"Apa Rangga belum datang?"tanya sang guru.
"Belum bu..."ucap semua siswa di kelas.
"Anak itu pasti telat lagi"gumam ibu Sri guru matematika ini.
Dan tak lama orang yang di tanyakan oleh ibu Sri itu muncul di ambang pintu dengan wajah tanpa dosanya bahkan dia cengar-cengir dirinya masuk dan langsung duduk di sebelah meja Kimi.
"Eh...elu anak baru ya?"tanyanya saat melihat Kimi.
Kimi hanya mengangguk saja.
"Kenalin gue Rangga"dengan ramahnya Rangga mengulurkan tangannya.
"Kimi"Kimi membalas uluran tangan Rangga.
"Ehm....Rangga kamu itu sudah datang telat malah ngobrol dengan siswi baru"tegur ibu Sri.
"Eh...maaf bu saya hanya kenalan saja belum ngobrol apa lagi pede kate"ucap Rangga asal.
__ADS_1
Membuat semua teman sekelasnya bersorak padanya dan dia hanya tersenyum saja.
Rangga cowo ganteng,pintar dalam segala hal mulai dari pelajaran sampai olahraga,murid populer di sekolah banyak siswi yang menganggumi dan menyukainya,dia juga di kenal play boy karena sering berganti pacar,si raja telat namun guru tak pernah menghukumnya karena mengingat prestasinya yang luar biasa bila di sekolah maupun di luar sekolah.
Rangga si jenius yang memiliki IQ180 sangat di sayang oleh semua guru,dia salah saru aset sekolah yang berharga bagi sekolah bahkan tempo hari saat dirinya baru bersekolah di sini dirinya memenangkan olimpiade fisika dan kimia beberapa penemuannya di ikut sertakan dalam lomba dan dia menjuarainya,oleh karena itu pihak sekolah menganggap Rangga adalah aset berharga sekolah karena prestasi-prestasinya.
Namun ya itulah jeleknya Rangga dia selalu terlambat datang ke sekolah dan tak bisa fokus dengan satu pacar,tapi dia tipe cowo yang cuek tak pernah main hati saat berpacaran oleh karena itu setiap habis putus dia pasti dapat pengganti yang baru dengan cepat.
waktu terus berlalu jam istirahat pun tiba,Kimi berjalan ke arah kantin dan Rangga mendekatinya.
"Mangsa baru Rangga"bisik-bisik terdengar dari beberapa siswi.
Saat di kantin saat Kimi sedang asik menikmati makanan dan minumannya diirnya di hampiri oleh Rangga yang mengajaknya ngobrol disana.
Tapi saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba ada seorang siswi menghampiri mereka.
"Eh...elu anak baru ya?"
Kimi menoleh ke arah siswi tersebut dan mengangguk.
"Jangan mau di deketin sama dia,dia ini play boy banyak cewe udah di sakitin sama dia"
"Apaan sih Gaby...gue nggak nyakitin mereka ya...elu sama mereka itu sama pada baperan gue cuma ajak ngobrol sama jalan doang elu semua pada salah faham,bilang gue pacar ck..."Rangga kesal.
"Gue bukan mau deketin dia gue cuma mau berteman sama dia boleh kan Kimi?"ucap Rangga menggoda nakal.
Peringatan Lexi membuat Kimi ketakutan juga,karena biar bagaimana pun seumur hidup Kimi belum pernah pacaran sekalinya bertemu seorang pria dia langsung di nikahkan.
Kimi tak perduli mau Rangga itu play boy,anak jenuis atau apalah dia tak perduli selagi mereka tidak mengusiknya maka Kimi pun tidak akan melakukan perlawanan pada mereka.
Rangga dan Kimi mengobrol-ngobrol hal-hal kecil yang mengundang tawa dia antara mereka.
"ternyata elu anaknya asik juga"ucap Rangga.
Tapi Kimi hanya tersenyum saja.
Hingga tak terasa bel masuk pun tiba,mereka masuk kedalam kelas dan mengikuti pelajaran lagj.
Saat bel pulang berdering Rangga mengajak Kimi pulang bersama.
Tapi Kimi menolak karena pak Narto pasti sudah menjemputnya.
"Ooo elu ada sopir pribadi gitu?"tanya Rangga nampak kecewa.
"Iya jadi maaf ya bye...."Kimi lalu berlari keluar gerbang sekolah dan mendekati sebuah mobil mewah berwarna hitam.
__ADS_1
Yang ternyata siang ini yang menjemputnya bukan pak Narto tapi suaminya sendiri,siang ini Lexi akan mengajak Kimi ke kantornya lagi setelah makan siang.
"Kita makan siang dulu ya"ucap Lexi lembut.
Dan Kimi hanya mengangguk saja.
"Apa kakak sudah selesai bekerja?"tanya Kimi.
"Sudah aku sudah selesai meeting tadi dan sekalian lewat sini dan menjemput kamu"jelas Lexi.
Selesai makan siang di sebuah kafe mereka pun kembali ke kantor Lexi yang jaraknya tak jauh dari kafe tersebut.
Saat di kantor pun Lexi menggandeng tangan istri kecilnya itu,dia sungguh tak malu pada saat ini karena Kimi masih menggunakan seragam sekolahnya,tapi Kimi sangat malu karena Lexi tak mau melepaskan tangannya,dia malu dengan pandangan orang-orang yang sepertinya menganggapnya seperti mainan om-om.
Di dalam Lift Lexi pun masih memegang tangan Kimi,tapi kali ini Kimi berontak tak mau di pegang terus dia meminta Lexi melepaskannya.
Sebenarnya bukan tanpa alasan Lexi melakukan itu di depan banyak keryawannya,itu dia lakukan agar tak ada lagi yang berani menaruh hati padanya,karena boleh di bilang dia sangat risih dengan pandangan-pandangan dari cewe-cewe pemuja rahasianya itu.
Ting..pintu lift terbuka.
"Kak...Lepasin ih..lepasin"Kimi masih merengek minta di lepaskan.
Saat sampai di depan ruangannya,mata Alika langsung menatap tajam ke arah Kimi.
Rey yang ada disana langsung menyambut Kimi dengan lembut.
"Selamat datang nyonya muda"ucap Rey.
"Kak Rey...tolong pinta dia melepaskan tangannya dari tangan ku,sejak tadi orang-orang melihat ke arah ku dengan tatapan aneh hiks....tolong..."Kimi di bawa masuk ke ruangan Lexi.
Lexi tak memeperdulikan rengekan istri kecilnya ini dia tetap memegang tangan Kimi hingga masuk kedalam ruangannya.
Saat Kimi dan Lexi menghilang di balik pintu Alika mengepalkan tangannya lagi dia benar-benar menganggap Kimi sebagai saingan cintanya.
Rey melihat itu dan nyeletuk.
"Jangan harap kau bisa bersaing dengan nyonya muda,karena dia itu pilihan tuan secara langsung"
Alika langsung melotot pada Rey.
"Bukankah kau tahu sendiri bagaimana sikap tuan selama ini dengan para wanita?tapi sekarang kau lihat sendiri kan?perlakuannya dengan nyonya muda kami"Rey nyeletuk lagi.
"Ini pasti ada yang tidak benar"ucap Alika ketus.
"Terserah lah"Rey pun meninggalakan Alika sendirian dan kembali ke ruangannya.
__ADS_1
Alika masih tak bisa terima Lexi di rebut oleh bocah seperti Kimi,dia masih mencari cara untuk memisahkan kedua orang yang saat ini terdengar berdebat di dalam.
...🦋🦋🦋🦋🦋...