Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Bryan


__ADS_3

6 bulan kemudian.


Perut Kimi sudah sangat terlihat besar bahkan saat ini dirinya sangat kesulitan bila bergerak karena selain perut beberapa bagian tubuh Kimi pun membengkak seperti kaki dan tangannya.


Bakhan dia sudah tidak bisa membuka tutup botol meski itu perkara yang sangat mudah saat dia belum hamil.


Pagi ini setelah berjalan-jalan di temani Lexi dirinya beristirahat di sebuah bangku taman,di injaknya rerumputan yang basah karena tetesan embun pagi yang sangat sejuk mengenai kulit kakinya.


"Minumlah dulu kau pasti lelah"Lexi memberikan sebotol minuman yang sudah dia buka terlebih dahulu.


Kimi meminum air mineral itu dan tak lama dia melihat pedagang bakpao hangat sedang mangkal di depan taman tersebut.


"Kak...aku mau itu"tunjuk Kimi.


Sejak masa ngidamnya selesai Kimi jadi makin banyak makan hingga berat badannya naik drastis saat ini.


"Oo baiklah tunggu sebentar ya...mau yang isi apa?"tanya Lexi.


"Hem...kacang merah"ucap Kimi.


Dan Lexi pun langsung membeli bakpao isi kacang merah tersebut.


Kimi memakan langsung bakpao itu dan membaginya bersama suaminya.


Lexi tersenyum melihat keceriaan di wajah istrinya dan sesekali mengelus perut besar tersebut.


"Hai...anak ayah sedang apa di dalam"Lexi mengajak jabang bayinya berbicara.


Dan bayi di dalam perutnya pun berreaksi dia bergerak gerak hingga menibulkan rasa ngilu bagi Kimi.tapi Kimi hanya tersenyum saja karena anaknya aktif bila di ajak berbicara dengan ayahnya.


Dan saat bayi dalam perutnya bergerak terus Kimi merasa ada yang aneh,dia merasa mulas.


"Kak...perut ku sakit kita pulang yuk"ajak Kimi.


"Oo baiklah"Lexi langsung mengendari mobilnya dan menuju rumahnya.


Tapi sampai di rumah,rasa mulas itu kadang ada kadang tidak,hingga Kimi harus bolak balik ke kamar mandi beberapa kali.


Lexi cemas melihat istrinya sejak tadi terus bolak balik ke kamar mandi dan seolah menahan sakit.


"Sayang kamu tidak apa-apa?"tanya Lexi lembut.


"Sehssshh perut ku mulas terus kak"keluh Kimi.


"Aku panggil Bianca ya biar dia memeriksa mu"ucap Lexi membantu Kimi duduk di ranjang.


Kimi hanya mengangguk saja,tapi baru duduk di ranjang dirinya ingin ke kemar mandi lagi Lexi langsung menghubungi Binca dan mengatakan istrinya sejak tadi mulas-mulas.


Bianca melihat catatan ibu dan bayi Kimi yang ternyata sudah masuk bulannya.


"Baik tuan saya akan segera kesana"Bianca tidak mau membuat Lexi cemas dengan mengatakan istrinya akan segera melahirkan sebelum dirinya sampai disana.


Bila Lexi di beritahu sekarang entah kehebohan macam apa yang akan terjadi di rumahnya sekarang.


Bianca mengajak Ricard bersamanya untuk menemaninya dan dua orang perawat untuk membantu persalinan nantinya.


Tapi saaat di kamar mandi Kimi berteriak dan membuat panik Lexi.


"Sayang kenapa?"Lexi cemas.


"Kak...aku berdarah ssehhhsshh sakit sekali kak"Kimi memegang perutnya dan terlihat darah mengalir di kaki istrinya.


"Astaga sayang"Lexi langsung mengagkat tubuh Kimi dan membaringkannya di ranjang.


Kimi bergulingan karena kesakitan.

__ADS_1


Lexi semakin panik dia lalu menelpon Bianca agar cepat datang karena Kimi mengeluarkan dari dan kesakitan.


Ricard langsung memacu mobil dengan kecepatan kilat karena mendengar nyonyanya dalam kondisi seperti itu.


Lexi berusaha setenang mungkin tapi tetap tidak bisa karena melihat istrinya sangat kesakitan hingga air matanya keluar.


"Sabar ya sayang...sakit ya..."ucap Lexi lirih tidak tega melihat kondisi istrinya seperti ini.


Mobil yang di kendari Ricard dan Bianca pun tiba di halaman rumah Lexi dan mereka pun langsung berlari ke arah kamar Lexi.


Saat di kamar Bianca memeriksa Kimi.dia langsung menyingkap rok Kimi dan langsung menimbulkan protes Lexi.


"Apa-apaan lu"protes Lexi saat melihat Bianca menyingkap rok istrinya.


"Saya mau memeriksa nyonya tuan"jelas Bianca.


"Tapi kenapa harus buka roknya disini masih ada Ricard"Lexi masih protes.


Ricard yang menyadari hal itu langsung keluar dengan teratur.


"Ricard sudah keluar tuan sekarang boleh saya periksa nyonya?"tanya Bianca.


Lexi lalu mengangguk.


Bianca memeriksa jalan lahir Kimi dan ternyata pembukaan sudah lengkap.


"Nyonya akan segera melahirkan tuan,saya bersama tim akan membantu proses melahirkan anda tunggu saja di luar"ucap Bianca.


"Nggak mau gue mau lihat dan ngedampingin istri gue"Lexi menolak keluar.


"Baiklah kalau begitu,nyonya siapakan posisi anda ya..."Bianca menngarahkan posisi melhirkan pada Kimi dan Kimi mengikuti araha yang di berikan Bianca.


Lexi terus memberikan semangat pada istrinya hingga saat Kimi mengejan untuk kedua kalinya.


Oooekkk oooekkk.


"Tuan selamat bayi anda laki-laki"ucap Bianca dan langsung memberikan bayi tersebut kepada Ibunya sebelum di bersihkan.


Kimi tersenyum melihat anaknya lahir dengan selamat dan sehat.setelah itu Bianca membersihkan semuanya pasca melahirkan.


Dan seorang perawat membersihkan bayinya dan langsung memakaikan baju dan kain bedongan bayi lalu memberikannya kembali kepada Ibunya.


Wajah haru terkihat di mata Lexi saat melihat putra pertamanya begitu lucu dan menggemaskan.


Sesuai perjanjian mereka bila anak laki-laki yang lahir maka Kimi lah yang memberikan nama.


"Akan kau beri nama siapa jagoan kita ini"ucap Lexi lembut.


"Bryan"ucap Kimi menatap bayi mungil yang ada di gendongannya.


"Heloo Bryan my son"ucap Lexi gemas pada bayi itu.


Kimi lalu menyusui bayinya langsung menyusu dengan lahap.Lexi tersenyum melihat itu.


Tapi rasa lelah di rasakan Kimi setelah berjuang melahirkan kehidupan baru tadi.


"Kak...bisa kau taruh Bryan di box bayi,aku mau istirahat,aku lelah"ucap Kimi pelan.


Lexi lalu mengambil bayinya dan menaruhnya di box bayi kamar memang sudah di desain sedemikian rupa saat bulan kemarin hingga semua kebutuhan bayi sudah tersedia lengkap di kamar ini.


Kimi tertidur Lexi mengecup keningnya dengan lembut.


"Istirahatlah kau sudah berjuang dengan keras tadi"ucap Lexi pelan.


"Hem...jaga Bryan ya kak...aku titip dia"ucap Kimi sebelum memejamkan matanya.

__ADS_1


Lexi hanya mengangguk saja.


Tapi dua jam kemudian baby Bryan menangis Lexi mengangkatnya dari box dan memberikannya kepada Kimi agar di beri asi,tapi saat Lexi membangunkan Kimi,Kimi tidak bereaksi sama sekali.


Lexi panik.


"Sayang...bangun sayang...sayang...jangan bercanda"lexi panik.


"Bianca apa yang terjadi pada istri ku"teriak Lexi saat ini Biancs dan Ricard memang belum kembali ke rumah sakit mereka menunggu nyonya mereka karena kondisi Kimi memang belum stabil.


Sebenarnya Kimi memang mengalami masalah dalam kehamilannya tekanan darah selalu kurang dan tubuhnya membangkak,itu memang berbahaya baginya,namun Kimi tetap ingin melahirkan anaknya meski resikonya sangat tinggi.


Bianca dan Ricard langsung berlari memasuki kamar di periksanya Kimi dan dia berusaha memberikan pertolongan.


"Sejak kapan nyonya tertidur tuan?"tanya Bianca.


"Sejak dua jam yang lalu"jelas Lexi.


Astaga ini benar-benar bahaya,nyonya bangunlah aku mohon nyonya muda.


Batin Bianca.


Dia dan Ricard sudah berusaha semaksimal mungkin namun Kimi tak bisa selamat.


Lexi melangkah mundur karena tak percaya istrinya meningglakannya begitu cepat,secpat ini.


"Nggak...nggak mungkin elu pada bohong kan sama gue nggak lucu bego"maki Lexi.


Ricard dan Bianca hanya diam saja melihat kemarahan Lexi.


Lexi mendekat pada ranjang Kimi.


"Sayang...bangun...jangan bercanda sayang ini tidak lucu,lihat Bryan sayang dia ingin menyusu ayo BANGUN KIMBERLY AAAAAAAA"Lexi sudah hilang kendali saat ini.


Semua barang-barang di kamar di acak acak olehnya,Bianca segera membawa Bryan keluar kamar agar tak jadi sasaran amukan ayahnya.


Karena Lexi sudah gelap mata saat ini.


Dan benar saja Lexi mencari Bryan saat dirinya tidak melihatnya di kamar.


"Kemana bayi itu?"tanya Lexi dingin.


Ricard hanya diam saja.


"Gue tanya kemana bayi sial itu?!"Lexi membentak Ricard.


"Tuan tenang lah"


Bug...


Lexi langsung melayangkan pukulan ke arah Ricard.


Lexi menganggap Kimi meninggal karena Bryan,hingga dia memganggap Byan bayi sial.


Asataga tuan itu anak kandung anda bukan bayi sialan


Batin Ricard namun dia hanya bisa membatin tak berani berkata-kata bisa-bisa dirinya ikut menyusul Kimi bila dia berbicara seperti itu sekarang.


Bianca membawa Bryan keluar dari rumah Lexi secepatnya sebelum Lexi menemukannya.


Tapi kemana Bianca akan membawa Bryan apa Bianca akan membesarkan Bryan sendirian?.


Baca terus ya...novel masih bersambung kawan. Trima kasih yang sudah membaca dan setia mengikuti perjalanan cinta Lexi.


🥰🤗🤭🙏

__ADS_1


...🦋🦋🦋🦋🦋...


__ADS_2