
Lexi lalu menelpon seseorang di sebrang sana.
"Ricard cepat datang istri ku terluka dan harus di obati"
Tari dan Kimi sampai bingung siapa yang di telpon Lexi.
"Ayo pulang"Lexi mengajak Kimi pulang.
"Tapi cakenya belum jadi"Kimi menolak pulang.
"Biar nanti Tari yang menyelesaikannya dan diantar ke rumah,tangan mu perlu di obati"
"Kan sudah di obati tadi"ucap Kimi polos.
"Biar dokter Ricard yang periksa aku takut luka mu parah"
Tari dan Kimi sampai bengong mereka berdua tak percaya,Lexi sangat berlebihan fikir mereka berdua.
"Tunggu kak ini hanya luka kecil saja tidak parah"Kimi jelas menolak karena di fikir itu terlalu berlebihan.
"Ck ayo ikut pulang,lain kali kamu masih bisa belajar buat cake disini,yang terpenting obati dulu luka mu itu"Lexi langsung menarik tangan Kimi.
Tapi Kimi masih berusaha melepaskan tangannya dari Lexi dia tetap tidak mau ikut karena menurut Kimi ini berlebihan.
"Aku nggak mau di periksa dokter"Kimi merengek.
"Ck dasar keras kepala"Keluh Lexi dia akhirnya tak punya pilihan lain selain menggendong tubuh gadis kecil itu.
Menggendong seperti membawa karung beras di pundaknya.
"Aaaaa kak turunkan aku kak"Kimi protes.
"Sudah Diam"Lexi gemas pada istrinya ini.
Tari hanya tertawa saja melihat kelakuan suami istri yang beda usia jauh ini.
Lexi pun meninggalkan dapur dan toko roti membawa istrinya dengan gaya seperti itu,yang di bawa tidak bisa diam terus berontak di pundak suaminya.
"Hadeuh....Lexi...Lexi...nggak nyangka jadi bucin juga hahaha"Tari tertawa saat melihat kepergian mereka berdua.
Di jalan Kimi masih protes tak mau di perikasa dokter dia terus merengek pada Lexi tapi tak di dengarkan oleh Lexi.
Lexi memacu mobilnya dengan kecepatan maximal dia ingin segera sampai rumahnya dan mngobati tangan istrinya.
Kimi cemberut sepanjang perjalanan karena ucpannya tidak di dengarkan.
Tak lama mobil pun sampai di depan halaman rumah,Lexi mengajak Kimi turun dari mobil dan menggendongnya di depan.
Oh astaga dia benar-benar berlebihan,ada apa dengan dia sih .
Batin Kimi.
Para pelayan bengong melihat tuan mereka menggendong tubuh istrinya dengan mesra begitu.
"Apa Ricard sudah datang?"tanya Lexi saat baru tiba.
"Belum tuan"jawab Kusni.
"Ck dasar lambat"Lexi kesal.
__ADS_1
Dia lalu berjalan menaiki tangga dengan masih menggendong istrinya.
"Bila dia datang suruh dia segera ke kamar ku dan segera obati luka istri ku"ucap Lexi sambil berjalan menaiki tangga.
Para pelayan hanya mengangguk saja,mereka bingung nyonya kecil terluka apanya sepertinya baik-baik saja,begitulah fikiran mereka,tapi bila tuannya mengatakan kalau istrinya terluka dan harus segera di obati ya mereka hanya menuruti saja.
Lexi menaruh tubuh Kimi di kasur dia lalu melepaskan apron Kimi dan membersihkan wajah Kimi yang terkena tepung.
Saat menyentuh wajah istrinya yang sedang cemberut itu,Lexi jadi tertawa sendiri.
Ini aneh tapi inilah kenyataannya aku sepertinya mulai menyangi dia,melihat wajahnya dari dekat semakin gemas aku di buatnya,apa lagi saat cemberut begini semakin menggemaskan.
Batin Lexi.
Kimi menepis tangan Lexi dengan kesal dia masih cemberut,tak lama ada yang mengetuk pintu kamar mereka dan Lexi mempersilahkan masuk.
Dan munculah dr. Ricard bersama Rey,mereka berdua terlihat panik saat mendapatkan telpon dari Lexi yang mengatakan istrinya terluka.
Tapi saat melihat Kimi saat ini sepertinya gadis itu baik-baik saja,fikir mereka berdua.
"Hei kenapa bengong cepat periksa istri ku tangannya terluka tadi terkena oven panas"Sentak Lexi pada Ricard.
"Aku baik-baik saja kok dok jangan dengarkan dia"Kimi protes.
"Sudahlah nyonya muda biarkan saya memeriksa anda ya...kalau tidak nanti nyawa saya akan melayang karena tidak meuruti perintahnya"ucap Ricard.
Kimi akhirnya dengan terpaksa mau di periksa oleh dr. Ricard.
dr. Ricard memeriksa tangan Kimi yang tergores itu,hanya luka bakar kecil saja sudah sepanik ini bagaimana kalau istrinya tertembak sudah gempar se jagat raya kali Lexi,begitulah fikiran Ricard.
"Bagaimana lukanya parah ya?apa perlu di operasi?"tanya Lexi semakin tidak masuk akal.
"No....jangan jangan bilang begitu"Lexi tak kuat membayangakan bila itu terjadi pada istrinya ini.
Rey dan Ricard hanya menahan tawa mereka pasalnya baru pertama kali mereka melihat tuan mereka yang bengis bila sedang bertarung bisa menjadi gila karena gadis kecil ini.
Pantas saja tadi pagi ingin cepat-cepat pulang,ternyata di balik rasa kesal pada nyonya kecil ini ada rasa rindu dan khawatir dari diri mu tuan.
Batin Ricard.
Kimi lalu beranjak dari kasur,tapi Lexi mencegahnya.
"Mau kemana kamu?"tanyanya.
"Ke kamar mandi ish...neyebelin banget sih"Kimi Sewot.
"Hati-hati"ucapnya.
Sumpah rasanya Rey dan Ricard ingin melepas tawa mereka kali ini namun masih tak berani karena bos mereka bisa langsung menembak kepala mereka saat ini juga.
"Ish apaan sih ke kamar mandi saja harus hati-hati"Kimi kesal pada Lexi.
"Kenapa kalian senyum-senyum begitu?"tanya Lexi sewot.
"Tidak tuan saya hanya bahagia melihat keharmonisan rumah tangga anda"jelas Rey.
"Iya tuan istri anda cantik dan menggemaskan"ucap Ricard.
"Hei kau mau mati ya...kau tidak boleh gemas dengannya hanya aku yang boleh"Lexi sewot lagi.
__ADS_1
"Ooo jadi salah ya...maaf tuan"Ricard menggaruk tengkuk lehernya karena bos mereka benar-benar berubah bila menyangkut istrinya.
Aaaaaa...
Terdengar teriakan dari kamar mandi.
Lexi panik dan menggedor pintu kamar mandi.
"Kim...Kim...ada apa kenapa kamu berteriak?"Lexi panik.
Aaaaaaa.....aaaaaa....
Terdengar Kimi semakin menjadi berteriak di dalam kamar mandi membuat Lexi semakin panik,hingga dia mendobrak pintu kamar mandi tersebut.
Brak....
Lexi langsung masuk kedalam kamar mandi.
"Ada apa Kim...Kim..."Lexi mendapati Istrinya sedang berjongkok di atas closet.
"Itu kak ada kelabang aku takut ihhhh aaaaa kak dia kesini lagi aaaaa"Kimi terus menjerit ketakutan.
Lexi lalu langsung menginjak kelabang itu hingga kelabang itu mati.
"Ayo turun kelabangnya sudah mati"bujuk Lexi lembut.
"Aaaaa"Kimi berteriak lagi bahkan kali ini dia langsung menomplok ke badan Lexi.
"Kakak masih ada satu lagi kak aaaaaaa aku takut"Kimi memeluk erat tubuh suaminya karena ketakutan.
"Rey...basmi kelabang menjijikan ini"teriak Lexi dia tidak bisa bergerak keleluasa karena Kimi menggelendot di tubuhnya seperti anak monyet.
Saat Rey masuk kedalam kamar mandi,rey tekejut saat melihat nyonya muda nya sudah berada di gendongan tuannya.
Rey hanya menggeleangkan kepalanya saja.
Lexi segera membawa istrinya keluar kamar mandi Ricard juga terkejut saat melihat Kimi menggelendot di tubuh Lexi.
Oh astaga nyonya kecil pantas bos kami sangat menyangi anda sebab anda memang menggemaskan begitu.
Batin Ricard.
Lexi menaruh tubuh Kimi di kasur.
"Kenapa hanya dengan kelabang saja kau takut hem?"tanya Lexi lembut dia membelai pipi mulus istrinya itu.
"Aku pernah di gigit dan bengkak berhari-hari jadi aku trauma"ucap Kimi manja.
"Bagaimana nanti bila aku ke kamar mandi kalau ada kelabang lagi aku masih takut kak"rengeknya.
"Tenang saja kalau kamu takut nanti aku temani kamu ke kamar mandi"ucapnya lembut.
"Tapi kakak jangan mengintip"ucap Kimu polos.
Lexi hanya mengangguk saja.
Ternyata kelabang itu memberikan hal posistif juga,hihi.
Lexi langsung berfikiran nakal.
__ADS_1
...🦋🦋🦋🦋🦋...