Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Istri Saya


__ADS_3

Pagi ini Kimi bersiap sekolah,Lexi pun bersiap ke kantornya,dia sudah berpakaian rapih mulai dari kemeja,jas dan dasi terlihat semakin tampan karena Lexi selalu menyisir rapih rambutnya.


Lexi duduk di kursi meja makan dan tak lama Kimi turun dari tangga berjalan melewati meja makan.


"Kim...Kim...sarapan dulu"panggil Lexi saat Kimi berlalu dan tidak ikut sarapan dengannya.


"Nggak ah om aku sudah kesiangan ini"Kimi tetap berjalan keluar rumah tidak mau menuruti Lexi.


Lexi hanya menggeleng pelan saja,dia malas ribut pagi-pagi dengan istri kecilnya ini.


"Nona mau berangkat mari saya antar"ucap seorang pria paruh baya yang berbadan kurus.


Kimi terlihat bingung saat melihat orang itu mendekatinya.


"Saya Narto non saya supir yang bertugas mengantar dan menjeput nona"ucap pria itu sopan.


"Ooo begitu hehe"Kimi cengengesan.


"Silahkan non"Pak Narto membuka pintu mobil bagian belakang dan Kimi pun masuk kedalamnya.


Mobil pun berjalan menuju sekolah Kimi yang jaraknya cukup jauh dari rumah Lexi.


Selama di perjalanan Kimi hanya sibuk memainkan ponselnya,dia sama sekali tidak berinteraksi dengan pak Narto,hingga mobil tiba di depan gerbang sekolah.


Kimi turun dari dalam mobil dan mengucapkan terima kasih pada pak Narto,setelah itu dirinya berlari menghampiri ke empat sahabatnya yang menunggunya di depan gerbang.


"Kimi..."sapa Deli,Mikel,Deva,dan Shakila mereka ke empat sahabat Kimi di sekolah.


Mereka berlima pun masuk dan mengobrol saat menuju kelas,mereka menanyakan bagaimana kejadian kemarin saat dirinya di bawa paksa oleh dua orang pria bertubuh besar itu.


Saat dia ingin bercerita ada seorang siswi yang nyeletuk dari arah sampingnya.


"Papah lu pasti kelibet hutang mangkanya elu kemarin di culik buat jaminan"ucap Fera nyinyir.


Kimi sudah melirik kesal pada Fera begitu pun dengan keampat temannya.


"Elu pasti di jual sama bokap lu buat ngelayanin om-om kan?"perkataan Fera semakin membuat kelima sahabat ini kesal.


Bugh...


Kimi langsung memukul wajah Fera dengan tinjunya,Fera lupa dia berhadapan dengan siapa,Kimberly atlet karate tingkat nasional yang sering menjuarai kejuaraan namun sering juga berbuat ulah di sekolah karena Kimi tak segan memukul lawannya atau temannya yang mengganggunya.


Fera langsung jatuh pingsan saat mendapat pukulan dari Kimi ke empat temannya hanya tersenyum melihat hal itu,tapi teman Fera Cika malah panik dan berteriak meminta bantuan pada teman yang lain untuk membawa Fera ke UKS.


Kimi dan ke empat temannya berjalan santai ke kelas meninggalkan Fera dan Cika di lapangan.


Dan saat jam pelajaran akan di mulai Kimi di panggil ke ruang guru BP,dia tahu alsannya di panggil karena apa,ya pasti karena dia berulah pagi ini,tapi itu semua bukan salah dia itu semua salah Fera sendiri yang tidak bisa menyaring ucapannya.

__ADS_1


"Duduk"ucap pak Marwan guru BP.


Kimi pun duduk di kursi di depan meja guru tersebut.


"Kenapa kamu memukul Fera hingga dia pingsan?"tanya pak Marwan masih dengan nada biasa.


"Dia yang mulai duluan pak"jelas Kimi santai.


"Ck...Kimi sudah berapa kali kamu sering berulah di sekolah bisa-bisa kamu di keluarkan dari sekolah loh"jelas pak Marwan bijak.


"Pak saya nggak akan berulah kalau tidak di ganggu pak,saya tidak ingin di injak-injak dan diam saja,memangnya saya rumput liar yang di injak-injak diam saja,saya ini manusia yang bisa melawan orang yang mengganggu saya"jelas Kimi.


Pak Marwan hanya menghela nafas saja,dan membenarkan perkataan muridnya ini,karena memang sepengetahuan dia Kimi tidak akan memulai bila dirinya tidak di ganggu lebih dahulu.


"Baiklah tapi seperti biasa saya harus memberi tahu wali mu tentang kasus ini"ucap Pak Marwan.


Kimi dengan wajah ogah-ogahan menanggapinya.


"Bapak kan tahu papah saya tidak akan datang kesini hanya untuk mengurusi masalah begini"ucap Kimi malas.


"Tapi kan ada staff papah mu yang biasa datang mengurus mu"jelas pak Marwan.


"Terserah bapak deh"ucapnya malas.


Pak Marwan pun akhirnya menelpon seseorang yang biasa menjadi wali Kimi.


"Sebagai hukuman kamu,kamu harus membersihkan kamar mandi sekarang,menunggu kedatangan wali mu"ucap Pak Marwan.


Saat membersihkan toilet saat sedang menyikat lantai kamar mandi,Fera dan Cika mengganggunya lagi.


Kimi melempar sikat ke arah sembarangan dia benar-benar kesal dengan temannya yang satu ini seolah tidak ada kapoknya.


"Mau gue pukul lagi lu?"tanya Kimi menantang.


"Aduh...Kimi menakutkan sekali sih lu,tapi gue nggak takut tuh"ledeknya ternyata Fera tidak hanya berduaan dengan Cika tapi juga dia membawa tiga orang siswi yang lain,saat ini semua teman Kimi sedang di kelas dan mengikuti pelajaran dan tidak ada yang bisa membantunya saat di keroyok seperti ini.


Dan pengeroykan pun terjadi di kamar mandi Kimi dan kelima siswi terlibat perkelahian Kimi kalah jumlah,tapi Kimi pun berhasil melukai mereka semua meski dirinya pun terluka parah.


Pak Marwan yang mendengar keributan di toilet langsung berlari kearah sana,dan melihat kekacauan disana.


"Ada apa ini?"tanya pak Marwan pada mereka semua dan di lihat semuanya sudah nampak babak belur.


"Kim...Kim..."suara itu Kimi langsung menoleh ke arah suara itu.


Lexi datang sebagai wali Kimi padahal siang ini ada meeting dengan klien tapi dirinya mendapat telpon dari asisten pak Glen kalau Kimi terkena maslah di sekolah.


Kenapa dia ada di sekolah.

__ADS_1


Batin Kimi bingung.


"Ada apa ini sebenarnya"tanya pak Marwan lagi.


"Dia tuh pak yang mulai"tunjuk Kimi.


"Bohong pak dia yang nyerang kita dulu"ucap Fera.


"Eh...dasar lu sialan elu yang mulai duluan nyalahin gue"Kimi kesal dan ingin menyerang Fera lagi tapi di tahan oleh Lexi.


"Lepasin om dia ini kurang ajar"Kimi kesal.


"Kalian semua ikut saya ke kantor"ucap pak Marwan.


Dan mereka semua mengikuti langakah pak Marwan begitu pun Lexi.


"Kalian berlima cabut rumput di lapangan sebagai hukuman kalian"ucap Pak marwan.


"Kimi dan bapak ikut saya ke kantor"ajak Pak Marwan.


Saat di kantor Lexi menatap kesal pada istrinya ini,dan Kimi hanya cuek saja.


"Kenapa berkelahi hem?mau jadi apa kamu?kamu itu anak perempuan Kim...Kim..."ucap Lexi dingin.


"Om nggak tahu sih,mereka itu yang mulai duluan mereka ngatain aku dan nyerang aku duluan ya aku balas,masa di keroyok aku diam ajah"Kimi sewot.


Lexi melihat wajah istrinya memang ada luka lebam dia sendiri juga tak sepenuhnya menyalahkan tindakan istrinya.


"Pak sepertinya is...maksud saya adik saya ini dibuly duluan"Lexi hampir saja keceplosan.


"Sepertinya memang begitu tapi Kimi ini sering sekali terlibat perkelahian dengan murid yang lain,meski memang bukan Kimi yang memulai tapi Kimi selalu mencederai kawan-kawannya"jelas pak Marwan.


"Berarti is...ah..."hampir saja keceplosan lagi.


"Adik saya ini tidak salah dong dia hanya membela dirinya meski memang caranya salah,tapi siapa pun pasti akan melakukan itu bila di serang duluan"bela Lexi.


"Bila pihak sekolah tidak bertindak tegas dengan hal ini dan sering terjadi maka lebih baik saya pindahkan adik saya ke sekolah lain yang lebih bonafit"ucap Lexi.


Membuat Kimi tertegun Lexi begitu membelanya,selama ini orang kiriman papahnya hanya diam saja bila pak Marwan memanggil dan melaporkan kenakalan Kimi di sekolah.


"Ambil tas mu lebih baik kamu keluar dari sekolah ini dan cari sekolah lain"ucap Lexi pada Kimi.


Dan Kimi pun menuruti Lexi dia kembali ke kelasnya dan mengambil tasnya.tapi.saat dia ke kelasnya dia tidak tahu pembicaraan Lexi dengan Pak Marwan.


"Pak maaf bukan kami tidak tegas"


"Maaf pak saya tidak akan membiarkan istri saya di sakiti oleh siapa pun baik fisik maupun mentalnya"ucap Lexi tegas.

__ADS_1


Pak Marwan bengong mendengar perkataan Lexi yang mengatakan bahwa Kimi adalah istrinya.


...🦋🦋🦋🦋🦋...


__ADS_2