Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Tetaplah Disisi Ku


__ADS_3

Sudah tiga hati berlalu tapi ibu masih juga belum sadar dari koma,Lexi mundar-mandir kantor dan rumah sakit,dirinya sangat menghawatirkan kondisi ibunya.


Dan malam ini dirinya bersama Kimi menjaga ibunya di depan ruang ICU,sebenarnya ada yang membuat Kimi penasaran,yaitu pekerjaan Lexi yang sebnarnya,namun Kimi tak berani menanyakannya saat ini.


Setelah beberapa kali dirinya mengalami hal yang sangat buruk,dan beberapa kali dia menyaksikan suaminya itu menembak orang tanpa belas kasih di depannya,seolah dia melihat dua sisi Lexi yang berbeda bila sedang bersamanya dan bila dia sedang menyelamatkan dirinya dari musuh-musuhnya.


Rentetan kejadian yang sangat buruk berputar di kepala Kimi saat ini,bahkan saat ini pun Lexi terlihat berbeda dia terlihat sangat rapuh mana kala menghawatirkan ibunya yang sedang koma di ruang ICU.


Siapa sebenarnya kau ini kak


Begitulah batin Kimi bertanya.


Saat sedang duduk bersama Kimi ponsel Lexi berdering dia lalu mengangkat panggilan tersebut,dan menjauh dari Kimi.


Terlihat wajah kesal tergambar di wajah suamainya itu.


Dan Kimi terkejut ketika mendengar perkataan Lexi yang seolah tak pandang bulu.


"Bakar ajah tempatnya bakar sampe jadi abu ngerti lu?!"ucap Lexi terdengar sangat kesal di telinga Kimi.


Saat Lexi menoleh ke belakang ternyata istrinya sedang berdiri di belakangnya dengan tatapan sulit di artikan.


"Sayang...ada apa? Apa kamu lelah?bila lelah istirahat pulang saja ya?"ucap Lexi lembut.


Sungguh sangat berbeda dengan Lexi yang saat tadi menerima telpon.


Kimi hanya mengagguk pelan saja.


"Nanti Rey akan mengantar mu pulang"ucsp Lexi lembut.


sekarang pak Narto masih belum bisa bekerja karena luka tembak yang di dapatnya sangat parah,beruntungnya pak Narto masih bisa selamat karena peluru yang King tembakan tidak menembus jantungnya.


Dan tak lama Rey pun tiba di rumah sakit dan mengantar Kimi pulang.sebelum Kimi meninggalkan Lexi sendirian di rumah sakit,Lexi sempat mengecup seluruh wajah istrinya.


"Istirahatlah"ucapnya lembut.


Kimi pun memeluk tubuh besar itu sebelum pergi bersama Rey.


"Kakak juga jaga kesehatan ya..."ucap Kimi lembut.

__ADS_1


"Pastinya sayang muach"Lexi mengecup bibir istrinya lagi karena gemas.


Rey hanya tersenyum melihat itu. Kemudian dia pun mengawal Kimi sampai masuk ke dalam mobil.


Saat mobil berjalan meninggalkan pelataran rumah sakit Kimi bertanya pada Rey.


"Pak Rey...sebenarnya bisnis apa yang di geluti kak Lexi?kenapa sepertinya kalian seperti terbiasa melihat darah?"tanya Kimi akhirnya.


Rey mencengkram kemudi dia tak tahu harus berbicara apa pada nyonya mudanya ini,karena memang sudah beberapa kali Kimi menyaksikan pertumpahan darah di hadapanya saat menyelematkannya.


"Pak...Rey...kenapa anda diam saja?"tanya Kimi lagi.


"Maaf nyonya tapi saya tidak bisa menjelaskannya pada anda,biar nanti tuan sendiri yang akan menjelaskannya pada anda"ucap Rey.


Kimi hanya terdiam lagi,dia tidak mungkin bertanya saat ini kepada suaminya,situasi tidak mendukung saat ini.


hingga tak terasa mobil yang di kendarai Rey tiba di halaman rumah Lexi.Kimi langsung masuk ke dalam rumah dan langsung berlari ke arah kamarnya.


Rey memperhatikan nyonyanya sudah masuk ke kamarnya dengan aman dan meminta beberapa penjaga untuk berjaga di dekat kamar nyonya agar Kimi lebih aman,sebelum dia pergi menemui Lexi lagi.


Dan saat di rumah sakit Rey langsung menjelaskan pada Lexi kalau Kiki tadi menanyakan perihal pekerjaannya selama ini.


Lexi terlihat frustasi saat mendengar laporan Rey.dia bingung harus bagaimana menjelaskan pada istrinya mengenai pekerjaan nya yang sesungguhnya.


Keesokan paginya saat Lexi bersandar di kursi penunggu saat mentari masih belum menunjukan cahayanya,entah itu nyata atau mimpi Lexi melihat ibunya duduk di sisinya.


"Ibu..."ucap Lexi melihat ibunya duduk dan tersenyum padanya.


"Ibu sudah sadar?"tanya Lexi seolah tak percaya.


Ibu hanya tersenyum saja.


"Lexi...sekarang ibu bisa tenang bila harus pergi karena sekarang kau telah menemukan pendamping mu,jaga istri mu dan anak-anak mu kelak,maaf kan ibu karena tidak bisa membantu istri mu mengurus anak mu nantinya,berbahagialah nak karena selama ini ibu tahu kau selalu berkorban untuk kami semua,ibu sayang kamu,ibu akan menyusul ayah mu disana,selamat tinggal Lexi anak ku"ucap ibu lembut.


"Bu...ibu mau kemana?bu...jangan pergi bu...tunggu bu..."panggilan Lexi tak di indahkan oleh ibu.


Ibu terus melangkah dan menghilang di bawah cahaya.


"Tuan...tuan..."Rey membangunkan Lexi yang tertidur dan mengigau.

__ADS_1


Lexi terbangun dan terkejut saat Rey menggoyangkan lengannya.


"Akh...ada apa Rey"Lexi membuka matanya dan memijat dahinya karena terasa pusing.


"Dokter memanggil anda"ucap Rey.


Lexi pun langsung bangkit dari kursi dan menemui dokter yang menangani ibunya,Rey mengikuti dari belakanganya.


Dan saat dokter menjelaskan kepada Lexi apa yang telah terjadi pada ibunya,Lexi langsung mencengkram kerah baju dokter tersebut dia marah oada dokter teserbut,tapi Rey mencoba menenangakannya.


"Tuan...tuan tenanglah,dokter sudah melakukan segala yang terbaik untuk nyonya besar tapi tuhan lebih menyanginya hingg memanggilnya tuan"ucap Rey.


Buk...


Lexi kesal dan memukul Rey.


"Dimana ibu ku"ucap Lexi dingin kepada dokter tersebut.


Dan dokter pun membawa Lexi menuju ruang ICU menujukan tubuh ibunya yang sudah terbujur kaku.


Lexi memeluk tubuh ibunya dan menangis.


"Maafkan Lexi bu...Lexi tidak bisa selalu menjaga ibu,Lexi tak pernah ada di sisi ibu,amat ibu akan Lexi jalankan Lexi akan mejaga istri dan anak-anak Lexi kelak,ibu yang tenang disana bersama ayah ya bu"ucap Lexi lirih.


Cup.


Lexi mengecup kening ibunya dengan penuh rasa sayang.


Berita duka ini pun akhirnya tersebar ke pihak keluarga dan sahabat Lexi,Kimi langsung berlari di lorong rumah sakit saat mendapatkan kabar duka ini,dia melihat suaminya yang berwajah sedih sedang duduk termenung di depan kamar mayat.


Kimi melangakah pelan menghampiri suaminya.


"Kak..."Ucapnya pelan saat di dekatnya.


Lexi menatap istrinya dan langsung memeluk tubuh kecil itu.


"Ibu sudah pergi sayang...dia sudah tidak merasakan sakit lagi,tapi ku mohon tetaplah di sisiku apa pun yang terjadi"lirihnya.


Kimi hanya mengangguk saja dia tahu,saat ini Lexi benar-benar membutuhkan sandaran,tak lama kedua sahabat Lexi datang bersama para suaminya.

__ADS_1


Mereka memeberikan suport dan mencoba menguatkan Lexi,mereka tahu ini sangat berat untuk Lexi,tapi setidaknya Lexi saat ini tidak sendiri lagi sudah ada Kimi yang mengisi hati-harinya saat ini.


...🦋🦋🦋🦋🦋...


__ADS_2