Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Mundur


__ADS_3

Lexi membawa Kimi pulang kembali ke rumah,dan saat di rumah Lexi langsung mengajak Kimi ke kamar.


"Gadis nakal kau sedang hamil,bisa-bisanya kau turun dari balkon kamar dan memanjat dinding astaga sayang"Lexi memeluk tubuh istrinya erat saat di dalam kamar.


Kimi hanya terdiam saja,entalah ini keputusan yang tepat atau bukan dia kembali ke rumah ini namun yang tak bisa dia pungkiri adalah dia sangat mencintai Lexi.


"Kak...berjanjilah pada ku kau akan berhenti dari dunia hitam itu"ucap Kimi pelan.


Lexi menatap wajah istrinya dan memgangguk pasti.


"Aku janji sayang semua akan aku lakukan demi kalian,kau dan juga dia"Lexi memegang perut Kimi yang masih rata.


Kimi memeluk tubuh besar Lexi.


"Aku takut aku takut kehilangan kalian takut kehilangan mu dan juga anak kita kak"ucapnya saat dia memeluk tubuh Lexi.


"Aku pun sama sayang jadi tetaplah disisi ku ya jangan pergi lagi seperti tadi kau membuat ku panik"ucap Lexi.


Dan Kimi hanya mengguk saja.


...🦋🦋🦋...


Setelah kejadian hari itu.


Lexi telah memberikan pengumuman kepada anak-anak buahnya kalau dia telah mundur dari dunia hitam ini,dia akan menjalani bisnis normalnya saja.memang penghasilan akan banyak berkuruang karena berkurangnya juga bisnis yang di jalaninya namun semuanya yang sudah lama mau pun yang baru ikut bekerja dengan Lexi tetap setia pada Lexi akan mendampingi Lexi apa pun jalannya terutama Rey,Bono,Ricard dan Flo mereka adalah pengikut setia Lexi.


Lexi sangat berterima kasih kepada mereka semua yang masih dengan setia mendampinginya sampai saat ini.


Dan pagi ini setelah dua minggu berlalu dan Kimi sudah nampak sehat,meski sudah sehat Kimi tidak di izinkan sekolah lagi oleh Lexi karena sedang hamil muda,Lexi takut bila Kimi sekolah dia akan bertingkah nekat dan akan membahayakan kandungannya.


Oleh karena itu Lexi sudah menyewa guru untuk Kimi agar home schooling saja di rumah bila Kimi masih ingin belajar.


Tapi pagi ini Lexi mengajak istrinya itu ke sebuah tempat lebih dahulu sebelum dia memulai rutinitas sebagai seorang pelajar home schooling di hari-hari berikutnya.


Kimi bingung karena Lexi membawa mobil ke sebuah area perumahan yang sangat sepi dari penduduk dan lebih banyak pohon dan semak belukar disana.


"Tempat apa ini kak?"tanya Kimi bingung.


"Markas kami dulu"ucap Lexi.


Dan dia menghentikan mobilnya di sebuah rumah,rumah mewah tapi terlihat sangat tua.

__ADS_1


"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu"ucap Lexi datar.


Lexi dan Kimi turun dari dalam mobil,Kimi merasakan hawa dingin menyeruak dari dalam rumah tersebut dia sedikit ketakutan dan mengusap-usap lengannya sendiri.


Lexi melihat itu dan merangkul istrinya.


"Jangan takut disini aman ada aku disini"ucap Lexi lembut.


Kimi hanya mengangguk saja.


Beberapa penjaga yang berjaga disana mempersilahkan tuan dan nyonya mereka untuk masuk.


Dan mereka pun melangkah masuk kedalam rumah tersebut dan betapa terkejutnya Kimi saat sampai disana melihat seseorang yang sangat dia kenal,air matanya langsung luruh seketika ketika melihat keadaan orang tersebut.


"Papah..."Kimi langsung menghambur mendekati papahnya yang kondisinya sudah tak karuan karena penyiksaan dari anak-anak buah Lexi.


"Kak...kenapa papah seperti ini?"Tanya Kimi panik.


"Papah pantas mendapatkannya Kimi,papah pantas mendapatkan hukuman ini hiks...maafkan papah sayang...karena papah kau hampir mati"ucap Glen dengan penuh sesal.


"Hiks...papah kenapa papah mau membunuh suami ku?kami saling mencintai papah,bahkan saat ini aku sedang mengandung anaknya"ucap Kimi lirih.


"Hem..."Kimi dengan mudahnya memaafkan papahnya padahal laki-laki ini lah yang membuatnya meregang nyawa kemarinnya.


"Kak...lepaskan papah kak...ku mohon"Kimi memohon pada Lexi dengan wajah penuh mengiba.


Lexi mengehela nafas dalam sebelum berbicara.


"Elu dengar Glen...anak lu minta elu di lepasin orang yang hampir mati gara-gara perbuatan gila elu minta elu di bebasin,lu fikir itu,betapa mulianya hati anak lu setelah semua kepedihan yang elu kasih ke dia"ucap Lexi penuh penekanan.


"Apa elu peduli gitu sama masa sekolahnya nggak kan?elu nggak pernah dateng ke sekolah saat dia bikin kasus sama teman-temannya,elu nggak pernah dateng saat dia meraih prestasi membanggakan memenangkan sebuah kejuaran karate meski itu hanya tingkat nasional ck...fikir itu Glen"


Glen menangis saat mendengar semua perkataan Lexi karena semua yang di katakannya adalah benar,Glen selalu sibuk bekerja dan tak pernah tahu apa saja yang di lakukan Kimi saat di sekolah,dia selalu menyuruh asistennya untuk mengehadap ke sekolah bila Kimi terlibat kasus dengan temannya.


"Hingga hal gila elu malah ngejual dia sama seorang mafia kaya gue cuma demi mempertahankan perusahaan elu dasar egois lu,dan lebih parahnya elu hampir matiin anak elu sendiri ckckck parah bener-bener parah ayah macam apa elu ini Glen...Glen..."ucap Lexi panjang lebar.


Lexi menarik tangan Kimi agar menjauh dari Glen.


"Jangan dekati dia lagi,dia itu nggak pantas di sebut papah orang egois macam dia yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri nggak pantas punya anak sebaik kamu"ucap Lexi pada Kimi.


"Tapi kak"

__ADS_1


"Aku tak ingin mendengar kamu membantah,aku akan melepaskannya sekarang juga karena kamu yang menginginkannya,tapi aku tak mau melihat mu berhungan lagi dengan si tua bangka ini"ucap Lexi kesal.


"Tapi dia papah ku kak papah kandung ku"Kimi menolak permintaan Lexi untuk tidak berhubungan dengan papahnya lagi.


"Kalau aku bilang tidak ya tidak sayang...mengertilah dia yang sudah menorehkan banyak kesedihan di hati mu"Lexi mencoba menjelaskan kepada Kimi.


"Aku tahu kak tapi tetap saja dia papah ku,papah kandung ku kak di dalam diri ku mengalir darahnya"Kimi mencoba membujuk Lexi.


Lexi menghela nafasnya dalam dia berfikir semua yang di katakan istrinya ini sangat benar biar bagaimana pun Glen adalah ayah kandungnya sebegitu tegakah dia memisahkan anak dari ayahnya sendiri,bagaimana bila hal itu terjadi pada dirinya sendiri di masa depan nanti,begitulah fikirnya karena sebentar lagi dia pun akan menjadi seorang ayah.


"Baikalah kalau begitu tapi aku tak sudi mengakui dia sebagai mertua"ucap Lexi kesal.


"Shadow....Jhon..."panggil Lexi pada kedua anak buahnya yang berjaga disana.


"Bawa si bangsat ini kerumah sakit obati semua lukanya disana"ucap Lexi penuh kesal.


Shadow dan Jhon pun membawa Glen keluar dari markas dan membawanya ke rumah sakit.


"Tarima kasih tuan"ucap Glen pada Lexi.


"Jangan berterima kasih sama gue bilang sama anak lu tuh"Lexi kesal.


"Kimi sayang terima kasih nak"ucapnya Lirih.


"Iya pah...Kimi minta papah jangan melakukan hal buruk lagi pah Kimi mohon"Kimi memohon pada Glen.


Dan Glen hanya mengangguk saja.


Setelah kepergian Glen Lexi langsung mengajak Kimi kembali ke mobil dan membawanya entah kemana,di sepanjang Jalan wajah Lexi tak berubah dia masih terlihat kesal,bahkan Kimi sampai takut untuk mengajaknya berbicara.


Mobil memasuki area pantai di sebuah kota,dan Lexi menghentikan mobil di sisi pantai dan mengajak Kimi turun dan duduk di atas pasir putih pantai tersebut.


Kimi masih diam tak berani bicara.tapi tak lama Lexi mulai berbicara padanya.


"Sayang maafkan aku,karena berbicara kasar pada papah mu,jujur aku masih belum bisa memaafkannya"ucap Lexi menatap wajah istrinya.


Kimi hanya mengangguk saja dia mengerti Lexi memang selalu berbicara kasar pada semua anak buah dan bahkan pada sahabat-sahabatnya,sedikit-demi sedikit Kimi mengerti sifat Lexi.


Benar apa kata sahabat-sahabatnya kalau Lexi itu orang yang sangat cuek dan asal saja bila berbicara,tapi itu hanya bila dirinya bersama mereka tapi entah kenapa bila dengan Kimi dia seolah berbeda menjadi seorang yang lembut dan tak pernah kasar padanya. Kadang Kimi bingung yang mana sifat Lexi yang sebenarnya karena seolah Lexi mempunyai dua kepribadian.


...🦋🦋🦋🦋🦋...

__ADS_1


__ADS_2