Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Ulet Bulu


__ADS_3

Kimi berusaha melawan King dengan tenaga yang tesisa tapi itu sia-sia King berhasil menyuntikan sesuatu ke tangan Kimi.


"Mari kita bermain sayang...kau pasti akan menikmati ini hahaha"King tertawa jahat.


Dia mulai membuka pakaiannya,dan juga melepaskan baju seragam Kimi.


Kimi merasa ada sesuatu yang aneh dalam tubuhnya saat setelah King menyuntikan sesuatu ketangannya.


"Akh...kenapa badan ku terasa panas ah..."gumam Kimi tanpa sadar.


King mulai menyentuhnya dan menanggalkan seragam sekolah Kimi tinggallah kaos dalam yang transparan membentuk badan dan penutup dadanya yang berwarna pink itu terospose oleh King membuat jiwa kelaki-lakiannya bangkit.


"Kau sungguh menggoda sayang"King membelai lengan Kimi.


Dan Kimi merasakan sesuatu yang tidak pernah ia raskan.


"Ah..."suara Kimi keluar dengan sendirinya saat mendapatkan sentuhan King.


"Suara mu merdu sayang"bisik King nakal.


"Jangan sentuh aku,aku mohon"Kimi memohon.


Tapi itu membuat King betambah semangat dan semakin tidak sabar ingin menyentuh Kimi lagi.


Tapi saat dia merobek kaos dalam Kimi.


Brak...


"Anjing...mau elu apain istri gue setan"Lexi murka dan langsung menarik pelatuk pistolnya.


Dor.


Peluru langsung menembus dada King dan King langsung jatuh dengan darah mengalir dari dadanya.


Lexi langsung berlari ke arah istrinya dan melepaskan kemeja yang dia kenakan dan langsung memasangkannya ke tubuh Kimi.


Tapi saat Lexi menyentuh kulit Kimi,keluarlah suara ******* Kimi.


"Ah...kak...badan ku aneh ah..."ucap Kimi.


Lexi langsung membelalakan matanya saat mendengar suara Kimi yang seperti itu.


"Ayo kita pergi dari sini"Lexi langsung menggendong istrinya di depan.


Dan Rey menemukan suntikan di bawah ranjang.


"Tuan sepertinya nyonya muda di berikan obat perangsang oleh King"ucap Rey menunjukan suntikan kehadapan Lexi.

__ADS_1


"Dasar anjing burik,kurang ajar berani-beraninya dia,untung kita datang tepat waktu kalo nggak,nggak tahu apa yang terjadi sama Kimberly"ucap Lexi geram.


"Kak...ah..."Kimi jadi menggeliat di gendongan Lexi.


Lexi bingung sendiri.


Dan langsung membawa Kimi masuk kedalam mobil.


Dan dia langsung menelpon Ricard.


"Cepat datang kerumah"ucap Lexi dan langsung menutup saluran telpon tanpa membiarkan Ricard bertanya ada apa.


"Rey cepat Rey..."Lexi langsung menyuruh Rey mengebut di jalan.


Dan Rey pun mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi bagaikan cahaya.


Tapi di dalam mobil Kimi yang sudah dalam pengaruh obat perangsang terus menggerayangi Lexi yang saat ini hanya memakak kaos dalam saja.


"Kak...tubuh mu bagus sekali,seksi"ucap Kimi entah itu sadar atau tidak dia menggoda Lexi.


Bahkan saat itu dia juga ingin membuka kemeja yang telah di pakaikan Lexi padanya.


"Sayang...sabar ya...tenang ya...Ricard akan mengobati mu nanti di rumah"ucap Lexi lembut padahal yang di bawah sana dia juga sudah bangun karena sentuhan dan suara Kimi.


Kimi yang dalam pengaruh obat sangat kuat itu langsung duduk di pangkuan Lexi menghadap ke depan Lexi menduduki bawah perut Lexi.


Rey yang mendengar itu menahan tawa dia tahu apa yang di maksud Kimi.


"Jangan ketawa lu setan...cepet lu bawa mobil jangan kaya bawa bekicot njir..."maki Lexi pada Rey.


"Sayang sabar ya...tenang ya..."Lexi masih berusaha tenang setenang mungkin,meski yang di bawah sana sudah meronta-ronta meminta makan.


"Kak...kau tampan sekali,muach aku mencintai mu"Kimi semakin ngawur dan mengecup bibir Lexi.


Lexi semakin pusing dengan istrinya.dia tahu Kimi hanya sedang terpengaruh obat hingga dia berusaha bersabar,meski istrinya terus bergeliat di depannya.


"Kak...panas...aku mau buka baju"ucap Kimi.


Sudah mulai melepas kancing kemeja yang kebesaran itu.


"Astaga sayang jangan ya...ada Rey disini malu" Lexi langsung mencegah tangan Kimi yang ingin membuka kancing.


"Tapi panas sekali disini kak ah..."Kimi trus mengeluarkan suara-suara menggoda dari mulutnya membuat Lexi pusing bukan kepalang.


Di tambah lagi saat ini Kimi tak mau pindah dari pangkuannya.


Buk...

__ADS_1


Lexi menendang bangku kemudi.


"Cepat njir...elu itu bawa mobil apa bawa keong sih Rey"Lexi kesal.


Rey hanya menggeleng pelan saja.


"Cepet Rey...istri gue udah kaya ulet bulu begini"Lexi terus mengoceh dan Rey hanya mengangguk saja.


Melihat bosnya kuwalahan menghadapai istrinya yang terus mengeliat dan menggodanya untuk pertama kali baru kali ini Lexi kuwalahan dengan wanita di hapannya.


Kimi terus menggeliat dan mencumbui Lexi bahkan saat ini dia mengecup leher Lexi hingga meninggalkan bekas tanda merah disana dan dengan suara yang terus mendesah.


"Kak tolong aku kak...badan ku aneh hiks..."Kimi mulai menangis sebenarnya dia tidak menginginkan ini tapi tubuhnya dan fikirannya tidak bisa di ajak kerja sama hingga reaksinya sangat bertentangan.


"Iya kau diam ya...kita sedang menuju rumah dan kau akan di obati oleh Ricard,sekarang diam ya..."Lexi dengan selembut mungkin berbicara dengan Kimi.


Mobil pun sampai di halaman rumah dan Ricard sudah berada disana Lexi langsung membawa Kimi ke kamar dan meletakannya di ranjang.


"Ricard cepat obati istri gue"perintah Lexi.


Ricard bingung karena dia tak tahu harus bagaimana mengobati nyonya mudanya ini karena Lexi tidak mengatakan apa-apa saat menelpon tadi hanya menyuruhnya segera datang itu saja.


"Kenapa malah bengong cepat elu obatin istri gue dia di suntik obat perangsang sama King Ricard cepat?!"Lexi kesal karena Ricard malah bengong.


"Maaf tuan saya tidak tahu kalau nyonya keadaannya seperti ini,jadi saya tidak membawa obat penawarnya"jelas Ricard.


"Dasar bego"Lexi kesal.


Dan malah memukul wajah Ricard.


"Terus gue harus gimana ngobatinnya?"Lexi frustasi dia sampai mengacak-acak rambutnya sendiri.


"Anda yang harus mengobatinya tuan,hanya anda obat terampuhnya saat ini"jelas Ricard.


"Apa nggak ada cara lain?"tanya Lexi kesal dia masih tidak ingin melakukan itu pada Kimi yang masih belia.


"Ada... coba anda rendam nyonya dalam kolam renang untuk menghilangkan efeknya"jelas Ricard.


Lexi pun langsung menggendong Kimi dan membawanya ke kolam renang dan merendamnya disana.


"Kira-kira berapa lama efeknya akan hilang?"tanya Lexi yang sudah pusing.


"Tergantung dosis yang di berikan tuan,bila dosis terlalu besar maka tidak akan hilang begitu saja tanpa obat penawarnya"jelas Ricard yang pipinya sudah lebam karena pukulan Lexi.


"Sekrang elu balik ke rumah sakit ambil obat penawarnya,cepet?!"Lexi kesal dia juga tidak mungkin membiarkan istrinya berendam di kolam renang lama-lama bisa-bisa sakit nanti Kimi fikirnya.


...🦋🦋🦋🦋🦋...

__ADS_1


__ADS_2