Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Empat Ibu


__ADS_3

Setelah acara pemakaman selesai Lexi kembali ke rumah dengan hati yang masih sedih,dia masih tak percaya Kimi meninggalkannya begitu cepat.


Lexi melangkah ke kamarnya dan duduk.di sofa,bayangan Kimi terlihat jelas di sana,dia ingat saat pertama kali Kimi di bawa ke kamarnya dan memberontak melawannya saat mengetahui akan di nikahi oleh Lexi,dan berbagai macam bayangan lagi.semua kenangan Kimi terlihat jelas di benak.Lexi.


Lexi menangis mengingat itu semua,mengingat bagaimana pertama kali dia di panggil ke sekolah hanya karena istri kecilnya itu bertengkar dengan teman sekolahnya,awal pernikahan yang sangat merepotkan dan memusingkan bagi Lexi saat itu.


Namun Lexi akhirnya memahami Kimi melakukan itu semua bukan tanpa alasan tapi karena Kimi kekurangan kasih sayang dan pethatian dari orang tuanya,hingga dia mempunyai sikap yang arogan dan manja.


Saat Lexi sedang mengingat semua kenangan bersama Kimi,di pintu kamar yang memang tidak di tutup muncul kedua sahabatnya mereka menghampiri Lexi,tapi Lexi tak menghiraukan mereka berdua dia masih mengingat semua kenangan bersama istrinya.


"Lex...kita turut bersedih,tapi kita kesini bukan cuma mau nyampein bela sungkawa doang tapi mau kasih ini"Tari memberikan sebuah flash disk pada Lexi.


"Ini amanat Kimi sebelum dia meninggal Lex"sambung Tari.


Lexi langsung memandang wajah sahabatnya itu dengan tatapan tajam.


"Jadi elu tahu dia bakalan mati gitu?!"tanya Lexi tegas.


"Jadi sebenarnya bukan tahu Lex,tapi prediksi dokter waktu itu pas gue nganter Kimi.periksa waktu elu minta bantuan gue karena elu nggak sempet nemenin dia"jelas Tari.


"Tapi kenapa elu diam ajah Tari...hah....!"bentak Lexi.


"Kimi cegah gue ngelarang bilang ke elu,dia nggak mau gugurin kandungannya Lex waktu itu,karena elu sangat pengan punya anak dari dia begitu katanya"jelas Tari.


"Tapi kalau tahu dia bakalan mati karena ngelahirin anak sialan itu gue bakalan minta dia gugurin itu anak bego"maki Lexi.


"Tapi Lex...perasaan seorang ibu itu beda Lex,dia sayang sama anak itu dia pengen anak itu hidup meski dia harus mati Lex"jelas Tari.

__ADS_1


"Ah....omong kosong apa itu,udah tinggalin gue sendirian gue nggak mau lihat elu berdua,dua orang yang paling gue percaya di dunia ini tega-teganya ngerahasian hal penting begini sama gue pergi elu berdua PERGI?!"teriak Lexi di akhir katanyanya.


Tari dan Reka pun melangkah pergi meninggalkan Lexi sendirian di kamarnya mereka berusaha mengalah karena mereka tahu hati Lexi saat ini sedang tidak baik,apa pun yang akan mereka katakan tak akan di dengarkannya.


Hingga hati terus berlalu,Lexi masih larut dalam kesedihannya dan tak memikirkan Bryan dimana,dengan siapa,sehat atau tidak dia tak perduli sama sekali,padahal ini sudah dua minggu setelah kematian Kimi tapi Lexi sama sekali tak pernah mengingat anak kandungnya sama sekali.


Hingga hari ini saat dirinya selelsai meeting di kantor,Lexi sudah aktif dalam memimpin perusahaan lagi setelah seminggu dintinggal Kimi namun kesedihan masih menyelimuti Lexi,tak ada yang bisa menghiburnya entah apa yang bisa menghiburnya saat ini.


"Rey...gue mau balik kerjaan udah selesai semua kan?"ucap Lexi pelan pada asistennya itu.


"Baik tuan saya akan siapkan mobil"Rey pun keluar ruangan Lexi dan mengambil mobil di area parkir.


Saat sampai pintu utama kantor Lexi langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang,wajahnya melihat ke arah jendela di bagian kanannya,melihat pemandangan jalan yang nampak asri saat itu.


Ketika mobil yang di kendarai Lexi telah tiba di halaman rumah Lexi langsung masuk ke kamarnya dan tidur di kamarnya tanpa mengganti pakaian dan juga tanpa melepas sepatunya,dia tidur dengan posisi terngkurap.seolah dia sangat lelah menjalani hari-hatinya.


Lexi terlelap hingga malam tiba.


Lexi keluar kamarnya dan masuk ke ruang kerjanya,saat di ruang kerja sudah menumpuk laporan yang harus di periksanya dan di tanda tanganinya.


Setelah selesai memeriksa dan menandatangni semua dokumen itu Lexi membuka laptopnya dan ingin memasukan data yang ada di email masuknya,dia mencari flash disk yang dia simpan di lacinya.


Dia melihat ada dua flash disk dengan bentuk dan warna yang sama.


dia asal mengambil saja dan memasangkannya ke sambungan USB di laptopnya saat telah tersambung Lexi bingung saat melihat hanya ada satu folder file disana dengan tulisan kesayangan Kimi.


Lexi lalu membuka folder itu dan munculah video Kimi.

__ADS_1


Ait matanya luruh saat melihat wajah istrinya kembali,wajah yang selalu ceria dan senyum yang selalu merekah itu terlihat jelas kembali.


"Hai...kakak...saat kakak lihat video ini kungkin aku sudah tidak ada di sisi mu lagi,maaf karena aku harus pergi menyusul ibu lebih cepat,tapi kak aku sangat menyangi Bryan aku sangat menginginkannya hidup,kak...aku mohon pada mu jangan marah karena aku merahaisakan semua ini dari mu,kehamilan ku memang beresiko tapi aku ingin bayi ku hidup dan tumbuh besar,ku mohon rawat dan didiklah Bryan dengan sepenuh hati mu seperti kau yang sangat mencintai ku kak...maaf karena aku tidak bisa menemani kalian lebih lama maafkan aku,aku sangat mencintai kalian berdua lebih dari diriku sendiri semoga kalian berdua bisa saling menyangi dan menjaga layaknya ayah dan anak,Bryan ibu sangat menyangi mu sayang....hiks...maaf ibu tak bisa membesarkan mu tapi berjanjilah kau akan menjadi anak yang penurut dengan ayah mu,jangan jadi anak nakal ya sayang...kak...aku serahkan Bryan pada mu ya...karena aku yakin hanya kau yang bisa membesarkannya dengan penuh kasih sayang...aku mencintai kalian"


Video berakhir Lexi sesegukan setelah melihat video tersebut dia tak percaya kalau istrinya benar-benar rela berkorban hanya demi anak yang dia anggap sial,Kimi begitu mempercayai dirinya untuk membesarkan Bryan seorang diri.


"Hiks...sanggupkan aku membesarkan anak itu sendirian tanpa mu sayang..."Lexi menunduk dahinya bertumpu pada kedua tangannya bahunya bergetar dia menangis sendirian di ruang kerjanya.


Lexi mengehela nafasnya dan berusaha mengendalikan emosinya lagi,setelah itu dia menelpon Rey.


"Rey cari Bryan bawa kesini"ucap Lexi dan langsung memutus sambungan telpon tanpa membiarkan Rey bicara lagi.


Setelah satu jam.


Rey menelpon Lexi kembali.


"Ada apa sudah ketemu belum anak gue?"tanya Lexi.


"Sudah tuan tapi ke empat ibunya ini tidak memberikannya pada ku malah aku di pukuli habis-habisan oleh mereka aw...aw..."ucap Rey di telpon dan sepertinya masih di pukuli oleh seseorang disana.


"Aw....aduh...ampun nyonya aw....."ucap Rey di telpon.


"Astaga Rey...elu ini mantan mafia kalah sama perempuan, elu bilang di mana elu sekarang biar gue yang kesana"ucap Lexi kesal.


"Disini..."terdengar suara empat wanita di sambungan telpon tersebut.


"Oh...astaga ternyata mereka"gumam Lexi yang langsung tahu siapa wanita-wanita yang menjadi ibu dadakan anaknya itu.

__ADS_1


Tanpa fikir panjang Lexi berlari dan mengambil kunci mobilnya bahkan dia masih mengenakan piyama tidurnya menuju tempat yang sangat dia ketahui.akankah salah satu dari ke empat ibu dadakan Bryan menjadi ibu pangganti untuk Bryan?.


...🦋🦋🦋🦋🦋...


__ADS_2