Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Satu Hal


__ADS_3

"Cepat jalannya Rey elu ini ngendarin mobil apa ngendarian keong sih"bentak Lexi pada Rey yang sudah memacu mobil dengan kecepatan penuh tapi masih saja di anggap seperti siput oleh Lexi.


"Tuan tenanglah nyonya muda akan baik-baik saja"Ricard berusaha menenangkan Lexi.


"Diam lu,elu belum pernah punya istri bagaimana elu bisa faham perasaan gue yang khawatir,kalau sampai kenapa-kenapa sama istri gue... gue bakalan hancurin mereka bagaikan debu,sialan kenapa bisa kecolongan begini sih"Lexi terus mengomel.


Rey dan Ricard hanya bisa menggeleng kepala pelan saja memaklumi kelakuan bosnya yang sedang menghawatirkan istrinya,mungkin mereka juga akan melakukan hal yang sama bila itu terjadi pada mereka.


Rey memacu mobil dengan kecepatan tinggi melebihi batas maximal mobil itu benar-benar melesat bagaikan kilat.


Mobil pun tiba di sebuah mansion yang di jadikan markas oleh kelompok King.


Lexi dengan gila langsung menyerang markas tersebut,suara tembakan terdengar saling bersahutan.


"Tuan King...Lexi dan kelompoknya telah datang tuan"ucap salah satu anak buah King.


"Ck...mengganggu saja kesenangan ku,padahal aku belum puas bermain dengannya"ucap King kepada anak buahnya.


Sementara Kimi menangis sesegukan karena bajunya sudah tak karuan dan sobek dibeberapa bagian.


King meninggalkan Kimi sendirian di kamarnya.


"Rey ambil alih semuanya gue mau cari istri gue"Lexi berlari menaiki tangga seolah dia tahu kalau istrinya di tahan di atas.


"Astaga tak ku sangaka kau begitu cepat datang kesini,padahal aku masih belum puas bermain dengannya"ucap King.


Lexi yang mendengar hal itu langsung menyerang King.


"Lu apain istri gue Njing..."Lexi marah sangat marah matanya pun sudah berubah menjadi merah.


"Gue cuma senang-senang ajah kok sama dia sama kaya elu"ucap King santai meski ujung bibirnya sudah mengeluarkan darah segar.


"Bangsat gue ajah belum nyentuh dia elu udah berani-beraninya anjing sialan lu"Lexi terus memukul dan memaki King.


Hiks...hiks....


Terdengar rintihan isak tangisan di sebuah kamar,Lexi langsung lari ke kamar tersebut dan betapa terkejutnya dia saat mendapati keadaan istrinya yang sangat mengenaskan.


Wajah Kimi lebam,bajunya sobek-sobek kaki dan tangannya di ikat.


Lexi langsung berlari ke arahnya dan langsung melepaskan ikatan di kaki dan tangan Kimi.


Lexi langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat.


"Maafkan aku karena aku terlambat"ucap Lexi penuh sesal.


"Huwaaaaaaa hiks...hiks....aaaaaa kak orang itu kurang ajar kak,dia menggerayangi tubuh ku dan mencium ku dengan paksa hiks...hiks..."Kimi histeris.


Lexi semakin marah saat mendengar ucapan istrinya perlakuan King padanya.


"King...SIALAN....gue bunuh lu bangsat"teriak Lexi.


Lexi lalu membawa keluar Kimi dari kamar tersebut dan mencari keberadaan King,King sudah lari entah kemana sedangkan Rey dan Ricard masih sibuk dengan anak buah King.

__ADS_1


"Rey...Ricard kita pergi dari sini,cari King sampai dapat gue mau bunuh dia karena udah berani nyentuh istri gue"ucap Lexi penuh kemarahan.


Lexi,Kimi,Rey dan Ricard keluar dari markas King dengan tembakan yang masih bersahutan.


Mereka langsung masuk kedalam mobil dan Rey langsung memacu mobil dengan kecepatan kilat.


"kita kerumah sakit istri gue butuh perawatan"ucap Lexi.


Kimi masih sesegukan memeluk tubuh Lexi.


Rey membawa mobil menuju rumah sakit pribadi milik Lexi,disana Kimi mendapatkan perawatan khusus.


Ricard dan Rey melihat kemarahan di mata Lexi kali ini tidak ada ampun bagi King,karena telah berani menyentuh Kimi,melihat penampilan Kimi saat di bawa oleh Lexi tadi membuat mereka juga marah kepada King.


"Tak akan gue biarkan King bebas begitu saja"Lexi mengepalkan tangannya keras.


Dia lalu menyebar semua anak buahnya untuk menangkap King dengan cepat,dia benar-benar akan membunuh pria itu.


dokter yang memeriksa Kimi keluar dari ruangannya.


"Bianca bagaimana keadaan istri gue?"tanya Lexi cemas.


"Dia mengelami trauma tuan dan beberapa luka lebam di beberapa bagian tubuhnya karena sepertinya istri anda menglami kekerasan fisik,anda bisa masuk tuan istri anda menanyakan anda"jelas Bianca.


Lexi langsung merangsek masuk keruangan tersebut dan melihat istrinya yang tergeolek lemas di tempat tidur.


"Kimberly..."sapa Lexi lembut.


Lexi membelai rambutnya dan mengecup pucuk rambut gadis itu.


"Shuuushuuu sudah tenanglah aku ada disini aku akan menjaga mu"ucap Lexi.


"Hiks...hiks...aku takut kak....jangan tinggalkan aku kak....hiks aku takut...dia itu menakutkan kak....hiks...."Kimi menangis di pelukan Lexi.


Lexi terus memeluk kepala istrinya,dia merasa bersalah pada Kimi karena membiarkannya sendirian tadi seharusnya dia menugaskan beberapa anak buahnya untuk menjaga istri kecilnya ini bila sedang tidak bersama dengan dia,hingga hal buruk seperti ini pasti tak akan di alami oleh Kimi.


"Maafkan aku ya...aku janji pada mu aku tidak akan meninggalkan mu lagi sayang,jadi jangan menangis lagi jangan takut lagi ya...ada aku disini"Lexi menangkup wajah istrinya air matanya menetes keluar tanpa dia mau dia tak sanggup melihat istrinya seperti ini.


Cup.


Lexi mengecup sekilas kening Kimi.


"Tenang ya..."Lexi memeluk tubuh istrinya lagi.


Kimi yang kelelahan pun akhirnya tertidur di pelukan Lexi.


Rey dan Ricard yang melihat bagaimana Lexi sangat menyangi istrinya itu jadi terbakar emosinya mereka akan mencari King dan juga mencari penghiyanat di kantor yang membiarkan orang luar masuk begitu saja ke area kantor.


"Tuan anda menjaga Nyonya muda saja,urusan King dan penghiyanat serahkan saja pada kami"ucap Rey.


"Bila kalian sudah menangkap King serahkan dia pada gue biar gue sendiri yang membunuhnya,kalian lihat kan bagaimana kacaunya istri gue saat ini"Lexi membelai wajah mungil Kimi yang sedang telelap.


"Baik tuan"ucap Rey dan Ricard berbarengan.

__ADS_1


Malam harinya saat Kimi terbangun dari tidurnya dia mencari keberadaan Lexi yang tak tahunya Lexi sedang tertidur di kursi di sebelah kasurnya.


Kimi tersenyum melihat wajah tampan suaminya,dia ingat betul tadi Lexi memanggilnya sayang.


Kimi turun dari kasurnya dan entah kenapa gadis kecil itu duduk di pangkuan Lexi dan memeluk tubuh besar itu,hingga Lexi terbangun karena terkejut.


Lexi lalu tersenyum pada Kimi dan membalas pelukan istrinya itu.


"Kak...terima kasih karena telah menolong aku,bila kau tak cepat datang aku tak tahu akan terjadi apa lagi pada ku saat itu"ucapnya lembut.


Lexi membelai rambut istrinya dan mengecup kepalanya lagi.


"Kau home schooling saja ya sayang"ucap Lexi.


"Kenapa kak?"tanya Kimi.


"Di luar berbahaya sayang...terlalu banyak musuh ku disana,aku takut kejadian seperti ini terulang lagi"ucpa Lexi lembut.


"Tapi kalau belajar di rumah itu tidak seru kak"Kimi merengek.


"Oke baiklah tapi janji satu hal pada ku"


"Apa?"


"Jangan selalu berulah di sekolah,jangan bolos sekolah dan setelah lulus bersiaplah menjadi seorang ibu dari anak ku"


"ish...itu bukan satu hal tapi banyak hal"Kimi kesal hingga dia memukul lengan Lexi yang belum sembuh benar di tambah lagi tadi dia bertarung lagi maka luka itu akan lebih lama lagi sembuhnya.


"Aw..."Lexi kesakitan saat Kimi memukul lengannya yang masih sakit.


"Kakak kenapa,tumben banget baru aku pukul begitu saja kakak teriak"tanya Kimi bingung.


"Eh...tidak apa-apa sayang aku hanya kaget saja,kau istirahat lagi ya..."Lexi mengangkat tubuh Kimi dan memindahkannya ke kasur membuat lengannya semakin sakit tapi rasa sakitnya di sembunyikan olehnya.


Tapi dia tidak bisa menyembunyikan itu lebih lama karena luka itu terbuka lagi dan mengeluarkan darah hingga menembus kemeja yang di kenakan Lexi.


Kimi yang melihat itu langsung panik.


"Kakak lengan mu berdarah,kakak itu sebenarnya kenapa?apa kakak terluka saat menolong ku tadi?"Kimi cemas.


"Tidak sayang ini bukan karena kamu,Ricard....Ricard..."Lexi memanggil Ricard agar datang ke ruangan tersebut.


Ricard segera datang,Lexi meminta lukanya di obati lagi karena sepertinya luka itu terbuka lagi.


Tapi Kimi penasaran apa yang menyebabkan lengan suaminya itu terluka.


"Tidak apa-apa nyonya muda,tuan hanya tergores sedikit"Ricard berbohong.


"Kau bohong mana ada luka gores seperti itu?apa kalian ini tidak bisa membedakan luka gores dengan luka dalam?kemarin saat tangan ku hanya tergores kalian bilang itu luka parah,sekarang lengan kak Lexi terluka parah sungguhan kalian bilang itu luka gores,astaga kalian ini pernah sekolah atau tidak sih"omel nyonya muda.


Untuk pertama kalinya Ricard di omeli oleh nyonya mudanyanya ini,rasanya Ricard ingin menangis saja karena dia anggap tidak ber pendidikan oleh nyonya mudanya padahal dia seorang dokter dengan nilai terbaik saat di kampusnya.


...🦋🦋🦋🦋🦋...

__ADS_1


__ADS_2