
Mobil yang di kendari Lexi berhenti disuatu tempat yang sangat tidak asing baginya,sebuah ruko laundry tempat dia dan kedua sahabatnya selalu menghabiskan waktu bersama di saat muda dulu.
disana juga terpakrkir mobil Rey.
"Dasar....perempuan maunya apa sih elu pada"gumamnya saat dirinya turun dari mobilnya dan berjalan menuju ke depan ruko tersebut.
Langkahnya cepat bahkan dirinya hanya memakai sandal rumah saja.
"Woi...Reka....buka pintunya mana anak gue"Lexi menggedor pintu ruko tersebut hingga menumbulkan kebisingan.
"Eh...udah dateng dia"ucap Tari pada Reka dan kedua wanita lainnya.
Serk....
Pintu ruko terbuka di buka oleh Reka.
"Mana anak gue"Lexi langsung merangsek masuk kedalam ruko.
"Dasar nggak punya adab lu,dah bikin ribut masuk nggak permisi"celetuk Reka.
"Ck...gue mau ambil anak gue,mana Bryan?"Lexi kesal.
"Kita nggak akan kasih Bryan sama elu,takut elu ngapa-ngapain dia nantinya"Reka menghalangi jalan Lexi untuk masuk lebih dalam lagi.
"Heuh...gue ayahnya gue lebih berhak dari siapa pun"Lexi menggeser tubuh Reka agar minggir dan tak menghangi jalannya,dia lalu berjalan menaiki tangga karena dia yakin anaknya ada di lantai dua ruko ini.
"Baru sadar lu kalo elu ayahnya?kemarin elu bilang dia anak sial"singgung Reka.
Lexi sempat menghentikan langkahnya saat Reka berkata seperti itu tapi beberapa detik kemudian dirinya melangkah lagi menuju lantai dua dan disana sudah ada Rey yang babak belur dan ketiga wanita yang lain.
Mereka adalah Tari,Flo dan Bainca.
Lexi berdecak melihat ketiga wanita itu menghadang jalannya untuk mengambil anaknya.
"Mana anak gue"ucap Lexi kesal.
"Maaf tuan kami tidak bisa memberikan tuan muda pada anda bila anda masih menganggapnya anak sial"ucap Flo memberanikan dirinya.
"Ck...tapi.gue ayahnya ayah kandungnya gue lebih berhak ngurus dia dari pada elu semua"bentaknya.
"Ya tapi kemaren kenapa elu anggap dia anak sial Lexi....elu baru sadar sekarang setelah lihat video Kimi kan?"singgung Tari.
__ADS_1
Lexi terdiam.
"Kalo sampe seumur hidup elu nggak.lihat video itu apa sampe seumur hidup juga elu nggak akan akui Bryan anak elu?"ucap Tari menahan emosinya.
"Nggak gitu Ri ya gue tetap butuh waktu untuk nerima semua ini elu nggak ngerti apa yang gue rasain,gue kehilangan ibu gue terus gue juga kehilangan istri gue secara tiba-tiba begini"Lexi kesal.
"Ya terus kenapa kemarinnya elu seolah gelap mata Lexi"Celetuk Reka.
"Ah...udah lah sekarang mana anak gue,gue harus jalanin amanat istri gue buat ngebesarin dia"Lexi sudah ingin menerebos pagar betis ke empat wanita ini.
Mereka masih tak rela memberikan Bryan pada Lexi,adu otot terjadi dengan Lexi hingga timbullah keributan di antara mereka.
Oooekkk ooeekkkk...
Bryan menagis karena mendengar kebisingan di ruangan tersebut.
"Anak gue nangis tuh ck minggir lu semua sialan"Lexi kesal hingga mendorong tubuh ke empatnya hingga ke empatnya terjatuh ke lantai.
Lexi lalu menggedong Bryan yang di letakan oleh mereka di sebuah kasur bayi di atas kasur besar.
"Byan...ini ayah nak...shuuuuushuuushuuu diam ya sayang"Lexi berusaha mendiamkan tangis bayi itu.
Dan tak lama bayi yang baru dua minggu itu pun terdiam di gendongan ayahnya.
"Rey...ayo elu bawa mobil gue,biarin mobil lu di bawa sama Flora dan Nabila"ucap Lexi yang salah menyebutkan nama kedua anak buahnya itu.
Mereka hanya menepuk dahi mereka saja karena bos mereka yang tak pernah ingat nama wanita lain selain istinya dan kedua sahabatnya ini.
Ke empat ibu dadakan itu membiarkan Lexi membawa Bryan setelah melihat Lexi sangat lembut pada bayi itu,mereka menyadari kalau mereka memang lebih berhak dari pada Lexi karena Lexi adalah ayah kandungnya dan mereka hanya menjaga Bryan untuk sementara di saat Lexi terpuruk sperti kemarin.
"Dah...Bryan...ibu akan merindukan mu"ucap Reka.
"Elu kalo mau ketemu Bryan dateng ajah ke rumah gue nggak larang elu semua buat sayang sama dia"ucap Lexi sebelum meninggalkan ruko.
Mereka berempat hanya tersenyum mendengar ucapan Lexi.
Rey dan Lexi pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun berjalan menuju tempat tujuan yaitu rumah Lexi.
Rey melihat ponsel Lexi yang melacak keberadaannya di GPS,Rey tersenyum saat melihat Lexi mengecup wajah bayinya terlihat wajah lega di wajah Rey saat melihat itu.
Beberapa bulan kemudian.
__ADS_1
Bryan tumbuh menjadi bayi yang sehat,dengan perawatan Lexi dan ke empat ibunya itu,Bryan menjadi anak yang sehat dan gemuk Lexi sangat menyangi putranya yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang istrinya.
Dan sore ini di akhir pekan Reka dan Tari menemuinya di rumahnya bersama anak-anak mereka.
Mereka pun mengobrol bersama di taman belakang rumah Byan di taruh di stroler bayi oleh Lexi agar bisa bermain dengan anak-anak sahabatnya.
"Lex...Bryan tumbuh sehat ya..."ucap Tari.
"Iya...makin hari makin berat badannya makin gendut nyusunya kuat makannyan juga banyak hahaha"Lexi tertawa.
Tari tersenyum melihat itu tawa kembali menghiasi wajah sahabatnya ini.
"Elu nggak cape ngeurus dia sendirian?"tanya Tari.
"Ya cape...tapi senang lihat anak tumbuh sehat begitu"
"Nggak mau nyari ibu pengganti buat Bryan?"tanya Tari.
Lexi melirik sahabatnya itu dengan sinis.
"Apa maksud elu?"tanya Lexi kesal.
"Ck...maksud gue biar ada yang batuin elu gitu ngurus Bryan pas elu kerja gitu"jelas Tari.
"Kan kalo kerja gue bawa dia,kalo lagi meeting gue titip dia sama sekertaris gue,gampang lah nggak usah pake nyari ibu juga gue bisa ngurus dia sendirian"jelas Lexi.
"Iya sih...elu bener tapi yang gue takutin nanti pas dia udah gedean dikit dia minta ibu gimana pas lihat teman-temannya punya ibu dia nggak punya gimana kasihan Lex takut sedih dia"Reka menimpali.
"Kan ada elu berdua ini yang jadi ibunya juga,apa elu berdua nggak sayang sama anak gue?"Lexi kesal.
"Sayang lah gila lu,kita sayang sama Bryan kita cuma ngingetin ajah gitu"ucap Reka.
"Gue nggak akan kawin lagi,cukup sekali buat gue Re...sekarang yang jadi tujuan hidup gue itu cuma Bryan dah nggak ada yang lain,dan gue minta bantuan elu berdua buat anggap anak gue kaya anak elu sendiri"pinta Lexi.
"Pastinya lah Lex..."ucap Reka dan Tari kompak.
"Tapi elu apa nggak tertarik gitu sma Flo atau Bianca mereka berdua kan cantik-cantik loh Lex"Tari nyeletuk lagi.
"Tari...."Lexi malas menyahuti ucapan Tari.
Reka dan Tari hanya tertawa kecil saja melihat reaksi temannya yang tidak mau menikah lagi.
__ADS_1
...🦋🦋🦋🦋🦋...