
Lexi bingung untuk menjawab pertanyaan Kimi sebab,dia belum mempersiapkan semuanya dia belum siap jujur kepada istrinya.
"Kak...kenapa diam?"tanya Kimi pelan.
"Eh...hem tidak apa-apa sayang,ayo kamu ingin ke kamar?"Lexi mencoba mengalihkan fikiran istrinya.
Kimi menggeleng.
"Jawab pertanyaan ku dulu kak,katakan yang sebenarnya semuanya"pinta Kimi dengan wajah memohon.
Lexi jadi serba salah dia bingung bagaimana cara menyampaikan semua kebenaran ini dan apakah Kimi akan merasa takut dengannya bila tahu siapa Lexi sebenarnya.
"Sayang aku akan mengatakan yang sejujurnya pada mu,tapi kau harus berjanji pada ku jangan pernah pergi dari ku apa pun yang terjadi"pinta Lexi.
Dan Kimi mengangguk pasti dengan wajah yang serius.
"Sebenarnya aku..."Lexi masih ragu dan Kimi menunggu Lexi berbicara sejujurnya.
Lexi menunduk.
"Aku..."Lexi menatap mata Kimi dalam.
"Aku ketua mafia sayang"akhirnya Lexi mengatakan itu.
Wajah Kimi langsung terlihat berubah,dia lalu berdiri dari sofa dan menggeleng kuat air matanya luruh seketika saat mengingat semua yang telah terjadi.
"Sayang...aku mohon jangan pergi sayang jangan tinggalkan aku,aku berjanji aku akan berhenti dari dunia hitam ini"Lexi panik melihat wajah istrinya berubah seketika.
Kimi berjalan cepat menuju kamar Lexi mengejarnya di tarik tangan istrinya tapi Kimi menolak bersamanya.
Kimi berlari ke kamarnya dan langsung mengunci kamarnya agar Lexi tidak masuk ke kamar.
Di dalam kamar Kimi menangis menangisi nasibnya yang sangat buruk fikirnya.karena bagaimana bisa papahnya begitu tega menjualnya kepada seorang mafia dan yang sangat Kimi tangisi sekarang dia telah mengandung benih pria tersebut,benih seorang penjahat,pembunuh berdarah dingin,namun dia juga telah jatuh cinta pada pria dewasa ini.
"Aaaaaaa"Kimi menangis histeris di kamarnya dia berteriak sekancang-kencangnya.
Lexi yang mendengar itu langsung panik dan mengetuk pintu kamar sekencang-kencangnya.
"Sayang kenapa sayang...buka pintunya sayang aku mohon kita bisa berbicara baik-baik kan sayang"Lexi mencoba membujuk.
Kimi terus menangis di dalam kamar dan memegangi perutnya karena dirinya begitu bernasib sial karena ulah papahnya yang sangat egois.
__ADS_1
"Hiks...aku harus bagaimana? Bagaimana aku menyelamatkan anak ku,dia pasti akan dalam bahaya bila aku terus berada disini"lirih Kimi dia memikirkan keselamatan anaknya.
Karena berpengalaman dirinya selalu dalam bahaya saat bersama Lexi,bahkan terakhir nyawalah yang menjadi taruhannya.
"Bahkan papah ku saja tak perduli dengan keselamatan ku,dengan nyawa ku apa lagi dia hiks...hiks..."Kimi langsung berfikiran buruk tentang Lexi.
Lexi terus mengetuk pintu kamarnya dia tidak mau mendobrak pintu tersebut karena dia takut Kimi semakin ketakutan bila dia melakukan itu.
"Sayang...buka pintunya sayang...kita bicara baik-baik ya...ku mohon jangan seperti ini sayang"Lexi lirih dan memohon dengan sangat pada Kimi agar dia membukakan pintu kamarnya.
Tak terdengar suara apa pun dari dalam kamar.
Hening...
Lexi jadi panik saat tak mendengar suara dari dalam kamarnya.
"Sayang...sayang buka pintunya sayang..."Lexi panik.
Dan tanpa berfikir lagi dia langsung mendobrak pintu dia tak memikirkan Kimi ketakutan atau tidak yang ada di fikirannya saat ini dirinya takut istrinya berbuat nekat,seperti bunuh diri misalnya.
Brak...
Pintu langsung terbuka lebar saat Lexi menendang dengan kekuatan penuh.
Lexi mencari kesetiap ruangan yang ada disana ruang ganti dan kamar mandi dia periksa semua tapi tak di ketemukan keberadaan istrinya.
Saat dirinya melihat ke jendela kamar dilihatnya pintu jendela terbuka dan ada untaian seprei yang menjulur ke bawah seperti tali.
"Sial dia kabur"Lexi panik dan berlari keluar kamar.
"Semuanya tutup semua pintu keluar nyonya muda ingin kabur,kamu dan kamu cari nyonya dia pasti masih berada disini"Lexi langsung berteriak dan memerintahkan semua yang bekerja disana untuk mencari keberadaan istrinya.
Semua pelayan dan penjaga langsung berpencar mencari keberadaan nyonya muda mereka.setiap sudut dari rumah itu mereka cari tapi tak mereka temukan keberaan Kimi dimana pun juga.
"Periksa cctv cepat"perintah Lexi.
Bahkan Lexi pun segera berlari ke ruangan cctv ikut mengecek keberadaan istrinya,dan betapa terkejutnya dia melihat rekaman cctv yang menampilkan istrinya yang sudah lolos dari penjagaan yang ada.
"Astaga anak itu kenapa sangat pandai sekali memanjat tembok"ucap Lexi saat melihat rekaman istrinya yang memanjat tembok.
Lexi berlari dan meraih kunci mobil dan ponselnya dia akan melacak keberadaan istrinya yang masih memakai cincin pernikahan mereka karena Lexi memasang cips GPS di cincin tersebut tanpa sepengetahuan Kimi.
__ADS_1
Lexi menjalankan mobilnya dengan pelan karena radar pelacak menunjukan keberadaan istrinya tak jauh dari rumahnya.
"Bersembunyi dimana dia?"gumam Lexi.
Sambil terus mencari keberadaan istrinya sesekali matanya melihat ke sisi jalan dan sesekali menatap layar ponselnya yang menunjukan titik yang terus berjalan.
Hingga titik merah itu berhenti di suatu tempat.
"Dapat"ucap Lexi saat melihat titik tersebut berhenti di suatu tempat.
Lexi langsung menepikan mobilnya dan mencari keberadaan Kimi.
Lexi celingukan pandangan matanya beredar mencari keberadaan istrinya.
Lexi menatap layar ponselnya lagi titik berhenti di suatu tempat,di balik pohon besar.Lexi menghela nafas dan mendekati pohon tersebut.
"Sayang pulang yuk..."ucap Lexi saat melihat sebuah bayangan di balik pohon tersebut.
"Kita bicarakan ini baik-baik di rumah ya..."ucapnya lagi.
Kimi masih bersembunyi di batang pohon yang besar itu.
Lexi akhirnya mendekat dan berada di depannya saat ini.
"Ayo pulang"Lexi meraih tangan istrinya.
Kimi menatap wajah suaminya yang tersorot lampu jalan,begitu lembut dan tampan sungguh sangat berbeda bila dia sedang menembak seseorang saat itu.
"Siapa kau sebenarnya om Lexi?"tanya Kimi pelan.
"Hemft...kenapa kau memanggil ku seperti itu lagi hem?"Lexi mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi dari istrinya.
"Aku ini ayah dari anak yang kau kandung masih saja kau memanggil ku begitu? Mau membuatku kesal hem?"tanya Lexi lembut.
"Ti...dak"Kimi gugup dia lalu menunduk.
Lexi meraih dagu istrinya dan mendongakan kearah wajahnya.
"Aku mencintai mu sayang"bisik Lexi saat itu dan tanpa aba-aba dia pun langsung mengecup bibir istrinya dalam dan lama,dan entah kenapa Kimi tak menghindar dia malah membalas ciuman itu,hatinya tak bisa berbohong dia sangat mencintai Lexi suaminya cinta pertama dalam hidupnya.
Kimi lalu memeluk tubuh besar itu,karena biar bagaimana pun orang inilah yang selalu menyelamatkan hidupnya dari mara bahaya,dialah pelindung bagi Kimi.
__ADS_1
Kimi baru menyadari itu.
...🦋🦋🦋🦋🦋...