
Sebuah mobil mewah berwarna putih melintasi jalan di pagi,mobil yang di kendari oleh Rey dan dr. Ricard mereka berdua menuju kantor Lexi untuk membicarakan pekerjaan yang tertunda.
Saat di jalan keduanya mengobrol dan sesekali tawa terdengar dari mulut mereka m,mereka tertawa karena mengingat bagaimana bos mereka berubah bila di hadapan sang istri yang note bane sangat muda itu.
Mobil sampai di area parkir kantor mereka berdua berjalan menuju ruangan Lexi,disana sudah ada Alika yang sedang bekerja.
Alika menyambut keduanya dengan ramah tapi wajahnya tiba-tiba berubah menjadi masam ketika melihat Lexi datang bersama Kimi,saat ini Kimi masih di skorsing oleh sekolah jadi Lexi mengajaknya ke kantor agar Kimi tidak keluyuran nggak jelas.
Kimi cemberut saja saat dia ajak oleh Lexi ke kantornya,dia tidak suka suasana kantor dia lebih suka suasana di luar sana,suasana kantor itu terlalu formal dan kaku menurut Kimi.
"Sudah dong jangan cemberut saja"ucap Lexi lembut dan mengelus dagu istrinya.
Kimi menghentakan kakinya membuat Lexi semakin gemas melihatnya.
Rey dan Ricard tersenyum melihat itu,sementara Alika semakin membara saat melihat Lexi sangat memanjakan istrinya di depannya.
Lexi,Rey dan Ricard pun masuk ke dalam ruangan bersama Kimi.
Saat di dalam ruangan.
"Kenapa anda membawa nyonya muda tuan?"tanya Ricard.
"Biar dia nggak keluyuran,dia masih di skor dari sekolahnya"ucap Lexi.
"Ck aku mau keluyuran kemana paling aku main ke toko roti tante Tari"protes Kimi.
"Nggak hari ini nggak kesana,hari ini kamu disini sama aku,kerjakan saja hobi mu itu"ucap Lexi.
Kimi masih cemberut saja.
"Nyonya tuan melakukan ini demi kebaikan anda"Rey mencoba membujuk nyonya kecilnya agar tidak cembert terus.
"Tapi aku tidak suka di kantor aku bosan"rengeknya.
"Tapi nanti setelah anda dewasa anda akan betah berlama-lama di kantor karena pekerjaan"jelas Rey.
"Tidak mau aku mau kerja di luar,menjadi wartawan agar aku bisa meliput berita terbaru,tentang penangkapan ******* misalnya"
"Hei...itu berbahaya jangan bekerja yang penuh bahaya seperti itu"sentak Lexi.
Astaga tuan bukankah pekerjaan anda juga berbahaya,bahkan saat ini kita akan membahas pekerjaan yang berhabahaya itu.
Batin Rey.
"Ck...pokoknya aku mau jadi wartawan,aku tidak betah berada di kantor dengan pekerjaan yang monoton"
__ADS_1
"Kata siapa bekerja di kantor itu monoton?"tanya Lexi menahan kesal.
"Kata aku"Jawab Kimi asal.
"Tuan sebaiknya Nyonya muda anda suruh ke kafetaria dulu kita akan membahas pekerjaan berikutnya"bisik Rey.
Karena mereka tidak mungkin membahas pekerjaan seperti di depan Kimi yang tidak tahu suaminya seorang ketua mafia.
"Kimberly kalau kamu bosan kamu bisa berjalan-jalan dan makan di kafetaria,nanti aku akan menyusul mu kesana,sementara aku akan meeting sebentar dengan Rey dan Ricard"jelas Lexi lembut.
"Banarkah asik...."Kimi terlihat senang saat dirinya di suruh keluar dari ruangan Lexi.
Kimi pun keluar dari dalam ruangan Lexi dan menuju ke lift dia akan turun dan ke kafetaria yang berada di lantai paling bawah.
Saat di sana dia memesan milk shake coklat kesukaannya dengan ketang goreng,dia duduk di meja di sudut ruangan tersebut sambil menggambar sketsa anime ciptaannya.
Saat sedang asik dengan dunianya sendiri seorang pria dewasa berjas hitam menghampirinya.
"Nona bisa anda ikut saya tuan Lexi memanggil anda"ucapnya.
Kimi mencebik dia kesal karena baru juga dia terbebas dari Lexi kenapa harus di panggil lagi sih,begitulah fikirannya.
Kimi pun mengikuti langkah pria itu dengan malas,tapi Kimi bingung saat dirinya diajak keluar dari daeran perkantoran bukan di ajak ke ruangan Lexi.
"Iya nona tuan akan meeting di luar bersama klien yang lain"ucap pria itu.
"Ooo begitu"Kimi pun mengikuti langkah pria tersebut memasuki mobilnya.
Tapi saat di dalam mobil dia tidak mendapati Lexi atau pun Rey disana.
"Kemana Kak Lex....."ucapan Kimi terhenti ketika obat bius di suntikan di lehernya.
Kimi tejatuh lemas di mobil tesebut dan mobil tersebut pun melaju meninggalkan area perkantoran Lexi.
Dua jam sudah berlalu Lexi telah selesai membahas pekerjaan yang akan di lakukannya nati malam bersama kelompoknya,dia ingin menyusul istrinya ke kafetaria.
Saat sampai disana dia tidak mendapati istrinya dimana-mana dia melihat ke sebuah sudut ruangan disana ada buku gambar Kimi yang tertinggal beserta makanan dan minuman yang sepertinya belum tersentuh.
Lexi langsung memeriksa cctv di ruangan tersebut,dia terkejut karena istrinya di ajak pergi oleh pria lain.
"Kurang ajar"Lexi marah karena dia tahu siapa yang membawa istrinya itu.
Lexi langsung memberitahukan Rey dan Ricard agar segera pergi ke markas musuhnya,istrinya di culik.
Rey dan Ricard bergegas pergi dari ruangan Lexi dan pergi ke tempat yang mereka tahu bersama Lexi.
__ADS_1
"Sial bagaimana dia tahu kalau Kimberly itu istri ku?"Lexi mengomel.
"Sepertinya saat di mal tuan saya sempat melihat anak buah King disana,mungkin saat anda menarik tangan Nyonya muda mereka fikir anda ada hubungan dengan nyonya dan menjadikan nyonya sebagai sandera saat ini"jelas Rey.
"Sialan....awas kau King...berani kau menyentuh seujung kuku saja istri ku akan ku pastikan kau langsung menjadi abu"Lexi sudah mengeluarkan aura iblisnya.
Membuat Rey dan Ricard merinding karena takut,Lexi benar-benar marah saat ini.
Di sisi lain.
Kimi telah tersadar dari pengaruh obat bius,dia mencoba membuka matanya perlahan dan saat dia menyadari dirinya telah berada ditempat yang sangat asing baginya.
Kaki dan tangannya di ikat begitu pun dengan mulutnya yang di lakban.
Dimana ini dan kenapa aku di ikat begini,siapa mereka?
Batin Kimi saat melihat beberapa pria dewasa di depannya saat ini.
Dan seseorang pria berwajah tampan tersenyum sinis menghampirinya.
Pria tersebut membelai wajah Kimi dengan jarinya.
"Tak kusangka selera Lexi boleh juga"ucapnya dingin.
Kimi membuang wajahnya agar tidak di sentuh oleh pria tersebut.
"Berapa Lexi membayar mu dan selama berpa jam kau mampu malayaninya?"ucapnya.
King tidak tahu Kimi adalah istri Lexi yang dia tahu Kimi adalah mainan Lexi,karena setahu dia Lexi tak pernah tertarik dengan perempuan.
"Bagaimana kalau kau menjadi istri ku saja dari pada menjadi mainan Lexi?"ucapnya mendekati wajahnya ke arah wajah Kimi.
Kimi mengeleng kuat dia tak mau menjadi istri orang seperti dia,orang seperti Lexi saja menyebalkan apa lagi orang seperti dia.
Begitulah fikiran Kimi.
Cup.
King mengecup pipi Kimi.
Kimi tidak suka itu dia mencoba berontak tapi kaki dan tangannya di ikat hingga dia tak bisa melakukan apa pun,dan beberapa kali King mengecupi wajahnya membuat Kimi kesal dan dia hanya bisa menangis.
Hiks...kak Lexi tolong....
Teriak batinnya.
__ADS_1