
Dan sekarang ini mereka sudah berada di sawah bermain lumpur disana.
Setelah Kimi merengkek meminta di ajak.ke sawah dan Lexi tidak bisa membujuknya akhirnya,dengan beberapa syarat dan alat yang aman di gunakan Kimi saat ini Lexi,Rey dan Indra menemaninya bermain di sawah.
Kimi nampak senang sekali sebab seumur hidupnya baru kali ini dia bermain lumpur di sawah,mencari keong sawah bersama Indra dan suaminya.
Lexi tersenyum melihat istrinya tidak risih dengan lumpur-lumpur yang menempel di bajunya.Kimi memakai sepatu bot agar kakinya tidak di gigit ular bila kebetulan ada ular di sana.
Setelah selesai bermain di sawah mereka membersihkan diri terlebih dahulu dan berganti pakaian yang telah di beli oleh Rey tadi di pasar terdekat.
Dan saat ini Kimi terlelap di pangkuan suaminya di mobil menuju ke kota mereka,sebelum pulang Lexi memberikan sebuah amplop tebal kepada Bik May untuk memperbaiki rumahnya dan untuk modal usaha Indra.
Bik May sangat terharu karena uang yang di berikan Lexi cukup besar baginya dan Indra.
Di mobil.
"Tuan...kita sudah menangkap dalang yang berkhiyanat di perusahaan dan sekarang Flo sedang mengurusnya di markas"ucap Rey.
"Bagus kita kesana nanti,setelah memindahkan Kimberly ke kamar,agar dia nyaman tertidur"Lexi mengelus rambut istri kecilnya itu.
"Dia sangat senang hari ini,oia apa kau sudah mempersiapkan apa yang aku pesan kan pada mu"tanya Lexi pada Rey.
"Sudah tuan"
"Bagus"
Dan mobil pun melesat di jalanan menuju rumah mewah tersebut.
Sesampainya di depan rumah Lexi langsung menggendong tubuh istrinya sampai ke kamarnya,karena Kimi masih tertidur setelah sampai rumah dan Lexi tidak mau membangunkannya.
Lexi menaruh tubuh kecil istrinya dengan hati-hati di ranjangnya dan menyelimuti tubuhnya kemudian dia pun mengecup seluruh wajah istrinya kecup-kecup ringan.
"Maaf aku pasti tidak akan pulang malam ini,tapi ku pastikan kau aman sayang"bisiknya.
Dan beruntungnya Lexi saat ingin kemarkasnya Kimi terlelap tidur hingga dia tidak perlu pusing menjawab pertanyaan-pertanyaan Kimi saat dia akan pergi dan tidak akan pulang.
Rey dan Lexi pun pergi ke markas setelah memastikan semua keamanan di rumah,dengan benar untuk menjaga Kimi dari ancaman bahaya.
Lexi sudah tidak sabar ingin menghukum penghiyanat itu,karena berani-beraninya berhiyanat dan mencelakai istrinya.
Mobil memasuki daerah terpencil,sebuah daearah yang jauh dari kepadatan penduduk bahkan tak ada satu rumah pun disana,karena kawasan tersebut telah di beli Lexi dengan sengaja karena dia mendirikan markas disana.
Mobil berhenti di sebuah gudang tua,Lexi berjalan bersama Rey mendekati sebuah ruangan dengan lampu remang-remang tempat eksekusi untuk para penghiyanat.
Tak...tak...tak...
Derap langkah sepatu yang terdengar mendekati seorang penghiyanat yang telah di siksa habis-habisan oleh Flo,bahkan wajah cantik penghiyanat tersebut sudah tidak bisa di kenali karena babak belur.
"Hemft...jadi kau"ucap Lexi dingin.
Sungguh aura Lexi saat ini sangatlah hitam dan menakutkan,begitu berbeda dengan Lexi saat di luar sana.
Lexi melepaskan semua ikatan yang mengikat tangan dan kaki Alika.
__ADS_1
Dan setelah itu dia memukul wajah wanita tersebut.
Plak...
Alika tertegun dia difikir Lexi melepaskan ikatannya karena memaafkannya.
"Kenapa elu nggak suka gue pukul hem?pukul balik kalau kau bisa Alina..."ucap Lexi dingin.
"Tuan....namanya Alika bukan Alina"Flo mengingatkan dia tahu benar bosnya ini tidak pernah mengingat nama-nama perempuan yang mengejar-ngejarnya.
Rey hampir tertawa saat Flo mengingatkan nama pada Lexi.
Karena bisa-bisanya Lexi salah menyebutkan nama di saat hawa horornya sudah muncul.
Hanya Kimberly lah wanita yang pertama dia kenal dan langsung dia ingat namanya,aneh memang tapi itulah kenyataannya.
"Ck...nggak penting siapa namanya,elu berdua urus dia jagan sampe ada jejak gue paling males ngurusin perempuan model begini cih"ucap Lexi sinis dan dingin.
"Tuan Lexi tapi saya sangat mencintai anda tuan..."Alika memohon.
Tapi Lexi mengabaikannya dan tak melirik sediit pun apa lagi mendengarkan.
Lexi berjalan ke arah luar dan masuk kedalam mobilnya,dia lalu pulang lebih dahulu meninggalkan markasnya,membiarkan kedua anak buahnya itu menyelesaikan pekerjaannya.
Namun saat di tengah perjalanan mobil Lexi ada yang mencegat.dengan santainya Lexi keluar dari dalam mobilnya,dia tersenyum sinis saat melihat orang yang mencegatnya.
"Nggak gue sangka elu nganterin sendiri nyawalu King"ucap Lexi sinis.
Lexi langsung menghindar dia tahu belati itu pasti sudah di lumuri racun,pengalaman di dunia gelap seperti ini membuatnya hafal betul dengan segala kemungkinan yang musuhnya lakukan.
Set...set....set.....
Lexi dapat mengindari setiap serangan King,dan Lexi pun membalasnya dengan tanagan kosong.
Bugh....
Lexi melayangkan pukulan di wajah King.
Bag...big.... bugh
Pukulan membabi buta di lakukan Lexi melepaskan kekesalannya karena mengingat pria ini pernah menjamah istrinya.
Saat Lexi ingin mengeluarkan pistolnya dari pinggangnya.
Jeleb....
King langsung menusuk perut Lexi yang sedang lengah.
Byur....
Darah mengalir deras keluar dari perut Lexi.
Dor...Lexi melepaskan tembakan ke arah King namun meleset matanya tak bisa melihat dengan jelas bukan karena gelap tapi karena racun sudah menjalar ke tubuhnya.
__ADS_1
"Sial"
Lexi langsung menekan tombol darurat di ponselnya,sementara King lolos lagi.
Rey melihat ponselnya,terlihat panggilan darurat dari bosnya.
"Ada apa tuan?"tannya Rey panik.
"Cepat kesini"hanya Itu yang di ucapkan Lexi.
Jeleger......
Suara petir yang sangat besar terdengar hingga ke kamar Lexi. Kimi yang sedang tertidur sampai terbangun karena terkejut.
"Aaaaaaaa"Karena terkejut dia sampai berteriak.
Para pelayan yang sedang berjaga disana langsung panik.mendengar nyonya mudanya berteriak.
"Nyonya...nyonya...anda kenapa?"tanya Kusni dan Bono yang berjaga di depan pintu.
Ceklek....
Pintu terbuka terlihat wajah panik di wajah nyonya muda mereka.
"Nyonya ada apa? apa ada penyusup?"tanya Bono sambil celingukan ke dalam kamar.
Kimi menggeleng pelan.
"Kak Lexi kemana?"tanyanya polos.
"Tuan sedang ada kerjaan mendadak nyonya dan kemungkinan beliau tidak pulang malam ini dan kami bertugas menjaga anda"jelas Kusni.
"Bisakah kalian menghubunginya?aku khawatir karena aku bermimpi buruk tentangnya"ucap Kimi lirih.
Bono lalu mencoba menghubungi nomor Rey,tapi tak diangkat.
"Tidak di angkat nyonya mungkin tuan sedang sibuk-sibuknya"jelas Bono.
"Apa pekerjaan yang di kerjakan tengah malam begini hingga sangat sibuk?"tanya Kimi polos.
Bono dan Kusni saling pandang dia tidak mungkin kan bercerita kalau bosnya ini seorang mafia karena bosnya sendiri pun belum bercerita pada istrinya ini.
"Urusan bisnis nyonya yang tidak bisa di tunda"jelas Bono.
"Ooo....begitu baiklah sampaikan nanti kepada ku bila ada kabar dari kak Lexi"ucap Kimi dan dia pun masuk kembali ke kamarnya.
Dia pun beberapa kali mencoba menghubungi Lexi namun tak ada jawaban.
"Semoga kau baik-baik saja kak..."gumamnya sambil menggengam ponselnya.
Sementara itu Rey membawa Lexi ke rumah sakit pribadi Lexi,Lexi sudah tak sadarkan diri sejak saat Rey tiba di lokasi.
...🦋🦋🦋🦋🦋...
__ADS_1