
Tiga hari kemudian.
Lexi sudah kembali ke rumahnya meski belum pulih benar tapi dia memilih kembali ke rumahnya,karena tidak tega melihat istrinya selalu tertidur di sofa.
Tapi sore ini saat Lexi sedang bekerja di ruang kerjanya bersama Rey,dia mendengar kehebohan di dapur,terdengar Kimi menjerit-jerit di dapur,Lexi yang mendengar itu langsung panik dia langsung berlari ke bawah padahal lukanya belum sembuh benar.
karena panik dia melupakan lukanya yang belum sembuh benar.
Saat di dapur.
Aaaaaa....aaaaa...
Kimi terus menjerit,di depan kompor karena dari sebuah wajan terdengar ada yang meletup-letup.
"Sayang ada apa?!"tanya Lexi panik bahkan Rey pun ikut melihat keadaan di dapur.
"Hihi tidak apa-apa kak aaaa"Tidak apa-apa tapi dia masih berteriak.
Lexi langsung menatap tajam ke arah juru masak yang ada disana.
"Nyonya mau belajar memasak tuan dia mau memasak menu makanan kesukaan anda,yaitu ikan nila goreng,tapi nyonya takut dengan minyak panas saat ikan masuk kedalamnya bunyi minyak membuatnya terkejut hingga dia berteriak"jelas kepala dapur.
"Astaga sayang sudah lah serahkan semuanya pada mereka,kau membuat jantung ku mau copot karena mendengar kau berteriak"pinta Lexi.
"Tidak mau,aku mau masak ini buat kakak,untuk kedua kalinya aku belajar masak untuk suami ku sendiri"ucap Kimi manja.
Lexi tersenyum mendengar ucapan istrinya.
"Apa ini aman?"tanya Lexi pada semua yang ada di dapur.
"Aman tuan"jelas mereka.
"Baiklah hati-hati ya bila tidak sanggup lambaikan tangan,ups...maksud ku serahkan saja pada mereka"Lexi jadi keluar sisi konyolnya.
Dia tidak pernah mengeluarkan sisi konyolnya bila di hadapan karyawannya kecuali,para sahabat dan orang kepercayaannya.
Tapi sejak ada Kimi entah kenapa sikap konyolnya kadang keluar secara alami.
Lexi kembali ke ruang kerjanya bersama Rey.dan saat di ruangannya mereka berbincang-bincang mengenai Kimi.
"Tuan nyonya sepertinya sudah mulai menyukai anda,apakah anda tidak ingin. Mengutarakan perasaan anda kepadanya?"ucap Rey.
__ADS_1
Karena selama ini mereka berdua memang belum mengutarakan perasaan masing-masing.
"Apa itu perlu?bukan kah aku sudah menunjukan kepada ya kalau aku sangat mencintai dia?"ucap Lexi.
"Sepertinya perlu tuan karena wanita itu butuh kepastian yang nyata,karena tekadang apa yang kita berikan dan perhatian yang kita tunjukan kapada mereka itu masih belum di anggap cinta oleh mereka sebelum mereka mendengar langsung dari mulut laki-laki tersebut"jelas Rey.
"Kau sepertinya mengerti sekali dengan urusan wanita hehe belajar dari mana?"tanya Lexi seolah mengejek karena setahu dia Rey tidak pernah berhubungan dengan wanita mana pun selama bersamanya selama 10 tahun ini.
"Saya suka membaca artikel tuan hehe"Rey menggaruk rambutnya saat menjelaskan kepada Lexi.
"Coba aku tanya pada mereka"Lexi langsung menelpon salah satu sahabatnya itu.
"Ya ada apa Lex?"tanya Tari dari seberang sana.
Dan Lexi pun akhirnya bertanya pertanyaan yang sama pada Tari,mengenai kepastian cinta seorang pria kepada seorang wanita.
"Hem...begitu ya bener sih kita para wanita itu akan lebih senang dan bahagia kalau mendengar langsung pria yang kita cintai mengutarakan cintanya dari pada hanya menunjukan perhatian pada kita,kadang kita suka masih nggak anggap itu sebagai bentuk rasa cinta dari lawan jenis kita,karena kita tidak mau terlalu berharap takut malah nantinya kecewa"jelas Tari.
"Serius lu begitu?jadi gue harus bilang gitu gue cinta gitu sama istri gue yang masih kecil itu?"tanya Lexi polos.
"Ck Lexi istri elu nggak kecil-kecil amat kok dia udah 17 tahun dia pasti juga mengharapkan pernyataan cinta langsung dari elu"jelas Tari.
Lexi lalu berfikir.
"Elu lagi sakit?"tanya Tari khawatir saat mendengar sahabatnya ini sakit.
"Hmmm itu biasa kemarinnya ada yang nyerang gue dengan curang gitu"jelas Lexi.
"Ya ampun Lexi...terus gimana elu sekarang?"Tari khawatir.
"Gue udah mendingan tadi gue udah bisa lari gara-gara denger istri gue jerit-jerit di dapur"jelas Lexi.
Tari bernafas lega setelah mendengar sahabatnya ini sudah lebih baik.
"Ya udah jaga diri elu dan istri lu baik-baik,kalo butuh bantuan bilang ajah"Tari mengakhiri panggilan telpon dari Lexi.
Tari tersenyum saat menutup telponya,dia menggelengkan kepalanya pelan,dia tidak percaya kalau sahabatnya ini benar-benar jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan istri yang dia nikahi secara dadakan.
kembali ke rumah Lexi.
Saat mengakhiri telpon dengan Tari,Tak lama ada yang mengetuk pintu ruangan kerjanya.
__ADS_1
"Ya masuk"ucap Lexi.
Ceklek.
Pintu terbuka terlihat kepala koki muncul dari balik pintu.
"Tuan nyonya muda sudah selesai masak,dia ingin anda segera makan bersama anda"ucapnya sopan.
"Hem baiklah"Lexi pun langsung berdiri dari kursinya dan melangkah keluar ruang kerjanya dan menuju meja makan.
Kimi menyambut Lexi dengan senyuman ceria di wajahnya.dia membantangkan tangannya ingin memeluk Lexi,Lexi mendekat padanya dan memeluk tubuh istrinya.
"Kakak makan dulu ya...cobain masakan aku"ucap Kimi ceria.
Lexi pun duduk di kursinya berdampingan dengan Kimi,saat Kimi menuangkan nasi ke piring Lexi,Lexi melihat jari Kimi terluka dan punggung tangannya memerah.
"Kau kenapa?"tanya Lexi panik dan mengangkat tangan Kimi.
"Oo ini tidak apa-apa kak hanya tadi teriris pisau dan terciprat minyak panas"jelas Kimi santai.
"Tidak apa-apa gimana?!"Lexi marah.
"Kalian ini gimana?! Kata kalian akan aman kenapa tangan istri ku terluka begini?!"Lexi marah pada semua pelayan yang ada disana.
Mereka menunduk menerima omelan Lexi.
"Kak jangan salahkan mereka,ini semua salah ku sendiri karena belum pandai menggunkan pisau"ucap Kimi lembut.
Dia tidak ingin suaminya marah-marah pada semua yang tadi menbantunya di dapur.
"Mereka sudah bekerja keras membantu ku,bukan kah kau selalu menghargai kerja keras seseorang?maka hargailah mereka karena telah membantu ku hingga aku bisa menyajikan semua makanan ini di meja makan"ucap Kimi begitu dewasa.
Lexi sampai tertegun mendengar perkataan istrinya yang begitu dewasa,dia tidak percaya ini adalah Kimberly si gadis manja dan arogan yang selalu berulah dan membuatnya pusing dengan setiap kelakuannya di sekolah.
"Sayang...kau benar kita harus menghargai kerja keras seseorang,apa lagi yang mereka kerjakan dengan tulus untuk kebahagaiaan orang lain"Lexi mengelus lembut pipi istrinya.
Selamet...selamet...untung sekarang ini tuan ada pawangnya jadi kalo ngamuk ada yang jinakin.
Batin kepala pelayan.
"Dan untuk itu aku akan makan masakan istri ku,yang sudah bersusah payah memasak"Lexi pun memakan masakan Kimi.
__ADS_1
Ikan nila goreng sambel pecak.
...🦋🦋🦋🦋🦋...