Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Moza


__ADS_3

17 tahun kemudian.


Bryan tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan juga pintar,namun sifat ayahnya yang cuek dan suka ceplas ceplos menurun padanya mungkin karena dia di besarkan oleh ayahnya yang seperti itu,entah kenapa semakin besar wajahnya malah semakin mirip dengan ayahnya padahal saat lahir wajahnya mirip sekali dengan ibunya.


Dan malam ini Lexi menunggu Bryan yang sejak tadi sore keluar rumah tapi belum juga pulang.


Dan ketika mendengar suara motor sport memasuki garasi Lexi melihat jam di tangannya pukul 2 dini hari.


"Astaga Bryan dari mana saja anak itu jam segini baru pulang"gumam Lexi.


Derap langkah terdengar menaiki anak tangga,tapi langkah itu terhenti saat sebuah suara menegurnya.


"Bryan dari mana saja kau?"tegur Lexi.


"Eh...ayah...hehe biasa yah bermain dengan teman sampai lupa waktu"sahut Bryan cengengesan.


"Bryan...sudah ayah peringati jangan pulang terlalu larut kenapa masih saja tak mau mendengarkan"bentak Lexi.


"Ayah...Bryan juga bisa menjaga diri Bryan aku sudah besar ayah"Bryan malah berdebat dengan Lexi.


"Bryan...ayah tahu kau sudah besar,ingat sebentar lagi kau yang akan meneruskan bisnis perusahaan jadi jangan sembarang bergaul yang akan merigukan mu di masa depan"


"Iya ayah...aku ke kamar dulu ya...ngantuk apa ayah tidak mengantuk juga"sahut Bryan malas meladeni ucapan ayahnya.


Lexi hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkah laku anaknya yang sangat cuek itu.


...🦋🦋🦋...


Hari ini di sekolah.


Bryan menjalani hari-harinya di sekolah seperti biasa,dia belajar dan mengikuti kegiatan sekolah pada umumnya anak remaja.


Tapi pagi ini kabarnya ada seorang siswi pindahan dan desas desus mengatakan bahwa siswi ini sangat cantik.


Bryan yang sedang mengobrol dengan teman se gengnya yang memang se aliran yang tak pernah memikirkan tentang perempuan tak tertarik dengan berita tersebut,mereka asik bermain gitar di kantin menyanyi lagu-lagu yang sedang hits saat ini.


Dan tak lama bel masuk pun berbunyi menandakan para murid untuk segera masuk ke kelas masing-masing.


Bryan duduk di kursinya kursi paling belakang di kelas.


Guru jam pelajaran pertama melangkah masuk dan memperknalkan seorang siswi baru yang memang sangat cantik hingga menjadi daya tarik bagi semua siswa di kelas.


"Bu...suruh duduk di sini ajah bu..."celetuk Bagas sang ketua kelas.


"Silahkan perkenalkan diri mu"ucap ibu Flo.


Yap Flo jadi keterusan mengajar sampai sekarang sejak menjadi guru waktu itu.

__ADS_1


"Hai...semuanya nama ku Ardila salam kenal semuanya"


"Aih...cantik nya kamu Ardila sini duduk di samping aku"celetuk siswa yang lain.


Dan sorak sorai pun mulai ramai terdengar di kelas terutama oleh para siswa yang mencari perhatian Ardila,namun hanya satu siswa yang cuek saja bahkan tak menghiraukan keributan yang terjadi di kelas tersebut.


Ibu Flo menyuruh Ardila duduk di bangku kosong yang terletak di samping Bryan.dan Ardila pun duduk disana.


Bahkan sampai.Ardila duduk di.sampingnya pun Bryan tak berkutik jangankan menyapa senyum saja tidak seolah dia tak melihat keberadaan Ardila di sampingnya.


Cowo yang unik.


Batin Ardila.


Pelajaran pun di mulai dan guru bergantian masuk untuk memberikan pelajaran kepada murid-muridnya.


Hingga tak terasa bel istirahat tiba.


Saat jam istirahat tiba seperti biasa geng Bryan menjemputnya di kelas mengajaknya beristirahat di taman belakang sekolah sambil bermain gitar.


Saat sedang asik bermain dan bernyanyi di sana tiba-tiba Ardila ikut bergabung dengan mereka.


"Eh...boleh ikut gabung nggak kayanya asik"ucap Ardila tanpa rasa canggung sepertinya memang karakter gadis ini memang supel.


Dan mereka pun mengijinkannya bergabung dan bernyanyi bersama.


Mendengar suara Ardila yang sangat merdu membuat Bryan berbicara padanya.


"Iya gue baru masuk hari ini"jelas Ardila.


"Ooo kelas lu di mana?"tanya Bryan.


Astaga dia lupa apa memang tidak ingat aku sekelas dengannya dan duduk di sampingnya.


Batin Ardila.


"Yan...dia sekelas sama elu kali tadi gue lihat dia di kelas elu"jelas Pasha.


"Masa sih hehe gue nggak tahu di kelas gue ada anak baru haha"ucap Bryan tanpa dosa.


Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya,sifat Bryan yang sangat mirip dengan ayahnya menurun tak pernah perduli dengan wanita meski wanita cantik itu berada di sampingnya sekali pun.


Ardila nampak kecewa karena di saat semua siswa mendambanya Bryan malah cuek padanya.


"Sorry ya...teman kita yang satu ini emang kurang konek sama cewe hahaha"jelas Pasha.


"Sialan lu Sha padahal elu juga sama ajah" Bryan kesal.

__ADS_1


saat mereka sedang bersenda gurau tiba-tiba ada yang menghampiri mereka lagi.


"Kak...Iyan..."seorang siswi berlari menghampiri rombongan mereka.


"Eh...ade gue"ucap Bryan.


Itu adalah Moza anak dari Rey dan Flo Moza adik kelas Bryan dia baru duduk di tingkat satu sedangkan Bryan di tingkat tiga,Bryan sudah memganggap Moza adiknya kandungnya sendiri karena mereka di besarkan bersama-sama.


Rey dan Flo menikah setahun setelah Kimi meninggal dan Bianca dengan Ricard mereka juga mempunyai anak perempuan bernama Ribca namun Ribca tinggal di luar negeri mereka kurang akbrab karena jarak yang memisahkan.


"Ada apa de?"tanya Bryan.


"Aku bawa cake kesukaan kakak"tunjuk Moza yang menunjukan kotak bekal makan siang.


"Tara....casava cheese cake kesukaan kakak ku"Moza membuka tutup kotak tersebut.


"Woah...ade gue emang paling pengertian ini buatan ibu Tari bukan?"wajah antusias Bryan langsung terlihat saat melihat cake tesebut.


"Bukan ini buatan ku Momy Tari.kemarinnya ajarin aku buat cake kesukaan kakak"jelas Moza.


Wajah Bryan langsung beurbah pucat saat mendengar itu buatan Moza bukan buatan Tari.


Mampus gue.


Batinnya.


Karena sudah beberpa kali Bryan mencoba memaksakan memakan masakan buatan Moza semuanya bagaikan racun untuk Bryan,karena rasa yang nggak karuan membuatnya tersiksa memakan makanan tersebut.


"Kakak makan ya ayo di coba aaghhh"Moza menyodorkan cake ke depan mulut Bryan.


"Nggak nanti ajah ya...kakak bawa pulang ya...dek...hehehe"elak Bryan.


Semua teman-teman se-gengnya Bryan menahan tawa karena tahu fikiran Bryan.


Moza ngambek karena Bryan tidak mau memakan cake buatannya,Moza pergi dari sana dengan cemberut, Bryan yang tidak enak hati akhirnya mengejarnya,mencoba membujuk adik kesayangannya itu.


Ardila yang melihat ke akbraban mereka akhirnya bertanya.


"Apa mereka bersaudara?"tanya Ardila.


"Iya itu adiknya Bryan dan Bryan sayang banget sama dia"jelas Pasha yang lalu memetik gitar lagi dan mulai bernyanyi lagi.


Dulu benteng hati ayahnya hanya bisa di runtuhkan oleh seorang Kimberly gadis belia yang baru berusia 17 tahun,dan saat ini apakah bentang hati seorang Bryan juga bisa runtuh oleh seseorang wanita namun wanita seperti apa yang dapat meruntuhkan hati Bryan?


Kisah Bryan berlanjut di novel beritkutnya ya kawan.


Terima kasih sudah membaca dan mengikuti kisah Lexi 🙏.

__ADS_1


...TAMAT...


...🦋🦋🦋🦋🦋...


__ADS_2