
Setelah puas mentertawai Lexi dan melihat wajah Lexi yang kesal setengah mati dengan istri kecilnya ini,Tari dan Reka mengajak Kimi mengobrol di lantai atas toko yang di jadikan rumah dan tempat beristirahat untuk para karyawan.
"Kita ngobrol disini saja ya..."ucap Tari.
Reka pun menggelar karpet untuk mereka bersantai di sana.
"Tante apa sudah lama kenal dengan om Lexi?"tanya Kimi.
"Iya kami kenal sejak kecil,dan 10 tahun yang lalu Lexi pergi setelah menghadari pesta pernikahan ku"Tari bercerita sambil menerawang ke masa itu.
"Ooo begitu pantas kalian terlihat sangat akrab,tante apa si om itu pria yang baik?"Kimi penasaran hingga bertanya terus tentang Lexi,dia ingin tahu ke pribadian suaminya itu seperti apa.
"Lexi pria yang sangat baik,kenapa memamgnya?oia ngomong-ngomong kau bisa menikah dengannya bagaimana ceritanya?"sejak tadi Tari sebenarnya penasaran dan baru kali ini bisa bertanya.
Dan akhirnya Kimi pun bercerita,bahwa dia di beli oleh Lexi karena ayahnya memjualnya demi perusahaan,dan karena ibunya Lexi minta Lexi segera menikah maka Lexi pun membelinya dan mejadikan istrinya,meski masih sekolah Kimi dan Lexi memiliki syarat sebelum pernikahan kalau Lexi tidak boleh membuatnya hamil dulu karena dia tidak mau putus sekolah karena harus mengandung.
"Aish...sayat mu berat juga ya?"ucap Tari.
"Ya nggak berat lah Ri...bagi Lexi itu kan biasa saja,lu tahu ndri Lexi kaya apa sama perempuan"celetuk Reka.
"Ya itu dulu tapi elu nggak lihat tadi tingkahnya beda sama dia?"bisik Tari hingga membuat Reka berfikir juga.
Reka menggaruk kepalanya dan membenarkan perkataan Tari kalau Lexi memang berbeda dari biasanya bila menghadapi wanita.
"Apa karena dia masih kecil ya jadi Lexi ngejagain dia banget?"fikir Reka.
"Bisa jadi sih"ucap Tari.
"Benarkah dia pria yang sangat baik?"tanya Kimi lagi.
"Iya Kimi dan kamu adalah gadis yang sangat beruntung karena bisa menikah dengannya"ucap Tari.
"Yap...karena se umur-umur Lexi tidak pernah sama sekali menjalin hubungan dengan wanita sekali punya hubungan statusnya langsung menjadi istri hahaha"Reka tertawa.
Kimi memiringkan kepalanya karena bingung benarkah semua yang di katakan oleh Tari dan Reka bahwa dirinyalah yang pertama bagi Lexi.
"Tapi kita seneng kok Lexi mulai membuka hatinya untuk kamu"Tari tersenyum.
__ADS_1
"Benar kah itu?"Kimi berkata ragu.
"Hem...Lexi yang cuek,Lexi yang urakan kini menjadi pribadi yang sedikit berbeda setelah 10 tahun kita berpisah ya kan Re?"tanya Tari.
"Hemm...bener banget semoga kalian bersatu selamanya"ucap Reka.
Kimi jadi terdiam mendengar perkataan kedua sahabat suaminya ini.
...🦋🦋🦋...
Malam telah tiba Lexi pun menjemput Kimi di toko roti Tari setelah banyak berbincang tentang Lexi tadi siang bahkan mereka berbicara hal-hal yang sangat ringan mulai membahas makanan dan minuman dan banyak hal lagi.
Di dalam mobil.
Lexi masih terdiam dia teus menatap layar.lap topnya,sesekali Kimi memperhatikan wajah setiusnya,tapi beberapa detik kemudian dia memalingkan wajahnya ke luar jendela.
Benarkah pria tampan dan dewasa seperti dia tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita?benarkah aku orang yang pertama untuknya?
Batin Kimi berkecamuk dia masih tidak percaya dengan ucapan teman-teman suaminya itu.
"Kau sudah makan malam?"tanya Lexi tiba-tiba.
"Oo begitu,oia Rey baru akan mencari mu sekolah besok jadi besok kamu di rumah saja dulu untuk pemulihan luka di wajah mu itu,dan ini pakai agar lebamnya cepat hilang"Lexi memberikan sebuah krim obat pada Kimi.
"Eh...iya terima kasih"Kimi memgambil krim obat tersebut dari tangan Lexi.
Dia memang baik dan perhatian.
Batin Kimi.
Mobil pun sampai di rumah Lexi dan mereka pun masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar mereka.
Lexi bersiap ingin mandi dia sudah menlepaskan jas dan dasinya dan berjalan ke arah kamar mandi dan saat dia menutup pintu kamar mandi terdengarlah suara gemericik air,Lexi sudah mulai mandi.
Kimi yang sudah mandi di tempat Tari langsung mengganti setelan pakaian tidurnya saja,dan dia mulai meraih tabnya dia lalu mulai menggambar disana,sebenarnya menggambar bukan hanya hobinya tapi juga adalah sumber penghasilannya Kimi menciptakan karakter-karakter game yang suka dia kirim ke perusahaan game dan gambarnya selalu di minati oleh para pemilik perusahaan tersebut.
Ceklek.
__ADS_1
Suara pintu kamar mandi terbuka Lexi keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan baju handuk dan langsung menuju ruang gantinya,Kimi tak menghiarukannya dia masih fokus menggambar.
Setelah selesai memakai baju Lexi keluar kamarnya tanpa berkata sepatah kata pun pada istrinya ini.
Tapi beberapa detik kemudian Lexi melongok dari daun pintu.
"Kau ingin makan lagi?"tanyanya.
"Tidak terima kasih"ucap Kimi masih menatap ke arah layar tabnya.
"Ooo begitu ya sudah"Lexi langsung menutup pintu dengan agak keras hingga membuat Kimi terperanjat.
"Dia itu kenapa sih?"gumam Kimi.
Sedangkan Lexi kesal sendirian karena punya istri tidak pengertian,dirinya sebenarnya ingin di temani makan malam dengan istrinya ini tapi sang istri entah karena masih polos atau memang tidak peka atau memang tidak mengerti cara menjadi seorang istri yang baik jadi cuek saja terhadapnya.
"Tari kenapa elu kasih makan dia duluan sih ck...dasar"gumamnya berjalan ke meja makan.
Yang akhirnya Lexi makan di meja makan sendirian dan hanya di temani beberapa pelayan.
Setelah makan malam Lexi tak langsung masuk ke kamarnya dia malah bekerja kembali hingga larut malam.
Lexi kembali ke kamarnya dan betapa terkejutnya dia saat masuk ke kamarnya betapa berantakannya kamarnya karena melihat kertas berserakan di lantai dan Kimi sudah tertidur pulas di bawah meja sofa.
Lexi memungut lembaran-lembaran kertas bergambar tersebut dia melihat karater-karakter yang di ciptakan istrinya ini.
"Apa dia selalu begini bila di rumahnya?"gumamnya.
Lexi mencoba membangunkan Kimi yang tertidur di bawah sofa tapi gadis itu tak kunjung bangun hingga Lexi memutuskan menggendongnya dan memindahkannya ke kasurnya.
Saat Lexi menaruh tubuhnya di atas kasur Kimi yang tertidur memeluk tubuh Lexi tiba-tiba dia menganggap Lexi adalah bantal atau guling yang biasa dia peluk saat tertidur.
Lexi terkejut saat Kimi memeluk tubuhnya dia lalu menatap wajah polos gadis belia itu dan senyum kecil muncul di wajahnya.
"Cantik"hanya itu yang dia ucapkan.
Lexi pun akhirnya membiarkan istrinya memeluknya tubuhnya saat tertidur hingga dia pun terlelap bersamanya dia atas kasur yang sama dengan istri kecilnya ini.
__ADS_1
...🦋🦋🦋🦋🦋...