Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Penunda Kehamilan


__ADS_3

Rey membawa mobil dan Ricard menuju rumah sakit,dengan kecepatan cahaya,dalam perjalannan Rey menceritakan bagaimana Kimi bisa di culik dan di berikan obat perangsang oleh King.


Ricard geram saat mendengar cerita Rey.dia benar-benar ingin membunuh laki-laki pengecut itu.


Tapi sudah satu setengah jam Ricard dan Rey tak kunjung kembali juga.


Lexi yang tidak tega melihat istrinya kedinginan di kolam renang,jadi gelisah.


Dia lalu menelpon Ricard.


"Woi...dimana elu kenapa lama banget istri gue udah kedinginan itu"maki Lexi.


"Maaf tuan kami terjebak macet karena ada ibu-ibu bertengkar di jalanan karena mendapati suaminya sedang selingkuh,hingga jalanan macet karena orang yang padat"jelas Ricard.


"Akh..."Lexi kesal dan melempar ponselnya ke lantai hingga hancur.


Dia tidak tega meliat kimi yang sudah menggigil didalam kolam.


Lexi akhirnya masuk kedalam kolam dan mendekati Kimi.


"Jangan dekat-dekat kak...jangan..."ucap Kimi gemetar karena kedinginan.


"Maaf sayang..."ucap Lexi lembut.


Grap.


Lexi langsung memeluk istrinya dan menggendongnya mengangkatnya ke atas kolam dan membawanya ke kamar.


Lexi menaruh tubuh Kimi yang basah kuyub di ranjang.


"Maaf sayang karena hanya ini satu-satunya cara mengobati mu"ucapnya lembut.


Kimi masih gemetar dan merasakan sesuatu yang tak pernah ia rasakan.


cup.


Lexi mulai mengecup bibir istrinya dan reaksi obat yang sangat kuat membuat Kimi pun membalas itu dengan dalam.


Ciuman yang dalam dan berlangsung lama hingga membangkitkan jiwa yang tak pernah,dia biarkan untuk orang lain selain istrinya kini.


Dan malam itu pun menjadi malam panjang bagi keduanya.


Tengah malam Kimi yang telah kelelahan setelah bertempur dengan Lexi pun tertidur dengan lelap.


Sedangkan Lexi turun dari ranjang dan memakai pakaiannya kembali,dan keluar dari kamarnya.


Saat dirinya keluar dirinya di kejutkan oleh dua orang yang bersandar di depan pintunya.


"Sedang apa kalian?"tanya Lexi bingung.


"Tuan ini obat penawarnya"Ricard memberikan obat penawar kepada Lexi.

__ADS_1


"Dasar bodoh gue udah nggak butuh itu,dia udah gue obatin"ucap Lexi kesal.


"Maafkan kami tuan"Rey menyesal.


"Ck sudah lah sekarang cari cara biar istri gue nggak cepet hamil,dia masih mau sekolah sampe tamat nanti"pinta Lexi.


"Nyonya harus di suntik obat penunda kehamilan sebulan sekali tuan,atau meminum pil penunda kehamilan,tapi pil itu harus di minum setiap hari bila terlewat dan nyonya bercampur dengan anda kemungkinan akan ada bayi di rahimnya,itu juga bila nyonya muda subur tuan"jelas Ricard.


"Ooo....begitu ya...repot juga,apa kalau dengan suntik sebulan sekali itu ada efek sampingnya?"tanya Lexi.


"Semua tergantung dengan tubuh masing-masing tuan,efeknya berbeda-beda bagi setiap wanita yang mendapatkannya"jelas Ricard lagi.


"Apa bahaya?"tanyanya lagi.


"Tidak tuan"jawab Ricard.


"Baiklah nanti tolong suntik dia"ucap Lexi.


"Atau tuan boleh menggunakan pengaman saat melakukan itu tuan"Rey memberikan ide.


"Tapi aku sudah melakukan itu dengan tidak memakai pengaman tadi bodoh,aku takut benih ku membuahi rahimnya,bila tidak di cegah sekarang"ucap Lexi.


"Ah...iya anda benar juga"ucap mereka berdua sepakat.


...🦋🦋🦋...


Ke esokan harinya di pagi yang cerah,Kimi terbangun dan mendapati dirinya hanya berselimut tebal dan tanpa benang sehalai pun di tubuhnya.


"Akh...sakitnya"Kimi merasakan sakit di daerah intinya.


"Sayang kenapa?"tanya Lexi.


"Sakit kak"ucap Kimi menahan sakit.


"Sakit?! Yang mana yang sakit sayang?"tanya Lexi cemas.


"Disini"Kimi menunjuk bagian itunya.


"Oh astaga maafkan aku itu karena aku semalam,kau mau kemana memangnya?"tanya Lexi lembut.


"Ke kamar mandi"ucap Kimi.


"Oo baiklah aku antar kamu kesana ya?"ucapnya lembut.


Lexi pun menggendong tubuh istrinya dan membantunya di kamar mandi bahkan dia memandikan istrinya dengan lembut,meski sesekali mengecup-ngecup tubuh istrinya dan Kimi hanya tersipu malu saat Lexi memperlakukannya seperti itu.


Setelah selesai memandikan Kimi,Lexi pun menggendongnya lagi dan memakaikannya pakaian sehari-hari.


"Aku mau sekolah kak"ucap Kimi.


"Sudah hari ini tidak usah berangkat kesekolah ya...lagi pula ujian sudah selesai dan sebentar lagi libur semester,aku akan mengajak mu bulan madu,kau mau kan?"tanyanya lembut.

__ADS_1


"Bulan madu?kita menikah hampir 4 bulan dan kakak baru merencanakan bulan madu? Hihi"Kimi tertawa kecil.


"Iya maaf aku selalu sibuk,lagi pula kita memang belum bulan madu kan?kau mau liburan kemana?"tanya Lexi.


"Kemana ya...hihi aku bingung"Kimi tertawa kecil dan itu membuat Lexi gemas padanya.


Tok...tok...


Ada yang mengetuk pintu kamarnya.


"Ya masuk"ucap Lexi.


Pintu terbuka dan muncullah Rey,Bianca dan Flo dari balik pintu.


Bianca datang untuk menyuntikan obat penunda kehamilan pada Kimi hari ini.


"Sayang...kamu di suntik dulu ya?"ucap Lexi lembut.


"Kenapa aku harus di suntik?"tanya Kimi polos.


"Agar kamu sehat"begitulah alasan Lexi dia tidak mau menjelaskan hal yang berbelit-belit pada Kimi.


"Memang aku kenapa?aku kan tidak sakit,hanya sakit sedikit di situ"ucapnya polos.


Mereka bertiga tertawa karena mengerti apa yang di maksud nyonya mudanya ini.


"Sayang...sistem imun mu harus kuat,mangkanya harus di suntik"jelas Lexi.


Kimi nampak masih bingung.


"Aku tidak mau di suntik,nanti aku seperti kemarin lagi,aku tidak mau"Kimi menolak.


"Tuan sebaiknya anda jelaskan saja yang sebenarnya,nyonya pasti mengerti"jelas Flo.


Lexi menghela nafasnya dan akhirnya menyetujui ucapan Flo.


"Sayang...kamu harus di suntik bila kau tidak ingin hamil saat masih sekolah"jelas Lexi perlahan.


"Kenapa kakak tidak bilang sejak tadi dan malah membohongi ku si?!"Kimi kesal.


"Kalau kakak bilang yang sebanarnya kan aku tidak akan bertanya macam-macam"Kimi masih sewot.


"Jadi kamu tidak apa-apa?di suntik obat penunda kehamilan?"tanya Lexi ragu.


"Iya tidak apa-apa,bukan kah sejak awal pernikahan aku bilang aku tidak ingin hamil dulu karena masih sekolah,bukan berarti kakak tidak boleh menyentuh ku,karena biar bagaimana pun kakak adalah suami ku dan sudah kewajiban ku,memberikan semuanya pada suami ku"jelas Kimi malu-malu.


Lexi tertegun mendengar ucapan istrinya,dia tak menyangka gadis yang di belinya untuk dia jadikan istrinya ini sangat dewasa pemikirannya.


"Baiklah tuan apa nyonya sudah siap untuk di suntik,biar saya periksa dahulu kondisi nyonya"ucap Bianca.


"Baiklah periksalah dia dan tangani dia dengan baik Lian"Lexi salah lagi menyebut nama wanita.

__ADS_1


🤦‍♀🤦‍♂🤭 Rey dan Flo memukul dahi mereka karena kebiasaan bos mereka yang sulit berubah masih tidak pernah mengingat nama wanita.


...🦋🦋🦋🦋🦋...


__ADS_2