
Dan benar saja pagi ini di sekolah,Lexi memanggil Rangga ke ruangannya dan memberitahukan padanya kalau Rangga harus membuat pengumam lagi syarat untuk mengikuti drama musikal di pentas sekolah nanti.
"Di pentas drama musikal nanti saya tidak mau ada yang beradegan kissing jadi kau perlu menuliskan pengumaman dengan di garis bawahi TIDAK BOLEH ADA ADEGAN KISSING di panggung entah itu hanya mengecup dahi atau pipi tetap tidak boleh apa lagi bibir,karena biar bagiamana pun kalian masih sekolah tidak pantas melakukan hal seperti itu"jelas Lexi.
Lantas apa perlakuan anda juga pantas memeluk dan mencium kekasih anda yang masih sekolah juga,anda ini.sadar nggak sih pak dengan ucapan anda sendiri dan kelakuan anda sendiri.
Batin Rangga kesal.
Dia masih memgingat kejadian kemarin yang dia lihat dengan kepala matanya sendiri kalau Lexi sangat mesra dengan Kimi bahkan mencium pipi Kimi tanpa ragu di tempat umum.
Dan pagi ini dirinya mengoceh agar tidak ada adegan kissing yang harus di garis bawahi.
Oh astaga di rumahnya itu apa tidak ada kaca ya...hingga dia tidak bercermin pada dirinya sendiri saat mengatakan hal seperti ini.
Batin Rangga menggerutu lagi.
"Ya sudah kau keluarlah dan segera buat pengumaman di mading"ucap Lexi pada Rangga.
Dan Rangga pun segera keluar dari ruangan Lexi dan langsung ke ruangan osis dan menilis pengumaman disana dan langsung menempelkannya di mading.
...🦋🦋🦋...
Hari terus berlalu semua murid di sekolah mempersiapkan diri untuk ujian semester dan juga latihan untuk drama musikal yang akan di adakan nanti setelah selesai smester.
Dan sore ini mereka semua atau tim drama musikal Kimi yang berlatih di rumah Lexi telah selsesai latihan mereka telah menyusun dan merekam musik yang akan di bawakan nanti untuk mendukung aksi mereka di panggung dan seperti permintaan Lexi,Kimi tidak boleh menjadi pemeran utama hingga Kimi menjadi pemeran pendukung saja,dan yang menjadi pemeran utama wanita itu Deli dan pemeran utama pria itu Mikel.
Setelah selesai latihan dan beristirahat sejenak mereka semua pun pamit pulang ke rumah masing-masing.
Kini tinggalah Kimi sendirian di rumah karena Lexi masih harus ke kantor tadi setelah selesai urusan menjadi kepala sekolah.
Di kantor Lexi.
Wajah Lexi terlihat merah karena marah dia mengepal tangannya kuat hingga urat-urat di tangannya telihat jelas.
Dia marah saat ininsangat marah karena laporan anak buahnya yang gagal menangkap King padahal mereka sudah menemukan tempat persembunyian King.
"Sial dasar kurang ajar dia sangat licin juha seperti belut,lihat saja bila tertangkap tak akan aku biarkan dia bernafas lagi"ucap Lexi dingin dan sinis.
__ADS_1
Rey yang berada di ruangan Lexi pun merasakan hal yang sama,dia pun kesal karena ke gagalan rekannya yang gagal menagkap King.
...🦋🦋🦋...
Sementara di rumah,Kimi sedang belajar dia sedang mempelajari materi pelajaran yang besok menjadi mata pelajaran saat ujian semester.
Hingga tak terasa Kimi yang kelelahan belajar akhirnya tertidur di meja sofa kamarnya dengan buku yang masih betantakan di meja.
Saat malam tiba dan Lexi melihat seisi rumah tak di ketemukan keberadaan istrinya dimana pun,pelayan rumahnya memberitahunya kalau Kimi sejak tadi berada di kamar dan belum keluar sampai saat Lexi kembali dari kantor.
Lexi membuka pintu perlahan dan dia mendapati istrinua telah terlelap di meja sofa.
"Astaga dia pasti kelelahan"ucap Lexi lembut.
Lexi membelai rambut istrinya tapi Kimi tak merespon dia masih terlelap hingga Lexi menggendong tubuh istri kecilnya itu ke ranjang dan meletakannya dengan perlahan di atas kasurnya.
"Tidurlah yang nyenyak sayang"Lexi mengelus dan mengecup kening istrinya.
Dan setelah itu dia pun membereskan buku-buku pelajaran Kimi dan menaruhnya di meja.
"Huft...masa remaja memang masa paling indah,beruntungnya kalian tidak di lahirkan di keluarga yang perekonomiannya sulit seperti diri ku,hingga aku melewatkan masa-masa menyenangkan seperti kalian ini hehe"Lexi tertawa hambar memgingat masa remajanya begitu keras,di masa itu dirinya sudah direkrut menjadi seorang mafia walau dia masih belum ingin tapi tawaran itu terus datang hingga akhirnya dia pun terjun ke dunia ini sampai sekarang.
"Semoga tidak ada Lexi-Lexi yang lain"gumam Lexi saat melihat video yang menampilkan keceriaan saat remaja bersama para sahabat.
Lexi pun meletkan ponsel Kimi di nakas,dan dia bersiap mandi dan setelah itu beristirahat,karena dia pun lelah hari ini,di tambah emosinya yang dia luapkan di kantor tadi saat mendapatkan laporan salah satu anak buahnya yang gagal menangkap King.
...🦋🦋🦋...
Pagi pun tiba mentari telah memberikan kehangatan melalui cahayanya yang masih terhalang awan.sinar mentari yang hangat di pagi ini masuk melalui jendela kamar hingga membangunkan seorang gadis belia yang terlelap di kasurnya.
"Hemmm sejak kapan aku berada di kasur?"Kimi terbangun dan terduduk di kasurnya.
Dia melihat suaminya masih terlelap di sofa.
"Oo pasti kak Lexi yang memindahkan aku kesini"Kimi pun turun dari ranjangnya dan menghampiri suaminya yang masih terlelap di sofa.
Kimi duduk di bawah sofa dan memeluk tubub Lexi,Lexi langsung terbangun karena terkejut saat melihat siapa yang mengusik tidurnya dia tersenyum.
__ADS_1
"Gadis nakal"ucap Lexi mencubit hidung kecil istrinya karena gemas.
"Maafkan aku karena tidak menunggu kedatangan kakak semalam"ucap Kimi manja.
"Tidak apa-apa,bersiap-siaplah kau kan sekolah hari ini dan hari ini ujian kan?"ucap Lexi lembut.
Kimi mengangguk dan bersiap-siap kekamar mandi meski sebelumnya dia menggoda suaminya dulu sebelum masuk ke kamar mandi,dia mengecup pipi Lexi hingga membuat Lexi terkejut.
"Dasar gadis nakal,apa kau mau kita mandi bersama hem?"Lexi pun menggoda istrinya.
Kimi merinding mendengarnya dia langsung ngacir lari ke kamar mandi karena takut Lexi merealisasikan perkataannya.
Di kamar mandi Kimi menutup wajahnya sendiri karena malu dengan kelakukan nakalnya tadi menggoda suaminya pagi-pagi.
Lexi hanya tersenyum dan diangemas melihat tingkah istrinya yang pagi-pagi sudah menggodanya,jadi membangkitkan jiwa laki-lakinya kembali.
"Astaga anak itu menggemaskan banget sih"Lexi gemas sendirian ketika mengingat wajah Kimi yang ketakutan saat di ajak mandi bersamanya.
Selesai mandi Kimi pun bersiap-siap ke sekolah,tak lupa dia mempersiapkan semua perlengkapan Lexi untuk di pakainya hari ini.
Kimi meletakan semua keperluan Lexi.di sisi ranjang dan dia kelaur kamarnya,untuk mempersiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Setelah Lexi bersiap mereka pun sarapan di meja makan,Kimi hanya membuatkan Lexi roti lapis dan teh hangat pagi ini.
Setelah selesai sarapan mereke berdua pun berangkat bersama ke sekolah,meski Kimi selalu meminta di turunkan di jalan di ujung sekolah setiap mereka berangkat bersama,karena Kimi tidak mau sampai teman-teman sekolahnya bergosip tentangnya di sekolah,bisa-bisa Kimi berkelahi lagi dengan temannya seperti waktu itu.
Tapi saat Kimi berjalan sendirian di pinggir jalan Rangga yang mengendari motornya berhenti dan memberikan tumpangan padanya,Lexi yang melihat itu kesal sendiri.
"Awas kau ya..."Lexi geram sendiri.
Pak Narto hanya menggeleng kepala saja melihat majikannya cemburu pagi-pagi dengan anak SMA yang boleh di bilang,bukan saingannya tapi Lexi selalu memganggap Rangga adalah saingannya karena sudah berapa kali dirinya menangkap Rangga berjalan dan mendekati istrinya.
Ya ampun bos anak kecil di jadiin saingan.
Batin pak Narto. 🤣🤣🤣
...🦋🦋🦋🦋🦋...
__ADS_1