
Lexi langsung berlari menuruni tangga,untuk mengejar istrinya yang nekat memajat pohon dan melompati tembok belakang sekolah.
Tapi saat sampai disana dirinya sudah terlambat Kimi sudah menghilang dari sana,Lexi pun dengan cepat melompat ke atas pohon dan melompati tembok tersebut dia mendapati Kimi telah berjalan sendirian,jalannya begitu cepat.
Lexi berlari mengejar istri kecilnya itu.
"Sayang...sayang...tunggu"Lexi meraih tangan Kimi,tapi di tepis oleh gadis itu.
Kimi menatap marah ke arah Lexi.
Buk...
Kimi memukul wajah Lexi memukul bukan menampar dia meninju wajah suaminya karena kesal.
"Apa?!"Kimi sewot melihat Lexi menatapnya tajam karena di pukul oleh istinya ini.
"Ck dasar anak kecil"keluh Lexi.
"Ya aku memang hanya anak kecil,anak kecil yang bisa kalian bodohi,semua orang bilang kau itu laki-laki setia tapi nyatanya apa semua itu BOHONG"Kimi marah.
"Pagi-pagi kau marah-marah di depan kelas ku memanggil nama ku dengan kencang membuat semua teman sekelas begosip murahan tentang aku,aku masih menahan diri tapi saat aku berniat mengantarkan sarapan ke ruangan mu apa yang kau lakukan dengan ibu Dahsi sungguh tak Pantas dasar laki-laki memang tidak cukup hanya dengan satu wanita saja"Kimi emosi dia melupakan semuanya dengan meledek-ledak.
"Kau salah faham"Lexi berusaha menjelaskan.
"Lepaskan aku,dan kembali lah padanya biarkan aku menata masa depan ku ini yang masih panjang,terima kasih karena kau telah membantu perusahaan papah ku,tapi jujur aku tidak akan tahan melihat suami ku bermesraan dengan wanita lain di depan mata ku,oleh karena itu lepaskan lah aku agar kau pun bisa menata masa depan mu dengan wanita lain yang lebih dewasa dari ku"
Greb....
Lexi langsung memeluk tubuh Kimi.
"Aku tidak akan melepaskan mu,sampai kapan pun hanya kematian yang bisa memisahkan aku dengan mu kau ingat itu"bisik Lexi dia saat ini berusaha menahan emosinya karena bila dia ikut emosi melawan gadis labil sama saja tidak akan menyelesaikan permasalahan ini.
"Kau salah faham,tadi itu Ibu Dashi sedang menyerahkan laporan proposal untuk anak-anak yang dia pilih untuk ikut kompetisi fisika di kota ini,tapi saat dirinya akan keluar dari ruangan ku hak sepatunya patah dan aku berusaha menolongnya karena refleks aku jadi memeluknya dan tak lama kamu datang tiba-tiba"jelas Lexi.
"Bohong"Kimi tidak percaya.
__ADS_1
"Benar sayang..."Lexi masih memeluknya.
"Bohong hiks...kau pasti mau membodohi ku kan karena aku minim pengalaman hiks dasar pembohong"Kimi masih menangis di pelukan suaminya.
"Tidak sayang aku tidak bohong,kau sendiri berpegangan tangan dengan ketua osis di kelas tadi dengan mudahnya kau berjabat tangan dengan laki-laki padahal kau itu istri ku seharusnya hanya aku yang boleh menyentuh mu"Lexi membahas Kimi bersalaman dengan Rangga.
"Itukan hanya salaman bukan pelukan seperti yang kamu lakukan"protes Kimi.
"Kau cemburu?apa kau mulai mencintai ku?"tanya Lexi membuat Kimi jadi tersipu malu.
Buk...
Kimi memukul dada Lexi hingga Lexi mengaduh.
"Aduh...sakit sayang kau tahu kan aku masih belum sembuh total"keluh Lexi mencari perhatian istrinya ini.
Padahal yang di pukul dada tapi perutnya yang ikut sakit,Kimi yang masih polos mudah saja di bohongi oleh Lexi,dia panik saat melihat Lexi kesakitan.
"Kak...kakak sakit maaf aku terlalu kencang memukulnya ya...maafkan aku ya..."ucap Kimi panik.
"Aku tidak selemah itu sayang..."
Muach.
Lexi mengecup pipi istrinya dengan tiba-tiba dia sangat gemas dengan gadis belia ini,untungnya Lexi masih bersabar menunggu sampai Kimi lulus sekolah kalau tidak sudah dimakannya Kimi segera mungkin.
Mereka kembali kesekolah dengan memanjat dinding tinggi itu lagi.
"Bagaimana kita bisa memanjat dinding setinggi ini?"tanya Lexi.
Kimi lalu berlari kecil ke arah semak-semak pohon dan mengeluarkan tangga yang terbuat dari bambu dari sana.
"Bagaimana bisa ada benda itu disana?"tanya Lexi bingung.
"Rangga yang menyiapkannya dia selalu datang terlambat bila kesekolah dan bila gerbang sudah di tutup maka dia lewat jalan ini dengan tangga ini"jelas Kimi.
__ADS_1
"Astaga ternyata anak itu ckck benar-benar sangat pintar hehe"Lexi bukan kesal malah memuji Rangga dia jadi ingat dirinya sendiri saat sekolah Lexi termasuk anak yang selalu datang terlambat saat masuk kelas,karena dia harus bekerja part time saat malam di klub malam itu pun ibunya tidak tahu,oleh karena itu dirinya selalu datang terlambat karena selalu bangun kesiangan bila datang kesekolah.
Lexi dan Kimi memanjat tembok dengan tangga tapi saat Kimi menaiki tangga lebih dahulu tak sengaja Lexi melihat pemandangan yang membangunkan jiwa laki-lakinya yang nakal karena tanpa sengaja dia melihat isi dalam rok istrinya itu,padahal Kimi sudah menggunakan celana pendek ketat tapi entah kenapa jiwa laki-lakinya meronta saat melihat milik istrinya itu.
"Astaga sabar...sabar...kalo ajah elu gede sedikit gue makan lu Kim...Kim..."gumamnya gemas sampai menekuk jari-jarinya karena gemas dengan istri kecilnya ini.
"Kak ayo kenapa malah ngelamun"Ajak Kimi saat ini dirinya sudah berada di atas tembok.
Lexi langsung menaiki tangga dan menyusul Kimi Lexi langsung melompat dari tembok saat sudah berada di atas tembok,dan Kimi pun bersiap melompat dan Lexi bersiap menangkap tubuh istrinya
Hup...
Lexi menangkap tubuh Kimi dia lalu mengendong Kimi seperti ayah mengangkat tubuh anaknya tinggi-tinggi ke atas.
Kimi tertawa lebar saat Lexi melakukan itu dia tidak terbiasa di perlakukan seperti ini.
"Aaaa Kak turunkan aku hihi"Kimi berteriak tapi tertawa.
Lexi semakin gemas melihatnya.
Lexi pun menurunkan tubuh istrinya tapi dia masih memeluknya dalam gendongannya dan menenpelkan dahinya dengan dahi Kimi mereka tesenyum bersama.
Tanpa mereka sadari Rangga melihat adegan romantis itu,saat dirinya ingin menuju ke gudang untuk mengambil beberapa barang yang perlu di ganti di ruang osis.
Sebenarnya apa hubungan Kimi dengan pak Lexi ya...kenapa mereka sepertinya sangat dekat tidak terlihat seperti keponkanakan dengan pamannya tapi seperti...aish...astaga apa mereka pacaran?astaga kenapa aku baru menyadari ini,ckckck ternyata hati Kimi sudah milik orang lain hiks sedihnya aku cinta ku tak berbalas.
Batin Rangga.
Padahal memang sejak awal Kimi tidak pernah memberikan harapan padanya,hanya saja bagi Rangga Kimi memang berbeda dari cewe-cewe yang selalu dia temui,yang langsung terpesona dengan ketampanan dan kepandaiannya.
Hiks aku patah hati,cinta pertama ku diambil kepala sekolah.
Batinnya menangis pilu.
...🦋🦋🦋🦋🦋...
__ADS_1