Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Berkunjung Ke Makam


__ADS_3

Pukul 00.00 tengah malam,seorang gadis terlelap di kamarnya,wajah polos dan cantiknya tampak bersinar terang kala bulan purnama membagi sinarnya dari balik jendela kamarnya yang hanya terhalang tirai tipis.


Angin malam bertiup dan menerbangkan tiari tipis itu hingga terlihat menari-nari,angin malam yang bertiup terasa sejuk menyentuh kulit mulus nan cantik itu.


Krasak...krusuk...


Suara sesuatu yang mengusik telinga di tengah malam,gadis belia tersebut terbangun mencari sumber suara yang mengusik tidurnya.


"Ck apan sih ya...masa iya tikus?ada gitu tikus di rumah sebesar ini?"gumamnya yang masih di landa kantuk.


kresk...klotak...klotak...


Suara semakin berisik terdengar dari balik pintu,gadis itu menoleh ke arah sofa tidak ada orang yang biasa tertidur disana.


Dengan langkah malas tapi penasaran gadis itu pun turun dari ranjangnya,dan melangkah ke arah pintu.


Cekllek...


Di tekanya handle pintu dan di buka lah pintu tersebut.


Selamat ulang tahun.....Kimi....


Semua sahabatnya,suami dan juga sahabat suaminya datang dan memberi kejutan padanya di tengah malam ini.


Mata Kimi buram karena dia menangis bahagia,dia menangis bahagia karena semua orang terdekatnya mengingat hari kelahirannya.


"Kenapa menangis sayang?"tanya Lexi lembut dia langsung memeluk istrinya.


"Hiks aku bahagia kak karena sahabat ku masih mengingat hari ulang tahun ku"ucap Kimi lirih.


"Aku yang mengingatkan mereka sayang...bukan mereka yang mengingatnya"Lexi nampak kecewa karena kejutan yang dia siapkan untuk istrinya malah di kira ide dari teman-temannya.


"Hihihi..."Kedua sahabatnya tertawa kecil mentertawi sahabat mereka yang telihat seperti anak kecil yang ngambek.


"Diem lu berdua"sentak Lexi pada Tari dan Reka.


"Sabar...bos...maklum lah istri baru juga mau punya KTP jadi ya...begitulah"


"Ck...apaan sih,udah pada balik sana"Lexi mengusir mereka.


"kalo nggak mau balik tidur sana di kamar tamu"lanjutnya dengan nada ketus.


"Kenapa kakak marah?terima kasih atas kejutannya malam ini,muach"Kimi mencium pipi Lexi.


Membuat Lexi membelalakan matanya karena terkejut dengan tindakan istrinya.

__ADS_1


"Cie....udah hayu kita melipir ke kamar tamu"ledek Reka dan Tari.


Semua sahabat Kimi pun tertawa Kecil melihat adgan mesra itu.


"Ya udah hus...hus...sana gue mau berduaan sama istri gue"Lexi mengibas-ngibaskan tangannya mengusir mereka semua.


Sambil cekikian mereka pun menyingkir dengan teratur.


Lexi mengajak Kimi masuk ke kamarnya dia masih memeluk tubuh istrinya yang kecil itu.Lexi mengajak istri ya duduk di tepi ranjang.


"Kamu mau hadiah apa sayang di hari ulang tahun mu yang ke 17 ini?"tanya Lexi lembut.


"Boleh aku minta beberapa permintaan?"tanya Kimi ragu.


"Apapun akan aku berikan"ucapnya lembut.


"Aku ingin bertemu papah besok karena setiap tahunnya kami selalu datang ke makam mamah setiap pagi di hari ulang tahun ku"ucap Kimi.


Lexi tersenyum dan memeluk istrinya,dia mengerti semua alasan Kimi selama ini menjadi arogan dan manja,karena dia kurang kasih sayang dari ayah yang sibuk bekerja dan ibu yang telah tiada.


"Ada lagi yang kau ingin kan?"tanya Lexi lagi.


Kimi mengangguk dan mendongakan kepalanya ke arah Lexi.


"Aku ingin menemui bibik May di desanya,aku merindukannya"


"Beliau pengasuh ku tapi tiga tahun lalu dia berhenti bekerja karena ingin mengurus cucunya di desa,bolehkan aku menemuinya dia bagaikan ibu bagi ku kak"pinta Kimi.


Lexi mengangguk dia mengizinkan istrinya untuk bertemu dengan pengasuhnya di desanya.


"Terima kasih kak"Kimi memeluk tubuh besar suaminya dan mendusel-dusel kepalanya di dada suaminya.


Lexi tersenyum melihat kelakuan istrinya yang seperti anak kucing yang manja,menggemaskan bagi Lexi,jiwa laki-lakinya jadi bangkit namun dia tak mau melakukannya saat ini karena sudah berjanji dengan Kimi sebelum pernikahan mereka kalau dirinya tidak akan melakukan itu sebelum Kimi lulus sekolah,dia masih harus bersabar lebih lama.


Tapi kalau cuma cium nggak apa-apa kali ya...


Fikir Lexi ini baru pertama kalinya dirinya ingin mencium bibir seorang wanita.


Lexi meraba bibir Kimi dengan ibu jarinya,jiwa laki-lakinya sudah tidak tahan untuk mengecup bibir pink tipis itu.


Cup.


Lexi akhirnya melakukannya meski sekilas,Kimi terkejut karena serangan mendadak dari suaminya,padahal Lexi sudah memberikan aba-aba tapi Kimi belum mengerti jadi dia cukup terkejut dengan serangan Lexi.


"Tidurlah besok pagi-pagi kita bersiap ke makam mamah mu dan pergi ke desa"ucap Lexi lembut.

__ADS_1


Dan saat Lexi ingin meninggalkan Kimi dan berpindah ke sofa,Kimi menarik tangannya.


"Ada apa sayang?"tanya Lexi bingung karena di tahan oleh Kimi.


"Kakak ingin kemana?"tanya Kimi manja.


"Aku mau tidur di sofa sayang"


"Ooo begitu"Kimi nampak kecewa.


"Iya...aku tak mungkin tidur disini sayang...kau belum siap kan untuk melakukan itu?"tanya Lexi nakal.


Kimi langsung melepaskan tangan Lexi membanyangkan saja membuatnya takut,apa lagi bila Lexi benar-benar melakukan itu.


"Selamat malam kak terima kasih atas kejutannya malam ini"Kimi tersenyum pada Lexi dan membelai wajahnya.


"Tidurlah mimpi yang indah hingga tidur mu nyenyak sayang"ucap Lexi lembut.


Mereka pun akhirnya terlelap di tempat masing-masing.


Ke esokan paginya.


Kimi sudah bersiap akan pergi bersama Lexi menemui papah Glen,tadi pagi Lexi sudah menelpon Glen memberitahukan kalau putrinya ingin bertemu dengannya dan mengujungi makan alm. Mamahnya dan mereka pun akan bertemu nanti langsung di pemakaman.


Lexi dan Kimi pun berangkat di antar oleh Rey,tempat pertama yang mereka ingin kunjungi adalah pemakaman.


Mobil sampai di area pemakaman dan Kimi langsung bertemu dengan papah Glen,dan mereka langsung berjalan melewati batu-batu nisan di sana dan kemudian mereka berhenti di sebuah makam bertuliskan Melva.


Inikah makam ibunya.


Lexi melihat tahun kelahiran ibunya Kimi yang tidak berbeda jauh darinya.


Ternyata dia memang lebih cocok jadi anak ku ya hihi


Batin Lexi.


Setelah mereka berdoa dan menaburkan bunga papah Glen berbicara dengan batu nisan itu.


"Sayang...lihat Kimi kita...dia sudah remaja sekarang bahkan dia sudah menikah,dan ini suaminya kita sudah punya menantu hiks"air mata menetes di pipi pria paruh baya itu.


"Sekarang kau bisa tenang disana karena Kimi ada yang menjaga dan menyangi,tunggu aku disana ya sayang...aku selalu mencintai mu"lirihnya.


Pedih sekali kisah cinta kau tuan Glen,kau di tinggalkan oleh seseorang yang paling kau cintai di dunia ini.


Batin Lexi.

__ADS_1


...🦋🦋🦋🦋🦋...


__ADS_2