
Pagi ini setelah tiga hari Lexi meinggalkan rumahnya juga istrinya,dirinya di buat kesal kembali setelah mendapatkan laporan dari Flo tentang istri kecilnya yang berbuat ulah kembali di sekolah,hingga dia harus di skorsing oleh pihak sekolah.
Masalah yang di buat Kimi kali ini benar-benar sangat serius karena dia melukai dua orang murid yang menggangunya hingga siswi tersebut harus di larikan ke rumah sakit karena mengalami cidera parah,mereka adalah Gaby dan Neta dua orang siswi yang menggagunya karena tidak suka melihat kedekatan Kimi dengan Rangga.
Bahkan Rangga yang ada di sana saat pertengkaran itu terjadi pun ikut menjadi korban hidungnya tak sengaja terkena pukulan Kimi saat menghalangi Gaby dari pukulan membabi buta dari Kimi.
Lexi memijat-mijat keningnya yang pusing bukan main karena kelakuan arogan sang istrinya.
Dan pagi ini Lexi sudah bersiap untuk pulang kerumahnya meski lukanya masih belum sembuh benar,tak perduli dengan luka di lenganya dia menganggap itu hanya luka kecil saja,dia ingin menemui istrinya itu bukan karena rindu tapi karena gemas dengan kelakuannya yang selalu berbuat masalah dimana pun dia berada.
Mobil hitam mewah berhenti di depan sebuah pintu utama rumah mewah,Lexi langsung melangkah masuk ke dalam rumahnya dengan langkah cepat.
Dia langsung mencari keberadaan istrinya yang sedang di skor oleh pihak sekolah,dan pasti gadis itu tak pergi kemana-mana,tapi Lexi salah istrinya tidak ada di rumah saat ini.
Lexi begitu geram karena kelakuan istrinya yang benar-benar tidak tahu aturan.
"Gadis itu benar-benar harus di beri pelajaran"Lexi mengepalkan tangannya karena kesal.
"Pak Narto,Kusni,Admir kemana nyonya kecil?!"tanyanya marah kepada para pelayan di rumahnya.
"Nyonya tadi keluar tuan,katanya hari ini dia libur sekolah jadi mau pergi bermain"jelas Narto.
"Berlibur dia bilang?"tanya Lexi kesal.
"Dasar gadis kurang ajar di hukum bukan membuatnya berfikir malah membuatnya semakin manjadi dasar kepala sekolah bodoh,dia sudah sangat bodoh menghukum dirinya dengan cara seperti ini"geram Lexi.
"Apa kau mengantarnya? kemana dia pergi?"tanya Lexi pada pak Narto.
"Iya tuan nyonya kecil meminta di antar ke toko roti awan milik sahabat anda"jelas Narto.
"Ooo jadi dia kesana,benar-benar cari masalah dengan ku saja dia"Lexi kesal dan langsung berjalan cepat ke arah mobilnya.
Dia mengendarai mobil mewah tersebut sendirian dengan kecepatan maximal sudah seperti pembalab saja Lexi mengendarai mobil tersebut.
Lexi benar-benar gemas dengan istrinya itu ingin sekali dia meremat wajah istri kecilnyan itu karena kesal.
Setelah mengendarai mobil secara ugal-ugalan di jalan kini Lexi sudah berada di depan toko roti awan,dia lalu membuka pintu dengan kasar.
"Tari....Tari..."Lexi berteriak memanggil nama sahabatnya itu.
Tari keluar dari arah dapur pembuatan cake dan roti,dengan masih memakai apron.
__ADS_1
"Ada apaan elu teriak-teriak?"tanya Tari kesal.
"Mana istri gue?"tanyanya menahan emosinya.
"Ada tuh di dapur"Tari menunjuk ke arah dapur.
Lexi langsung berjalan cepat ke arah dapur,dia lalu menemukan istri ya sedang belajar membuat cake di dapur tersebut,wajah kecil Kimi belepotan penuh dengan tepung bahkan apron yang di kenakannya pun penuh noda adonan cake.
"Kak...Lexi"Kimi terlihat gembira saat melihat suaminya berada di depannya saat ini.
"Bagus...kamu keluar tanpa seizin ku lagi"ucap Lexi dingin.
"Maaf aku kan tidak tahu harus izin dengan kakak dengan cara gimana?kakak tak pernah memberi tahu ku nomor ponsel kakak"jawab Kimi polos.
"Sedang apa kamu disini?" tanyanya lagi.
"Aku sedang belajar membuat cake tiramisu kesukaan kakak"ucap Kimi dengan wajah ceria.
Membuat Lexi jadi menurun kadar emosinya,padahal kapalanya sudah ngebul tadi saat mendapatkan berita tentang kelakuan istrinya,bahkan hampir meledak saat sudah sampai di dalam toko roti ini.
Tapi entah kenapa setelah mendengar alasannya datang kesini dan melihat wajah ceria dan polosnya membuat kadar amarah Lexi majadi turun perlahan,aneh bukan?.
"Nih...minum dulu"Tari memberikan secangkir coklat panas pada Lexi agar Lexi lebih tenang.
Perasaan gue kesini mau marah-marah sama dia tapi kenapa nggak bisa marah ya pas ngeliat muka polosnya itu,ck Lexi ada sama elu sih.
Batin Lexi.
Ting....
cake sudah matang Kimi mencoba mengangkatnya di dalam Oven,tapi saat dia mengambil loyang cake yang ada di oven tak sengaja tangannya tekena bagian oven yang panas.
"Aw...sessshhh"
Lexi panik saat melihat tangan Kimi luka terkena oven panas.
Lexi segera bangkit dari kursinya dan menghampiri Kimi.
"Kenapa?mana yang sakit?"tanya Lexi panik dan cemas.
Tari yang melihat itu tersenyum saja,dia juga menggelengkan kepalanya pelan,karena Kimi berhasil membuat Lexi menjadi Lexi yang baru,biasanya Lexi itu cuek bila itu tejadi pada Tari atau Reka dia pasti akan berkata.
__ADS_1
mangkanyan kalo kerja pake mata,jangan pake idung jadi kena kan lu.
Seperti itulah yang akan di katakan Lexi bila itu terjadi pada kedua sahabatnya ini,tapi saat ini dirinya sangat panik padahal luka di tangan Kimi tidak parah hanya goresan kecil saja.
"Ri...elu punya obat nggak buat luka dia"Lexi panik.
"Ada nih"Tari memberikan kotak obat yang memang di sediakan Tari di dapur tersebut untuk peranti bila dia atau karyawannya bila bekerja dan terluka seperti Kimi saat ini.
Lexi mengobati luka di tangan istinya itu dengan penuh kelembuatan dan perhatian sesekali Lexi meniup luka tesebut agar rasa perihnya berkurang.
"Hati-hati kalau di dapur"ucap Lexi lembut.
Dia sama sekali lupa akan marah-marah dengan istri kecilnya ini.
Sepertinya Kimi benar-benar merubah kepribadian Lexi.
"Oia elu tadi mau ngapain teriak-teriak di depan?"tanya Tari tiba-tiba.
"Gue nyariin istri gue"jelas Lexi santai.
"Kangen gitu?"ledek Tari.
"Bukan awalnya bukan itu tujuan gue kesini awalnya gue mau bawa dia balik langsung tapi katanya dia mau buatin gue kue"
"Jadi nggak jadi gitu marahnya?"ledek Tari lagi.
"Ck bisa nggak lu nggak ngeledek?"Lexi kesal.
"Oia kamu tahu dari mana aku akan pulang hari ini?"tanya Lexi pada Kimi.
"Aku tidak tahu kalau kakak akan pulang hari ini,aku hanya kebetulan datang kesini dan ingin belajar memasak makanan kesukaan kakak"ucap Kimi polos.
"Ooo begitu..."Lexi tersipu.
"Iya Kimi bilang hari ini dia libur sekolah jadi dia ingin belajar membuat cake kesukaan elu"jelas Tari.
"Libur apanya,dia di skor oleh kepala sekolahnya karena kemarin bertengkar dengan teman sekolahnya hingga temannya itu cidera parah"
Tari hanya tertawa dia tak menyangka istri kecilnya Lexi sungguh luar biasa,luar biasa galaknya.
"Dia lebih parah dari elu"ucap Lexi pada Tari.
__ADS_1
...🦋🦋🦋🦋🦋...