
Pagi ini di aula sekolah semua murid di harapkan berlumpul,Kimi yang baru masuk sekolah setelah hukuman skorsing dan izin sakit beberapa hari karena insiden yang menimpanya pun ikut bergabung di aula.
"Dorrrr"seseorang mengagetkannya dari belakang dia adalah Rangga teman Kimi yang baru.
"Ck elu...bikin kaget ajah"
"Oia elu udah sehat denger-denger elu sakit kemarin?"tanya Rangga.
"Iya kemarin tuh gue sakit tapi sekarang udah sehat kok"
"Oo begitu...ya udah Bagus lah kalo elu udah sehat,kan ada temen ngobrol lagi gue hehe"
Saat mereka berdua sedang asik mengobrol beberapa orang menyapa Kimi dari belakangnya lagi.
"Kimi...."Sapa ke empat sahabatnya.
"Kalian...."Kimi terkejut karena ke empat sahabatnya itu memakai seragam sekolah sama sepertinya.
"Kalian sekolah disini juga?"tanya Kimi.
Mereka ber empat kompak mengangguk.
"Aaaaa senengnya"Kimi histeris memeluk ke empat sahabatnya itu.
"Eh...tapi tunggu apa orang tua kalian nggak masalah kalian pindah sekolah kesini?"tanya Kimi.
"Nggak masalah karena kami dapat beasiswa langsung dari pihak sekolah"ucap Shakila.
"Oooo....begitu"Kimi hanya beroh begitu saja.
Deli senyum-senyum pada Rangga dan Rangga pun tersenyum pada Deli.
"Ehm..."Mikel berdehem melihat sahabatnya itu langsung tebar pesona saat baru masuk di sekolah baru.
"Tebar pesona mulu luh"bisik Mikel.
"Biarin ajah We..."Deli tersenyum lagi pada Rangga dan Rangga pun tertawa kecil kepada Deli.
Semua murid di harap duduk di kursi karena akan ada penyambutan dari kepala sekolah dan pemilik sekolah yang baru.
"Jadi kepala sekolah kita di ganti Ngga?"tanya Kimi yang duduk bersampingan dengan Rangga.
"Gue juga baru tahu ini"ucap Rangga santai.
"Ooo begitu..."Kimi hanya mengangguk.
Dan seorang guru perempuan memberikan sambutan sedikit kepada semua murid dan membimbing untuk berdoa sebelum di mulainya acara utama.
"Saat ini ke pemilikan yayasan sekolah kita telah di ambil alih oleh seseorang dan jabatan kepala sekolah pun di gantikan oleh beliau kita sambut kepala sekolah baru kita dan pemilik sekolah kita yang baru..."
Saat guru tersebut memanggil kepala sekolah yang baru tiba-tiba pulpen Kimi jatuh kelantai hingga dia menunduk ke kolong kursi untuk mengambil pulpenya tersebut.
"Kita sambut kepala sekolah baru kita dan pemilik sekolah kita yang baru bapak Lexi Irawan"ucap guru tersebut menggema di aula.
Duk...
Kepala Kimi sampai terbentur kursi karena terkejut nama suaminya di sebut,dia pun mengintip dari sela kursi di depannya yang masih bisa melihat ke arah panggung.
"Pak Lexi silahkan anda berikan sambutan anda kepada semua murid disini"ucap guru tersebut.
Bisik-bisik terdengar dari para siswi.
Iiiihhhh kepala sekolah kita yang baru ganteng banget...
__ADS_1
Iya ganteng jadi semangat deh dateng ke sekolah
Ganteng-ganteng dia suami gue...awas ajah kalau kalian macam-macam berani menggoda dia gue patahin lagi tangan kalian.
Kimi kesal dan memaki dalam hatinya.
Lexi mencari-cari keberadaan istrinya yang tidak kelihatan berada di aula tersebut,Lexi melihat ke arah deretan sahabatnya dan teman barunya Rangga tapi istrinya itu tidak terlihat juga.
Lexi melirik ke arah mereka dan mereka menunjuk ke bawah kursi,dan Lexi melihat memang ada seorang siswi sedang bersembunyi di bawah kursi sudah seperti anak kuncing yang kedinginan.
"Tolong semuanya perhatian dan yang di bawah kursi duduk di kursinya jangan di kolong kursi seperti itu"ucap Lexi saat memberikan sambutan.
Kimi akhirnya nongol dan cengar-cengir pada Lexi.
Asli anak ini menggemaskan sekali sih...
Batin Lexi.
Ck...ngapain sih dia di kolong kursi cari perhatian deh pasti dia.
Iya cari perhatian biar di tegur tuh sama kepala sekolah ganteng.
Gumam-gumam para siswi yang tidak suka dengan Kimi.
Siapa yang cari perhatian sialan,nggak usah di cari juga dia udah perhatian sama gue,dasar cewe-cewe centil.
Kimi kesal tapi dia hanya bisa menggerutu dalam hatinya.
Kimi lalu mellihat ke arah ke Empat sahabatnya,lirikan yang seolah berkata jadi dia yang masukin kalian ke sekolah ini? Begitulah maksud lirikan mata Kimi kapada ke empat sahabatnya itu.
Dan mereka berempat pun hanya cengar-cengir saja.
Lexi memperkenalkan dirinya kepada semua murid yang berada disana.
Fikir Rangga.
Aaaaa iya dia om nya Kimi,ck nggak nyangka om nya Kimi sekarang jadi kepala sekolah disini,ck ya...nggak bisa ngajak bolos lagi dong.
fikirnya lagi.
Setelah acara sambutan selesai semua murid di persilahkan kembali ke kelas masing-masing.
Kimi menarik tangan sahabatnya Shakila dan Deli.
"Bisa kalian jelasin ini semua?"tanya Kimi menahan kesal.
"Hehehe...jadi begini"Shakila mulai cerita.
Jadi saat kemarin mereka di undang ke rumah waktu itu,Lexi meminta mereka bersekolah di sekolah yang sama dengan Kimi,Lexi sudah mempersiapakan semuanya ,bahkan Lexi sudah membeli yayasan sekolah tersebut dan memecat kepala sekolah yang lama yang tidak pernah adil dalam menghukum muridnya.
Mereka berempat di biayai oleh Lexi sampai mereka lulus sekolah dengan syarat mereka berempat harus menjaga Kimi,agar tidak berulah di sekolah.
Dan Lexi memilih menjadi kepala sekolah bukan tanpa alasan dia ingin melindungi Kimi secara langsung karena dirinya takut istrinya menjadi incaran musuh lagi.
Dan sebenarnya ini semua adalah ide Tari dan Reka agar Lexi membeli sekolah tersebut agar bisa mengawasi dan melindungi langsung istrinya.
"So sweet kan suami elu Kim"bisik Shakila.
"Iya...sweet banget"ucap Deli yang seolah melayang bila mengingat betapa Lexi menyangi Kimi hingga sampai melakukan ini semua.
Kimi dan sahabatnya kembali ke kelas dan baru saja dia duduk di kursinya guru bahasa yang bernama ibu Indri yang kebetulan mengajar di kelas ini memberitahunya kalau dirinya di suruh ke ruangan kepala sekolah.
Semua teman sekelasnya berbisik-bisik.
__ADS_1
Pasti dia kena maslah deh karena tadi ngumpet di kolong kursi.
Begitulah bisik-bisik yang terdengar.
Kimi pun berjalan ke ruangan kepala sekolah dengan langkah malas.
Mau apa sih dia panggil aku.
Batin Kimi.
Saat sampai di depan pintu ruangan kepala sekolah Kimi pun mengetuk pintu tersebut dan terdengar suara Lexi menyuruhnya masuk.
Kimi mendorong handel pintu dan muncul dari balik pintu,namun dirinya terkejut saat masuk karena disana dia mendapati Lexi sedang bersama ibu Flo.
"Bapak panggil saya?"tanya Kimi datar.
Entah kenapa dia kesal melihat ada wanita lain di dalam ruangan suaminya.
"Silahkan duduk nyonya muda"ucap ibu Flo menarik kursi untuk Kimi.
Kimi terkejut karena setahu dia yang menyebut dia dengan sebutan seperti itu hanya para pelayan suaminya.
Lexi tersenyum melihat kebingungan di wajah istrinya ini.
Lexi mendekat kepada istrinya.
"Kenapa kok terkejut begitu?"tanya Lexi lembut,Lexi langsung menundukan kepalanya dan mendekatkan wajahnya dengan Kimi.
Aaaaa ternyata benar tuan berbeda bila di depan nyonya muda,benar yang di katakan Rey kalau benteng hati tuan sudah di runtuhkan oleh nyonya muda kita.
Batin Flo.
"Di...dia bukannya guru disini kenapa memanggil ku seperti itu?"tanya Kimi ragu.
"Flo menjadi guru disini atas perintah ku untuk mengawasi mu sayang,dan bila tidak ada aku,Flo yang akan menjaga mu"jelas Lexi.
Buk...
"Aw...kenapa kau memukul ku sayang?"tanya Lexi ketika dadanya di pukul oleh Kimi.
"Menyebalkan kenapa tidak bilang dari awal,kalau kakak membeli sekolah ini dan mengirim teman-teman ku kesini"Kimi kesal.
"Aku ingin buat kejutan untuk mu sayang"ucap Lexi.
"Ish...kejutan menyebalkan,sudah lah aku mau kembali ke kelas"ucap Kimi.
"Saya akan mengantar anda nyonya muda"ucap Flo.
"Hehe tidak usah ibu Flo di sekolah ini aman tidak mungkin hanya berjalan ke kelas saja ada yang menculik ku"ucap Kimi menahan kesal.
Karena menurutnya ini berlebihan.
Flo melihat ke arah bosnya dan Lexi hanya mengangguk saja.
"Awasi saja dia dari jauh bila ada yang macam-macam tinggal tembak saja"ucap Lexi tegas.
"Kakak...."Kimi merengek hingga menghentakan kakinya.
Flo jadi gemas melihat tingkah manja nyonya mudanya ini.
Ooo nyonya boleh kah aku mencubit pipi mu itu kau sungguh menggmaskan grrrrr.
...🦋🦋🦋🦋🦋...
__ADS_1