Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Kelewat Bucin


__ADS_3

Sepulang sekolah Rangga mampir di sebuah kafe tak jauh dari sekolah,dia memesan milk shake coklat dan juga kentang goreng untuk menggenjal perutnya.


Saat sedang asik menikmati milk shake dan membaca buku pelajaran,dia melihat dua teman sekelasnya,lebih terpatnya teman baru di kelasnya,yaitu Deli dan Mikel.


Mereka terlihat akbrab namun entah kenapa selalu saja berdebat.


"Gue mau burger keju"ucap Deli.


"Gue mau meet ball goreng"ucap Mike.


"Ish apa kenyangnya elu makan begitu doang?"ucap Deli.


"Ya pake nasi lah"jawab Mikel.


Rangga hanya tersenyum melihat perdebatan tiada arti itu dia kembali membaca bukunya.


Tapi saat sedang asik membaca dirinya di tegur oleh Deli.


"Eh...ada Rangga,Rangg..."sapa Deli dan Rangga hanya tersenyum saja pada mereka berdua.


Terlihat di wajah Mikel yang nampak tidak suka Deli kecentilan dengan Rangga.


Rangga berusaha biasa saja,namun Deli malah mendekati dirinya setelah pesanannya selesai di buat.


"Aku boleh duduk disini ya bareng kamu"Deli langsung duduk di sisi Rangga.


Tapi di tarik oleh Mikel.


"Ck apaan sih lu genit banget dah..."Mikel kesal.


"Ck...apaan sih Kel orang lagi usaha ini"ucap Deli tanpa malu-malu.


"Ish...sini nggak,jadi cewe itu jangan kecentilan jadi banyak cowo yang suka,kalo elu agresif begini cowo malah jadi takut sama elu"ucap Mikel kesal.


"Apaan sih Rangga ajah biasa ajah tuh ya kan Rangga?"ucap Deli masih dengan genitnya.


Rangga hanya tersenyum pada mereka berdua.


"Kalo mau gabung silahkan,nggak usah ribut kaya anak kecil begitu"ucap Rangga santai.


"Tuh kan Rangga ajah nggak masalah"icap Deli.


Mereka pun akhirnya duduk di meja yang sama,dan saling berbincang meski terlihat jelas Mikel tidak suka kebersamaan ini.


"Kel...gue mau tanya sesuatu sama elu?"ucap Rangga.

__ADS_1


"Tanya apa?"Mikel ketus.


"Kimi sama pak Lexi pacaran ya?"tanya Rangga.


Byur...


Uhuk...uhuk...uhuk...


Deli tersedak jus yang di minumnya.


"Kenapa elu nanya begitu?"tanya Mikel bingung.


"Tadi pagi gue nggak sengaja liat mereka pelukan di halaman belakang sekolah"jelasnya.


"Aish...cuma pelukan doang gue juga biasa peluk-peluk dia"ucap Mikel dia tidak mau membocorkan rahasia sebenarnya.


"Ck itu kan antara sahabat ini yang gue lihat lain,mereka tuh kelihatannya mesra banget,pak Lexi gendong Kimi kelihatannya sayang banget sama Kimi dan Kimi juga kelihatan bahagia banget di gituin sama pak Lexi"jelas Rangga menjelaskan apa yang dia lihat dengan matanya tadi pagi.


"Ck perasaan lu ajah kali"ucap Mikle cuek.


"Yeh....beneran ini tahu bukan cuma perasaan,ya gue juga bisa bedaiin lah mana teman biasa mana yang saling suka kaya elu berdua gini"singgung Rangga.


"Apaan sih"ucap Deli dan Mikel berbarengan.


"Ah...udah lah,tapi kalo saingan cinta gue oak Lexi berat juga ya..."gumam Rangga.


"Why not mereka kan baru pacaran kenapa gue harus nyerah?"Rangga kukuh.


"Karena mereka berdua itu sudah..."ucapan Deli terputus saat kakinya di senggol oleh kaki rangga.


"Sudah apa?maksud lu apa mereka sudah menikah? Hah...ngaco lu berdua masa iya anak masih sekolah udah nikah"Rangga tidak percaya.


"Hehe iya elu bener,mereka masih pacaran tapi gue saranin ke elu jangan bersaing sama pak Lexi karena dia nggak akan ngebiarin Kimi di rebut sama cowo lain"ucap Mikel serius dan di angguki oleh Deli.


"Lagian kenapa harus Kimi sih Ngga kan ada gue disini hiks"Deli berpura-pura sedih.


Rangga hanya tersenyum.


"Hehe elu kan ada dia kenapa harus sama gue?"ucap Rangga menunjuk ke arah Mikel.


Deli melirik ke arah Mikel dan Mikel jadi salah tingkah dan melihat ke arah lain.


Setelah mereka mengobrol dan menghabiskan makanan dan minuman mereka di kafe tersebut,mereka pun pulang ke rumah masing-masing.


Rangga pulang menaiki motornya,sedangkan Mikel dan Deli berboncengan juga di motor yang sama.

__ADS_1


Rangga memutar jalan ke arah jalan lain,jalan yang jarang dia lewati bila menuju rumahnya,namun saat dirinya sedang memacu motornya dia melihat Lexi dan Kimi yang sedang jalan berdua menuju toko roti awan.


"Itukan Kimi dan pak Lexi,ck benerkan mereka pacaran"gumamnya saat melihat Lexi menggenggam tangan Kimi memasuki toko roti tersebut.


Bahkan saat di dalam toko yang berkaca trasparan itu terlihat jelas Lexi memeluk tubub Kimi dari arah belakang dan mengecup pipi Kimi dengan mesra.


"Astaga sampai sejauh itukah hubungan mereka?"gumam Rangga yang melihat itu.


Dia shock saat melihat Lexi mengecup pipi Kimi begitu mesra di depan orang-orang di toko roti tersebut,dan lebih Shock lagi melihat Kimi tidak marah dengan perlakuan Lexi yang seperti itu padanya.


"Hiks...pupus sudah harapan ku pada mu Kimi,kau lebih menyukai pria yang lebih tua dari mu ternyata"Rangga bersedih tapi bukan sedih yang sebenarnya.


Dia memang menyukai Kimi tapi bukan cinta yang mendalam dia hanya sekedar penasaran saja dengan Kimi karena Kimi berbeda dari cewe-cewe yang sering dia temui itu saja.


Rangga pun menjalankan motornya lagi menuju rumahnya.


Sementara itu di toko roti awan.


Kimi dan Lexi mengobrol dengan Tari disana.


Mereka mengobrol tentang hal-hal ringan,Kimi bakan membahas tentang perlombaan drama musikal pendek yang akan di adakan di sekolah.


"Ooo ya...kalian akan menceritakan apa di drama panggung nanti"tanya Tari.


"Rencananya mau buat tema komedi romantis tante"jawab Kimi.


"Wah...kayanya menarik tuh"


"Romantis?"tanya Lexi.


Dan Kimi hanya mengangguk saja.


"Ah...apa ada adegan kissing?"tanya Lexi khawatir..


"Tidak tahu kak"jawab Kimi polos.


"Bila ada skenario yang seperti itu maka tidak akan lulus dan di diskualifikasi,astaga kalian masih Sekolah buat drama dengan adegan begitu,dimana urat malu kalian"Lexi malah mengomel.


"Besok aku akan buat pengumuman bila drama musikal ada adegan Kissing maka akan langsung didis oleh ku"lanjut ngomel.


Tari hanya menggelengkan kepala saja melihat kelakuan sahabatnya ini.dia tahu alasan sebarnya Lexi melarang adanya adegan itu,itu pasti karena dia takut istrinya kedapatan scene yang seperti itu,dan akan membuatnya meledak seketika di panggung nanti.


"Ya nanti aku dan teman-teman akan mengatur semuanya agar tidak ada adegan yang berlebihan kak,lagi pula aku juga tidak ikut dalam adegan aku hanya akan mejadi pemeran pendukung saja nantinya"jelas Kimi.


"Ck sebaiknya kau tidak usah ikut drama itu kau di balik layar saja menjadi sutradara"

__ADS_1


🤦‍♀ Tari langsung menepuk jidatnya karena ucapan Lexi yang benar-benar sudah kelewat bucin.Tari yakin besok Lexi pasti akan buat kehebohan di sekolah karena masalah ini.


...🦋🦋🦋🦋🦋...


__ADS_2