Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia

Runtuhnya Benteng Hati Sang Mafia
Racel


__ADS_3

Pagi hari cahaya mentari telah memasuki sebuah kamar. Seorang gadis terbangun dari tidurnya dia mencoba membuka matanya yang masih teras berat,saat perlahan dia membuka matanya dan dirinya meraba sesuatu yang sangat asing baginya.


Dan saat kesadarannya penuh dia mendapati tubuh seorang pria dewasa di sampingnya yang tertidur dengan pulasnya.


Ya ampun sejak kapan si om tidur disini?dan kapan aku pindah kesini,tapi pakaian kami masih lengakap kok dan sepertinya tidak terjadi sesuatu.


batin Kimi.


"Hegm..."tiba-tiba tangan Lexi memeluk tubuh Kimi.


Tapi Kimi mencoba berontak dan memukul tangan besar tersebut.


"Om...om...bangun ish...badan ku tak bisa bergerak om..."jerit Kimi.


Lexi yang mendengar kebisingan di telinganya pagi-pagi membuatnya terbangun dan langsung tersadar.


"Ck...bisa nggak teriak-teriak begitu pagi-pagi"Lexi kesal.


"Bagaimana aku tidak teriak tangan anda menindih tubuh ku"Kimi sewot.


"Ck...baru tangan belum yang lain"Lexi bicara asal.


Kimi yang mendengar itu langsung mangap.


"Apa maksud anda dengan yang lain?"tanya Kimi sewot.


"Ya...yang lain lah kita kan suami istri hal yang wajar bila saling menindih"Lexi semakin ngawur bicaranya.


Buk...


Bantal mendarat di wajah Lexi,Kimi memukul wajahnya karena kesal dengan ucapan Lexi yang tak di ayak.


Lexi kesal dengan kelakuan istrinya sejak semalam hingga dia langsung menyerang tubuh kecil itu mendorongnya hingga terjerembab ke kasur dan menindih kaki istrinya hingga Kimi tidak bisa menendangnya.


Kimi panik dan ketakutan terlebih saat ini Lexi mendekatkan wajahnya sangat dekat ke wajah Kimi.


"Om...om...mau apa om...jangan om..."Kimi ketakutan.

__ADS_1


"Dasar istri kurang ajar,semalam kau tidak menemani aku makan malam,tidak menyiapakan pakaian ku,membuat kamar berantakan dengan kertas-kertas gambar mu dan pagi ini kau berteriak di telinga ku dan memukul wajah ku,aku harus memberikan kau pelajaran gadis kecil"ucapnya geram dan dingin.


"Apa...om mau apa?"Kimi ketakutan saat bibir Lexi menelusup keleher gadis itu.


Lexi meraskan sensai yang belum pernah dia rasakan saat menghirup aroma di leher istrinya ini.


Kimi semakin ketakutan dan meminta Lexi melepaskannya tapi bukan melepaskannya Lexi malah semakin kencang menahan tangan gadis itu


"Aku suami mu aku berhak atas tubuh mu mengerti"bisik Lexi menakutkan di telinga Kimi.


"Om...om...aku minta maaf kalau aku belum bisa menjadi istri yang baik,tapi aku mohon jangan lakukan itu sekarang hiks...aku belum siap hiks..."Kimi menangis.


Lexi langsung menghentikan kagiatannya dan melepaskan Kimi dan langsung berjalan ke kamar mandi,dia ingin menuntaskan sesuatu disana karena pagi-pagi sudah ada yang membangunkan jiwanya yang lain yang ada di bawah sana.


Dia sendiri pun heran tak pernah dia seperti ini sebelumnya dengan wanita padahal kliennya suka menggodanya dengan memberikan wanita yang bahkan rela menanggalkan pakainnya di hadapannya tapi tak pernah dia bangun.


Fikir Lexi saat air dari shower membasahi tubuhnya.


Kimi masuk keruang ganti dan mengambil pakian untuk Lexi,semua pakaian dan atribut yang akan di gunakan Lexi,mulai dari kemeja,jas,celana,sampai pakaian dalam,hingga ikat pinggang,sepatu berserta kaos kakinya semua Kimi persiapkan untuk Lexi.


Kimi menaruh semuanya di sisi ranjang dia lalu keluar kamarnya dan menuju dapur.


Selesai mandi Lexi melihat di sisi ranjangnya dia melihat pakaian kerjanya sudah di siapakan disana di memutar pandangannya ke seluruh ruangan namun tak di temukan keberadaan istrinya disana.


"Apa dia yang menyiapkan ini semua"Lexi tersenyum lebar saat meraih kemeja kerjanya.


Dia pun mengenakan semua yang telah di siapkan Kimi pagi ini,setelah semuanya dia kenakan dia pun berjalan kearah pintu saat dirinya ingin meraih handle pintu pintu tersebut terbuka dan munculah istri kecilnya dari balik pintu.


Kimi melihat Lexi telah rapih dia lalu tersenyum dan berjalan ke arah kamar mandi tapi langkahnya terhenti saat Lexi mengucapkan terima kasih.


"Kim...Kim...terima kasih"ucapnya lalu segera berlalu dari kamarnya dan segera turun dari tangga menuju meja makan.


Saat dia berisap sarapan Rey menghampirinya mengatakan pagi ini ada pertemuan penting dan Lexi tak bisa menunda-nunda karena nilai dari kerja sama ini sangat fantastis.


Lexi pun berdiri dari kursinya dan segera berjalan keluar rumah,dan naik kedalam mobilnya.


Saat Kimi telah selasai berdandan Kimi pun turun dari kamarnya dia menuju ke meja makan,tapi tak mendapati Lexi duduk disana.

__ADS_1


Kimi kecewa karena sarapan yang dia buat dengan susah payah tak di sentuh sama sekali oleh Lexi piring di tempat Lexi masih tertelungkup dan rapih sama sekali terlihat tak tesentuh.


"Dasar om ngeselin dia bilang aku harus menjadi istri yang baik tapi dia sendiri apa sudah mejadi suami yang baik"Kimi kesal.


"Makanan yang aku buat tak di sentuhnya sama sekali dan dia pun tidak pamit pada ku saat pergi tadi menyebalkan"Kimi kesal dan menggebrak meja makan dan dia pun tak memakan sarapannya.


Pagi ini Kimi pergi keluar rumah karena Lexi belum menemukan sekolah yang tepat untuknya,pagi ini dia ada pertemuan dengan seseorang pengusaha game yang tetarik dengan gambarnya dia ingin bertemu dengannya dan bernegosiasi tentang pembelian hak ciptanya.


Kimi berangkat ke sebuah kafe di antar oleh pak Narto supir pribadinya,Kimi berjalan masuk kedalam kafe dan pak Narto menunggunya di parkiran.


Sebuah mobil mewah berwarna hitam tiba di sebuah parkiran di depan sebuah hotel,seorang pria turun dari dalam mobilnya dan berjalan kedalam hotel tersebut dengan sang asisten,pertemuan di adakan di hotel tersebut.


Di dalam hotel ada juga kafe untuk anak-anak muda,saat Lexi melewati kafe tersebut Rey menegurnya.


"Tuan bukan kah itu Nyonya muda?"Rey menunjuk seorang gadis yang sedang berbicara dengan lawan jenisnya.


Lexi langsung membelalakan matanya pasalnya istri kecilnya itu berpakaian seperti baju renang saja,Kimi menggunkan kaos tanpa lengan dan celana jens ketat yang sangat mini hingga kaki mulusnya itu terekspose.


Lexi mengepalkan tangannya karena kesal,karena Kimi keluar tanpa izinnya,Kimi bertemu dengan pria lain di luaran,dan Kimi berpakaian sangat terbuka membuat Lexi murka karena tubuh istrinya di lihat banyak orang disana.


Tanpa fikir panjang lagi Lexi langsung mengampiri meja tersebut dengan langkah cepat.


Kimi yang sedang berbincang dengan seorang pria di depannya dan sesekali tersenyum dan tertawa terkejut saat mendengar suara seseorang yang tak asing di telinganya.


"Kim...Kim..."suara Lexi dingin dan tidak bersahabat.


Kimi menoleh dengan ragu ke arah belakangnya.dia lalu cengengesan saat melihat suaminya ada di tempat yang sama dengannya.


"Ikut aku dan Rey urus dia,ada hubungan apa dia dengan istri ku"perintah Lexi pada Rey.


Lexi menarik paksa tangan Kimi dan Kimi meronta di lepaskan,tapi tak di dengarkan oleh Lexi.


Saat sampai di lobi hotel langkah Lexi terhenti ketika ada yang mengurnya.


"Lexi..."sapa seorang wanita.


Seorang wanita dari masa lalunya,seorang wanita yang membuat dia memutuskan untuk pergi manjauh hingga dia keluar negeri.

__ADS_1


"Racel"ucapnya pelan.


...🦋🦋🦋🦋🦋...


__ADS_2