
***
*****Mohon maap ye,,, Kak Ull baru bisa up nya habis maghrib, soalnya kepala Kak Ull dari tadi siang pusing tujuh keliling,,, tau dah tuh keliling kemana aja. Mungkin keliling nyari inspirasi buat nulis,, 😁😁😁.
Oke deh,,,happy reading aja guys,,
lope you all**,, **
*****
XiaoYue sudah sampai disekolah sikembar.
" Belajar yang rajin ya, Nak. Nurut sama guru kalian dan jangan membuat masalah. Biar kalian menjadi anak yang pintar dan cerdas. Dan satu lagi,,, ingat nama kalian adalah Putra dan Putri Dirgantara. Jangan pernah mengucapkan nama keluarga Lin. Bisa menimbulkan masalah. " nasihat XiaoYue sebelum anak kembarnya itu keluar dari mobil.
" Oke, Mommy.. " sahut XiaoZhe dan XiaoWu kompak.
" Nanti siang Mommy jemput lagi. Jangan nakal,,. "
" Siap, Mommy. Love you,, " ucap XiaoZhe seraya mengecup pipi XiaoYue.
" Bye, Mom. Love you more,, " kali ini XiaoWu yang bicara tak lupa mengecup pipi XiaoYue.
Mereka pun turun dari mobil, dan melambaikan tangan pada XiaoYue. Setelah memastikan kedua anak kembarnya masuk kedalam sekolah, XiaoYue kemudian melajukan mobilnya menuju perusahaan keluarga Lin.
Sementara itu di sekolah menengah atas Bakti Persada. Salah satu sekolah elit terkenal, dan harus mempunyai otak encer untuk bisa bersekolah disana.
XiaoFei memarkir motornya ditempat parkir yang sudah disediakan pihak sekolah. Kemunculannya membuat sebagian murid perempuan memekik histeris.
Wajah tampan oriental, tubuh yang tinggi dan tegap, kulit putih, tatapan mata yang tajam, hidung mancung, perempuan mana coba yang tidak akan histeris.
Dengan santai dan cueknya, XiaoFei masuk kedalam sekolah dan mencari dimana kelasnya. XiaoFei berhenti didepan sebuah pintu kelas X IPA1.
XiaoFei masuk kedalam, dan lagi-lagi,, kehadirannya membuat teman perempuan satu kelasnya itu histeris. XiaoFei memutar bola matanya dengan malas.
XiaoFei duduk di pojok dekat jendela, karena memang kebetulan bangku itu kosong. Karena merasa terganggu dengan bisik-bisik teman sekelasnya itu, XiaoFei memakai headphone di telinganya dan mendengarkan musik kesukaannya.
Ya,, baginya itu lebih baik dari pada harus mendengar jeritan atau omongan yang bisa membuat telinga nya panas. Tak lupa juga, XiaoFei mengeluarkan salah satu buku komik kesayangannya, Detektif Conan.
Tidak akan ada yang menyangka, murid pintar dan cerdas yang menggemari MotoGP itu, ternyata menyukai buku komik. Bagi XiaoFei, buku komik itu sebuah hobi membacanya saja.
Begitu bel tanda masuk pun telah berbunyi, XiaoFei segera melepaskan headphone nya dan memasukkan nya kedalam tas. Begitu juga dengan buku komiknya.
Saat perkenalan diri didalam kelas, XiaoFei hanya menatap keluar jendela.
__ADS_1
" Membosankan,,. " keluh XiaoFei dalam hati.
Ya,, kecerdasan XiaoFei yang diatas rata-rata itu, membuatnya lebih suka menyendiri. Selain karena ingin menyembunyikan indentitas asli keluarga Lin nya, XiaoFei juga ingin menghindari mereka yang hanya ingin mengambil kesempatan berteman dengannya karena pintar. Cih,,, XiaoFei sangat benci itu.
XiaoYue berulang kali mengingatkan untuk tidak menggunakan nama keluarga besar Lin.
Bukan karena ingin menghilangkan dan tidak mengakui mereka sebagai keluarga. Hanya saja sebuah kejadian yang sangat tidak mengenakkan dan cukup tragis, membuat XiaoYue lebih waspada.
XiaoYue sendiri sudah meminta ijin pada sang Kakek yaitu Lin XiaoLong. XiaoLong yang juga mengetahui kejadiannya dari sang pengawal pribadi keluarga Lin itu pun, dengan terpaksa mengijinkan.
Saatnya XiaoFei maju kedepan kelas untuk memperkenalkan dirinya. Dengan gaya santainya, XiaoFei berjalan sambil memasukan kedua tangan kedalam saku celana nya.
XiaoFei memasang wajah datar dan tatapan tajamnya.
" Selamat pagi,,. Perkenalkan nama saya Raja Dirgantara. Saya berasal dari sekolah Citra Mandiri. Salam kenal. " ucap XiaoFei santai yang membuat kelas kembali heboh karena pekikan beberapa murid perempuan.
" Ada yang ingin bertanya,,? " tanya sang guru, membuat XiaoFei menghela nafas, menahan kesal dan malas.
" Lagi-lagi,,? haruskah selalu ada sesi tanya jawab,,? Menyebalkan,,. " keluh XiaoFei dalam hati.
" Saya, Pak. " seru seorang murid wanita berambut ikal dengan dandanan sedikit menor, membuat XiaoFei merasa mual.
" Silahkan,, Bunga. " jawab sang guru yang bernama Willy.
" Gue mau tanya dong,,, kok loe bisa ganteng sih,,? " tanya Bunga dengan genit.
" Kalau untuk hal itu, anda bisa bertanya pada kedua orangtua saya. " jawab XiaoFei dengan malas.
" Ada lagi yang ingin bertanya,,? " tanya Pak Willy.
" Saya, Pak. " seru seorang murid perempuan berambut panjang.
" Silahkan, Nadia. " ucap Pak Willy.
" Loe udah punya pacar belum,,? " tanya gadis itu yang bernama Nadia dan lagi-lagi mendapatkan sorakan dari murid sekelas.
XiaoFei harus menahan kesalnya dengan menarik nafas dan membuangnya kasar, dan menjawab dengan nada sinis.
" Maaf,, saya bukan tipe orang yang suka membuang waktu untuk hal yang tidak berguna seperti itu. "
Jlebb,,,
Nyesek ga tuh,,,
Nadia langsung terdiam karena malu setelah mendengar jawaban dari XiaoFei.
__ADS_1
" Saya ingin bertanya, Pak. " seorang murid laki-laki berkacamata.
" Silahkan Alvin. " jawab Pak Willy.
" Nama keluargamu sama dengan salah satu dari beberapa keluarga yang berpengaruh di negara ini, yaitu keluarga Dirgantara. Apa kau salah satu anggota keluarga Dirgantara yang terkenal itu, yang salah satu anggota keluarganya telah menikah dengan keluarga besar Lin dari negara C,,? " tanya Alvin.
XiaoFei terdiam untuk sesaat, lalu tersenyum tipis. Senyum yang jarang diperlihatkan nya, membuat murid perempuan yang ada dikelas itu semakin klepek-klepek.
" Apakah saya terlihat mirip bila menjadi anggota keluarga Dirgantara itu,,? " tanya XiaoFei.
" Ya. " jawab Alvin singkat.
" Tapi sayang sekali, saya bukan termasuk anggota keluarga mereka. Keluarga kami hanya keluarga biasa, yang kebetulan memiliki nama keluarga yang sama dengan perusahaan besar itu. " jawab XiaoFei berusaha mengelak dengan tetap bersikap santai.
"Oooo... " hanya satu huruf itu yang terdengar dikelas.
" Ada lagi,,? " tanya XiaoFei. Kelas hening seketika.
" Apa saya sudah boleh kembali ke kursi saya, Pak,? " tanya XiaoFei pada Pak Willy.
" Silahkan Raja. " jawab Pak Willy.
XiaoFei pun berjalan kembali ke kursinya dan menghela nafas lega.
" Akhirnya,,,. Benar-benar sangat membosankan. " sungut XiaoFei dalam hati.
Setelah acara perkenalan yang sangat membosankan menurut XiaoFei, kegiatan belajar mengajar pun dimulai. Saat pelajaran dimulai, XiaoFei sibuk fokus mendengar dan memperhatikan Pak Willy menerangkan.
Sesekali tangannya mengetik di laptop nya. Ya,, sekolah itu menggunakan laptop sebagai sarana belajar mengajar. Maklum,, sekolah elit.
Kalo Kak Ull mah boro-boro,, bisa lulus sekolah aja udah alhamdulillah banget. Ye kan,,,
Namanya juga dunia khayalan,, penuh halu banget kan,, 😅😅😅.
*****
~~ Bersambung guy's,,,
Jangan lupa mainkan jempol kalian untuk tekan like, vote, comment and hadiahnya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir di karya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Salam love and peace dari Kak Ull,,
__ADS_1
❤❤❤✌✌✌
*****