
****
**Selamat pagi readers,,
Cuaca mendung hari ini, semoga tidak dengan suasana hati para readers,,
Happy reading aja ya**,,
****
Sementara itu di apartemen XiaoYue,,,
XiaoYue masih bingung dan terngiang dengan ucapan permintaan anaknya, XiaoFei dan kakek Radith.
Ditengah kegalauannya,, XiaoYue akhirnya menghubungi kakaknya, XiaoLi.
Diraihnya ponselnya yg berada diatas nakas dan menekan nomer kontak XiaoLi. Tak butuh waktu lama,,
*XiaoLi : " Ada apa, Yue,,? "
XiaoYue : " Apakah kakak sedang sibuk,,? "
XiaoLi : " Tidak,, kenapa,,? "
XiaoYue : " Kakak sekarang dimana,,? "
XiaoLi : " Hei,, hei,, hei,, sejak tadi aku bertanya bukannya dijawab malah balik bertanya,, "
XiaoYue : " Aku butuh pendapat kakak,, "
XiaoLi : " Apakah tentang Jimmy,,? "
XiaoYue : " Iya,, "
XiaoLi : " Sudah kuduga. Kau tenang saja, aku sudah diperjalanan. Sebentar lagi sampai dan akan aku tunjukan bukti yg akan membuatmu tidak bisa menolak Jimmy lagi. "
XiaoYue : " Hah,,, ternyata kau sudah merencanakan nya agar aku datang kesini kan,,? "
XiaoLi : " Hei,,, aku juga seorang suami dan seorang ayah. Aku sangat paham keadaan Jimmy. "
XiaoYue : " Baiklah,,, baiklah,,, aku tidak bisa bicara apa-apa lagi kalau berdebat denganmu. Aku selalu kalah.. "
XiaoLi : " Ha,, ha,, ha,,. Sudah lah,, sebentar lagi sampai. "
__ADS_1
XiaoYue : " Baiklah,, aku tutup*. "
XiaoYue pun mengakhiri panggilannya. Dan menarik nafas. XiaoYue memijit keningnya,, pusing dengan kelakuan kakak sepupunya itu.
****
Tak lama kemudian,,,
XiaoLi sampai di apartemen XiaoYue.
" Uncle,,, !!! " seru XiaoFei begitu melihat XiaoLi masuk kedalam.
" Fei'er,,, uncle rindu.. "
" Fei'er juga rindu uncle,, " sahut XiaoFei sambil mencium kedua pipi XiaoLi.
" Kau sudah sampai, Kak,,? " tanya XiaoYue yg baru saja keluar dari kamarnya.
" Iya,, bukankah sudah kubilang kalau aku sebentar lagi sampai. "
" Kau sendirian,,? "
" Ya,,,. Kita bicara dikamarmu saja. Fei'er,, uncle bicara dulu dengan mommy. Sebentar saja,, Oke,,? "
" Oke uncle,,, tapi janji setelah itu uncle akan mengajakku bermain,, "
XiaoYue dan XiaoLi pun masuk kembali kedalam kamar XiaoYue.
" Bicaralah,,, " ujar XiaoLi seraya duduk di sofa yg berada didalam kamar XiaoYue.
XiaoYue pun menceritakan awal pertemuan nya dengan Ricky hingga XiaoYue datang ke keluarga Dirgantara.
" Aku bingung dengan permintaan kakek yg ingin aku kembali pada Jimmy. Ditambah lagi XiaoFei yg ternyata selama ini diam-diam menginginkan sosok ayah. Dia bilang dia iri dengan teman-temannya."
" Sebenarnya saat kau memutuskan untuk pergi dari kediaman Dirgantara,, aku sudah menyelidiki keluarga itu termasuk Jimmy dan Vita. Aku pun diam-diam menempatkan salah satu anak buahku di dalam rumah itu menjadi seorang maid. Begitu juga di perusahaan Dirgantara,, Kakek yang menyuruhku. "
" Jadi selama ini kakak sudah tau apa saja yg terjadi dirumah itu dan di perusahaan itu,,? "
XiaoLi mengangguk.
" Semua itu,, kakak dan kakek tau. Bagaimana Vita menghilang dan berselingkuh dengan teman sekaligus rekan bisnis Jimmy. Bagaimana Jimmy yg mengurung dirinya, selalu menangis dan berteriak tidak jelas. Bagaimana dia menelantarkan pekerjaannya hampir tiga bulan. Dan bagaimana susah payahnya dia berusaha mencarimu. "
Mata XiaoYue mulai panas dan basah mendengarnya.
__ADS_1
" Mungkin Ricky sudah bercerita tapi kau tidak percaya. Lalu apabila aku yg bicara apakah kau akan percaya,,? "
XiaoYue diam sambil menundukkan kepalanya.
" Beberapa waktu yg lalu Jimmy datang ke negara C dan menemuiku. Dia bahkan bercerita tentang dirinya yg tak pernah lelah mencarimu. Bagaimana dia mencintaimu dan sangat merindukan mu. Dia bercerita tanpa dia tau siapa aku. Aku merasa dia sudah sangat putus asa. "
Bahu XiaoYue bergetar karena menangis.
" Sudah saatnya kau membuka hatimu kembali, Yue,,. Berhentilah untuk keras kepala. Kau mau mengujinya dengan cara apa lagi,,? Apakah waktu lima tahun ini kurang untuk membuktikan ketulusan dan kesetiaanya,,? "
XiaoLi menarik nafas panjang.
" Aku tau dengan sangat, kau pun masih mencintainya, kan?"
XiaoLi hanya mengangguk pelan.
" Tentunya kau tidak ingin kejadian ayahmu terulang lagi pada XiaoFei kan,,? Bagaimana rasanya jauh ayahnya,,? "
XiaoYue menggeleng pelan.
" Kau pikirkanlah dulu,,, Tentang kebahagiaan XiaoFei,, tentang kesehatan Tuan Radith,, dan juga tentang kebahagiaan mu. Apakah kau tidak ingin merasakan kebahagiaan keluarga yg utuh untuk XiaoFei,,? "
XiaoYue kembali diam.
" Aku keluar dulu,, ingat. Pikirkan dengan baik.. "
XiaoLi pun keluar dari kamar XiaoYue.
XiaoYue kembali menangis. Dadanya terasa sesak dan nyeri.
****
**Bersambung...
Sampai jumpa nanti malam,, aku bakal up lagi.
Biar cepet tamat, karena aku mau bikin novel baru lagi,, udah ada 4 ide lagi.
Semoga aja sukses,,
Jangan lupa like, vote and comment nya,,
Salam Love and peace dari Kak Ull..
__ADS_1
❤❤❤✌✌✌**
*****