Sahabatku Menjadi Pasanganku

Sahabatku Menjadi Pasanganku
Darurat


__ADS_3

Selamat siang reader's,,


Mohon maaf karena othor jadi jarang up,, othor udah tiga hari ini lagi sakit. Untuk yang kemarin koment minta double up,, nanti othor usahakan ya, kalau badan othor udah agak enakan.


Hari ini othor up dikit ya,, ga enak soalnya jarang up. Biasanya tiap hari. Sekali lagi maaf ya,, 🙏🙏🙏.


Happy reading,,,




Setelah makan siang dicafe favorit XiaoFei, mereka pergi ke perusahaan keluarga Lin. Ada beberapa berkas yang harus XiaoYue urus. Sementara Jimmy ada yang ingin dia bicarakan dengan XiaoLi.



Sesampainya di perusahaan Lin,,



" Selamat siang, A'Xiang. " sapa XiaoYue dan Jimmy, begitu mereka sampai di kantor XiaoLi.



" Selamat siang, Nona Lin,, Tuan Jimmy. " sahut A'Xiang ramah.



" Apakah Kakak sedang ada tamu, A'Xiang,,? " tanya XiaoYue.



" Tidak ada, Nona. Silahkan masuk. " ucap A'Xiang.



" Baiklah. Terimakasih, A'Xiang. "



XiaoYue, Jimmy dan XiaoFei masuk kedalam ruangan XiaoLi.



" Siang Uncle,,,!! " seru XiaoFei begitu masuk kedalam ruangan.



XiaoLi yang sedang membaca berkas, mengangkat wajahnya dan tersenyum melihat siapa yang datang.



" Selamat siang, Kakak Ipar,, " sapa Jimmy.



" Siang, Kak. " sapa XiaoYue hampir berbarengan dengan Jimmy.



" Siang, Jim, Yue. Siang juga untuk keponakan Uncle yang tampan dan pintar. Bagaimana dengan sekolahnya,,? " ujar XiaoLi.



" Baik Uncle,,. Fei'er tadi bercerita dengan teman-teman Fei'er, kalau sekarang Fei'er sudah punya Daddy. Untung tadi Daddy ikut, jadi mereka percaya. " jawab XiaoFei.



XiaoLi tersenyum. XiaoFei duduk disofa sementara Jimmy duduk di kursi yang berhadapan dengan XiaoLi. XiaoYue masih berdiri.


__ADS_1


" Kakak,, aku keruanganku dulu. Jim,,aku tinggal dulu ya,, " pamit XiaoYue.



XiaoLi dan Jimmy mengangguk.



" Fei'er,, Mommy mau ke ruangan Mommy. Fei'er mau ikut Mommy atau mau disini,,? " tanya XiaoYue.



" Fei'er mau disini aja, Mommy. Fei'er ngantuk. " sahut XiaoFei seraya merebahkan tubuhnya disofa.



" Oke,, Mommy tinggal ya. " ucap XiaoYue.



XiaoFei hanya mengangguk, dengan mata yang mulai terpejam. Jimmy melihat ke arah XiaoFei yang sudah mulai tertidur.



" Apa Kakak Ipar ada bantal,,? " tanya Jimmy.



" Pindahkan saja ke kamar pribadiku yang ada disana, Jim. " jawab XiaoLi.



" Baiklah, Kak. "



Jimmy pun mengangkat tubuh XiaoFei dan memindahkannya kedalam ruang kamar pribadi XiaoLi yang berada di pojok kantornya. Jimmy merebahkan tubuh XiaoFei dengan perlahan dan menyelimuti nya. Dikecupnya lembut pucuk kepala XiaoFei.




" Apa Kakak Ipar sedang sibuk,,? " tanya Jimmy seraya duduk.



" Tidak. Kenapa,,? " sahut XiaoLi.



" Ada yang ingin aku bicarakan. " jawab Jimmy.



" Baiklah. " ucap XiaoLi seraya menutup berkas yang sedang dibacanya.



" Oh iya,, ini,,. " XiaoLi memberikan selembar foto pada Jimmy.



" Apa ini, Kak,,? " tanya Jimmy seraya mengambil foto tersebut dan melihatnya dengan serius.



" Ini untuk persyaratan Kakek yang pertama. Apa kau lupa,,? " XiaoLi balik bertanya.



Sontak Jimmy langsung menepuk keningnya pelan. Dia lupa,,,

__ADS_1



" Kakak Ipar benar. Aku lupa,,. " jawab Jimmy dengan wajah memelas.



XiaoLi tersenyum.



" Itu sudah aku beri nama mereka masing-masing. Kau hanya tinggal menghapalkan nya saja. Sebagian besar nama keluarga besar Lin itu hampir sama,, Lin Xiao. Dan tugasmu hanya menghapal nama belakangnya saja. Kecuali nama suami dan anak Bibi Xin. Dan suami dari adikku. Mereka bermarga Zhang dan Cheng. Apa kau mengerti,,? " jelas XiaoLi.



Jimmy mengangguk dengan mata bersinar bahagia. Senyum menghiasi bibirnya.



" Terimakasih, Kakak Ipar. " ucap Jimmy tulus.



" Untung ada, Kakak Ipar. Kalau tidak, aku bisa batal kembali pada XiaoYue. " lanjut Jimmy membuat XiaoLi tertawa.



" Lalu apa lagi yang ingin kau bicarakan,,? " tanya XiaoLi.



Jimmy tersentak,, karena dia hampir saja dia lupa lagi.



" Oh iya, Kak. Aku butuh pertolongan Kakak Ipar lagi, dan ini darurat. " jawab Jimmy dengan suara serius.



" Oh ya,,? Apa itu,,? " XiaoLi agak terkejut mendengar Jimmy bilang darurat .



" Aku ingin belajar bahasa Mandarin. " jawab Jimmy dengan wajah serius tapi justru membuat XiaoLi tertawa terbahak-bahak.



" Sssttt,,,. Fei'er tidur. " Jimmy mengingatkan.



Sontak XiaoLi menutup mulutnya dan tawanya tertahan. Hingga membuat wajahnya menjadi memerah. Jimmy merengut melihat XiaoLi tertawa.



\*\*\*\*



~~ **Bersambung,,



Jangan lupa untuk like, vote and comment nya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir di karya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulia itu tidak mudah.


Salam love and peace dari Kak Ull,,


❤❤❤✌✌✌**

__ADS_1



\*\*\*\*


__ADS_2