
****
***Selamat siang semua,,,
Maap banget nih baru up nya siang,,
Tadi kita habis jadi tukang ojek dulu,,
😁😁😁***
Oke deh,,,
Happy reading ya guy's,,
****
Jimmy masih berbaring di ranjang milik Xiaoyue. Dia memeluk bantal milik Xiaoyue dan menghirup wangi yg ditinggalkan Xiaoyue.
" Kau dimana, Yue,,,? Aku merindukanmu,,, sangat merindukanmu. Tak bisakah kau kembali dan mendengarkan dulu penjelasanku,,,? Aku mencintaimu, Yue. Aku merindukanmu. Kembalilah, Yue,,, Aku mohon.... Kembalilah padaku,,,, " tangis Jimmy sambil terus memeluk bantal yg pernah ditiduri Xiaoyue.
***
Sementara itu di negara C,,,
Sesampainya di bandara, Xiaoyue dan XiaoLi disambut beberapa orang pria yg berpakaian rapi, menggunakan jas. Yang satu orang menyapa XiaoLi, sementara yg lainnya mengambil dan membawa barang-barang milik XiaoLi dan Xiaoyue.
" Wow,, daebak,,!!! Kakak XiaoLi disambut macam pejabat aja,, " batin Xiaoyue.
" Selamat datang Tuan Lin,,,. Kendaraan anda sudah siap menunggu diluar bandara. "
XiaoLi hanya mengangguk. Sementara Xiaoyue hanya bengong menyaksikan betapa di hormatinya XiaoLi.
__ADS_1
Melihat Xiaoyue yg hanya bengong, XiaoLi menepuk bahu Xiaoyue sambil berbisik,,
" Ini masih belum apa-apa,,, "
Xiaoyue mengikuti XiaoLi berjalan keluar bandara. Dan diluar bandara, lagi-lagi Xiaoyue dibuat terperangah kagum. Sebuah mobil super mewah berada di hadapannya.
Pria yg tadi menyapa XiaoLi, membukakan pintu mobil. Xiaoyue masih bengong dan tak bergerak. XiaoLi tersenyum dan menarik tangan Xiaoyue supaya masuk kedalam mobil mewah itu. Didepan dan dibelakang mobil mewah itu, ada mobil lain yg mengapitnya.
" Kak Li,,, mobil yg ada di depan dan di belakang mobil ini, mobil siapa,,? "
" Ohh,,, itu mobil para pengawal. " jawab XiaoLi santai membuat Xiaoyue makin membulatkan matanya, kaget.
" Widdiww,,, keren mak... Macam presiden aja ini pake dikawal segala. " batin Xiaoyue kagum.
Iringan mobil itu pun berjalan meninggalkan bandara. Xiaoyue tak henti-hentinya mengagumi keindahan negara C. Banyak bangunan yg tinggi menjulang mengalahkan bangunan di ibukota negara I.
Saat iringan mobil memasuki komplek perumahan super mewah, Xiaoyue makin dibuat terperangah. Mobil pun berhenti di salah satu Mansion megah mirip istana. XiaoLi mengajak Xiaoyue keluar mobil.
Xiaoyue membulatkan matanya sempurna dengan mulut yg terbuka lebar, melihat bangunan mewah yg ada dihadapannya. Melihat keadaan Xiaoyue, XiaoLi tertawa terbahak.
Xiaoyue tersadar dari kekaguman nya dan tersenyum miris.
" Dulu betapa susahnya keluargaku untuk makan dan bertahan hidup. Sementara keluarga disini amat sangat makmur. Mengapa Ayah harus pergi dari sini, hingga membuatku dan ibu menderita,,? " batin Xiaoyue.
" XiaoLi,,, " seru seorang wanita cantik yg sedang hamil sambil menggandeng tangan seorang anak laki-laki tampan.
XiaoLi menoleh dan tersenyum. Istri, anak, dan seluruh keluarganya sedang menyambutnya.
XiaoLi pun datang menghampiri mereka sementara Xiaoyue masih berbengong ria. Dia berjongkok dan memeluk anak kecil tadi.
XiaoLi menoleh kearah Xiaoyue,,
__ADS_1
" Yue'er,,, " panggil XiaoLi.
Tapi Xiaoyue masih terdiam, tidak menjawab ataupun menghampiri.
" Itukah Xiaoyue,,,? " tanya seorang pria paruh baya yg kira-kira berusia lima puluh tahunan tapi masih terlihat muda dan tampan.
" Benar, Pah. " jawab XiaoLi.
Pria yg bertanya itu ternyata ayahnya XiaoLi. Mereka berbicara menggunakan bahasa Mandarin yg tidak dimengerti Xiaoyue. Keningnya berkerut bingung.
Seorang pria dan seorang wanita baya datang menghampiri Xiaoyue. Mereka kira-kira berusia tujuh puluh tahunan. Tapi mereka berdua masih terlihat tegap dan sehat. Yg pria tampan dan yg wanita sangat cantik.
" Apakah kau benar-benar Xiaoyue,, cucuku? " tanya pria itu dengan menggunakan bahasa Mandarin.
" Dia tidak mengerti bahasa Mandarin, Kek. " seru XiaoLi.
Wanita itu mendekat ke arah Xiaoyue dan memegang kedua pipinya sambil terus memandanginya. Matanya terlihat berair.
" Kau sangat cantik seperti ibumu. Tapi wajahmu benar-benar mirip ayahmu. Hanya hidung dan bibirmu yg mirip ibumu. " ujar wanita itu menggunakan bahasa yg sama seperti yg Xiaoyue gunakan sehari hari.
Xiaoyue menatap wanita itu dengan bingung, mengapa dia bisa bahasa sepertinya.
***
Bersambung lagi ah,,,
Nanti malam lanjut lagi.
Jangan lupa like, vote and comment nya,,
Ditunggu ya..
__ADS_1
Salam love and peace dari author,,
❤❤❤✌✌✌