Sahabatku Menjadi Pasanganku

Sahabatku Menjadi Pasanganku
Maafkan Daddy, Fei'er,,,


__ADS_3

*****


**Haaiii,,,,,


Selamat siang, readers,,,


Jumpa lagi dengan Kak Ull,,,


Sesuai janji, siang ini Kak Ull up lagi,, satu bab aja ya,,


Oke,, Oke,, Oke,,,??


Mumpung siang ini cerah,, secerah hatiku,, Sa


🤭🤭🤭


Salam sehat dan tetap jaga protokol kesehatan.


Oke deh,,


Happy reading aja ya**,,,


****


Sesampainya Jimmy di kantor XiaoLi,,, dia langsung menuju ruangan XiaoLi untuk menjemput anaknya.


Tok,, tok,, tok,,,


" Masuk,,,. " seru XiaoLi.


" Siang kakak ipar,,, " sapa Jimmy.


XiaoLi melihat ke arah Jimmy dan tersenyum.


" Bagaimana,,,? " tanyanya.


Jimmy menghela nafas dan duduk di sofa tepat disamping XiaoFei duduk.


" Kakak tau sendiri bagaimana sifatnya. Begitu keras kepala dan tinggi sekali ego nya. "


XiaoLi tertawa.


" Lalu,,, kau akan menyerah,,? "

__ADS_1


" Tentu saja tidak,,!! Bagaimana mungkin aku menyerah semudah itu,,,? "


" Jadi,,, apa rencanamu selanjutnya,,? "


" Tidak ada,,. Aku hanya akan menjalaninya seperti biasa. Mengalir seperti air. Tapi tentu saja, aku akan terus menunjukkan besarnya rasa cintaku padanya. "


" Daddy,,, daddy,,,. Apakah daddy juga mencintai Fei'er,,,? " tanya XiaoFei seraya menarik narik lengan bajunya.


Jimmy menoleh ke arah XiaoFei dan tersenyum. Dia mengangkat tubuh XiaoFei dan mendudukan nya di pangkuannya.


" Tentu saja,,, Daddy sangat menyanyangi dan mencintai Fei'er. " ujar Jimmy seraya mengelus hidung XiaoFei dengan jari tengahnya.


XiaoFei tertawa memperlihatkan giginya yg kecil dan putih.


" Fei'er,,, maafkan daddy karena selama ini tidak ada disamping Fei'er.. " sambung Jimmy dengan suara lirih.


XiaoFei menggeleng.


" Tidak apa-apa, daddy. Jangan minta maaf. Daddy pasti sibuk makanya tidak bisa menemui dan menemani Fei'er. "


Mendengar itu, dada Jimmy terasa nyeri. Jimmy langsung memeluk erat XiaoFei. Matanya sudah terasa panas.


" Daddy jangan menangis,,,. Maafkan Fei'er sudah membuat daddy menangis. "


Jimmy melepaskan pelukannya dan menggelengkan kepalanya.


" It's okay, daddy. Fei'er udah maafin daddy kok. " ucap XiaoFei seraya menghapus air mata Jimmy dengan tangan mungilnya.


Jimmy meraih tangan mungil itu dan mengecupnya lembut.


" Kakak ipar,, bolehkah aku membawa XiaoFei ke kediaman ku,,? Aku ingin mengajaknya bertemu orangtuaku, serta kakek dan nenekku. " ujar Jimmy seraya menoleh ke arah XiaoLi.


" Tentu saja,,. Tapi ingat,, nanti sore kau harus mengantarnya kembali ke apartemen ku. Nanti aku kirimkan alamatnya. " jawab XiaoLi.


Jimmy tersenyum dan mengangguk.


" Baiklah, kakak ipar. Kalau begitu kami pergi dulu. " pamit Jimmy.


XiaoLi hanya mengangguk.


" Fei'er,,, jangan nakal ya. Jadi anak baik, oke,,? "


"Oke,, uncle,, " sahut XiaoFei seraya mengangkat tangannya dan menunjukkan ibu jarinya.

__ADS_1


Jimmy pun menggendong XiaoFei dan pergi dari ruangan XiaoLi.


XiaoLi hanya menarik nafas lega.


" Semoga saja semua berjalan dengan lancar. Dan mereka dapat bersama lagi. " gumam XiaoLi sambil memandangi punggung Jimmy yg kian menjauh dari ruangannya.


****


Sementara itu,,,


XiaoYue masih berada di rumah lamanya.


Tring,, tring,, tring,,


Notifikasi pesan masuk kedalam ponsel milik XiaoYue.


Diraih ponselnya yg ada di dalam tasnya dan membuka pesan masuknya.


* XiaoFei ikut Jimmy ke rumah orangtuanya. Nanti sore akan langsung diantar ke apartemen. *


XiaoYue membaca pesan yg dikirim XiaoLi. Dia menarik nafas.


" Mungkin ini adalah awal dari kebersamaan kami, dengan mendekatkan XiaoFei dengan ayahnya. " gumam XiaoYue.


Matanya menerawang, pikirannya melayang tidak menentu.


****


**Bersambung,,,


Maap ye,,, dikit doang 😁😁😁


Tiba-tiba aja jadi ga fokus, buyar nih idenya. Semoga aja masih nyambung dengan jalan cerita yg kemarin ya,,


Harap maklum,,, masih baru jadi author..


🙏🙏🙏


Jangan lupa like, vote and comment nya,,


Ditunggu ya,, dan terimakasih.


Salam love and peace dari Kak Ull,,

__ADS_1


❤❤❤✌✌✌**


*****


__ADS_2