
*****
**Haaiii,,,,,
Selamat siang, readers,,,
Jumpa lagi dengan Kak Ull,,,
Sesuai janji, siang ini Kak Ull up lagi,, satu bab aja ya,,
Oke,, Oke,, Oke,,,??
Mumpung siang ini cerah,, secerah hatiku,, Sa
🤭🤭🤭
Salam sehat dan tetap jaga protokol kesehatan.
Oke deh,,
Happy reading aja ya**,,,
****
Sesampainya Jimmy di kantor XiaoLi,,, dia langsung menuju ruangan XiaoLi untuk menjemput anaknya.
Tok,, tok,, tok,,,
" Masuk,,,. " seru XiaoLi.
" Siang kakak ipar,,, " sapa Jimmy.
XiaoLi melihat ke arah Jimmy dan tersenyum.
" Bagaimana,,,? " tanyanya.
Jimmy menghela nafas dan duduk di sofa tepat disamping XiaoFei duduk.
" Kakak tau sendiri bagaimana sifatnya. Begitu keras kepala dan tinggi sekali ego nya. "
XiaoLi tertawa.
" Lalu,,, kau akan menyerah,,? "
__ADS_1
" Tentu saja tidak,,!! Bagaimana mungkin aku menyerah semudah itu,,,? "
" Jadi,,, apa rencanamu selanjutnya,,? "
" Tidak ada,,. Aku hanya akan menjalaninya seperti biasa. Mengalir seperti air. Tapi tentu saja, aku akan terus menunjukkan besarnya rasa cintaku padanya. "
" Daddy,,, daddy,,,. Apakah daddy juga mencintai Fei'er,,,? " tanya XiaoFei seraya menarik narik lengan bajunya.
Jimmy menoleh ke arah XiaoFei dan tersenyum. Dia mengangkat tubuh XiaoFei dan mendudukan nya di pangkuannya.
" Tentu saja,,, Daddy sangat menyanyangi dan mencintai Fei'er. " ujar Jimmy seraya mengelus hidung XiaoFei dengan jari tengahnya.
XiaoFei tertawa memperlihatkan giginya yg kecil dan putih.
" Fei'er,,, maafkan daddy karena selama ini tidak ada disamping Fei'er.. " sambung Jimmy dengan suara lirih.
XiaoFei menggeleng.
" Tidak apa-apa, daddy. Jangan minta maaf. Daddy pasti sibuk makanya tidak bisa menemui dan menemani Fei'er. "
Mendengar itu, dada Jimmy terasa nyeri. Jimmy langsung memeluk erat XiaoFei. Matanya sudah terasa panas.
" Daddy jangan menangis,,,. Maafkan Fei'er sudah membuat daddy menangis. "
Jimmy melepaskan pelukannya dan menggelengkan kepalanya.
" It's okay, daddy. Fei'er udah maafin daddy kok. " ucap XiaoFei seraya menghapus air mata Jimmy dengan tangan mungilnya.
Jimmy meraih tangan mungil itu dan mengecupnya lembut.
" Kakak ipar,, bolehkah aku membawa XiaoFei ke kediaman ku,,? Aku ingin mengajaknya bertemu orangtuaku, serta kakek dan nenekku. " ujar Jimmy seraya menoleh ke arah XiaoLi.
" Tentu saja,,. Tapi ingat,, nanti sore kau harus mengantarnya kembali ke apartemen ku. Nanti aku kirimkan alamatnya. " jawab XiaoLi.
Jimmy tersenyum dan mengangguk.
" Baiklah, kakak ipar. Kalau begitu kami pergi dulu. " pamit Jimmy.
XiaoLi hanya mengangguk.
" Fei'er,,, jangan nakal ya. Jadi anak baik, oke,,? "
"Oke,, uncle,, " sahut XiaoFei seraya mengangkat tangannya dan menunjukkan ibu jarinya.
__ADS_1
Jimmy pun menggendong XiaoFei dan pergi dari ruangan XiaoLi.
XiaoLi hanya menarik nafas lega.
" Semoga saja semua berjalan dengan lancar. Dan mereka dapat bersama lagi. " gumam XiaoLi sambil memandangi punggung Jimmy yg kian menjauh dari ruangannya.
****
Sementara itu,,,
XiaoYue masih berada di rumah lamanya.
Tring,, tring,, tring,,
Notifikasi pesan masuk kedalam ponsel milik XiaoYue.
Diraih ponselnya yg ada di dalam tasnya dan membuka pesan masuknya.
* XiaoFei ikut Jimmy ke rumah orangtuanya. Nanti sore akan langsung diantar ke apartemen. *
XiaoYue membaca pesan yg dikirim XiaoLi. Dia menarik nafas.
" Mungkin ini adalah awal dari kebersamaan kami, dengan mendekatkan XiaoFei dengan ayahnya. " gumam XiaoYue.
Matanya menerawang, pikirannya melayang tidak menentu.
****
**Bersambung,,,
Maap ye,,, dikit doang 😁😁😁
Tiba-tiba aja jadi ga fokus, buyar nih idenya. Semoga aja masih nyambung dengan jalan cerita yg kemarin ya,,
Harap maklum,,, masih baru jadi author..
🙏🙏🙏
Jangan lupa like, vote and comment nya,,
Ditunggu ya,, dan terimakasih.
Salam love and peace dari Kak Ull,,
__ADS_1
❤❤❤✌✌✌**
*****