
Setelah mengantarkan XiaoFei ke kediaman Dirgantara,, Jimmy mengantar XiaoYue ke kantornya. Sepanjang perjalanan, mereka saling diam.
" Bisakah nanti siang kita makan siang bersama,,? Ada yang ingin aku tanyakan. " tanya Jimmy memecah kesunyian diantara mereka.
" Bicara apa,,? Tidak bisa sekarang,,? " XiaoYue balik bertanya.
Jimmy menggeleng.
" Tidak bisa. Sebentar lagi kau sampai dikantormu. Sementara itu banyak yang ingin aku bicarakan. " sahut Jimmy.
XiaoYue menghela nafas.
" Baiklah. Kita bertemu dimana,,? " tanya XiaoYue.
" Nanti aku jemput dirimu. Kita cari tempat yang tenang, bagaimana,,? " ucap Jimmy.
" Baiklah. Kabari aku bila nanti kau sudah sampai. " sahut XiaoYue.
Jimmy mengangguk. Jimmy menghentikan mobilnya tepat didepan kantor XiaoYue.
" Terimakasih,, dan sampai jumpa nanti siang. " ujar XiaoYue seraya turun dari mobil Jimmy.
" Baiklah. Nanti aku kabari lagi. Sampai jumpa nanti siang. " sahut Jimmy.
Jimmy melajukan mobilnya menuju kantornya.
****
Siang harinya,,
Jimmy menjemput XiaoYue didepan kantornya. Dan tampak XiaoYue sudah menunggunya. Jimmy membawa mobilnya menghampiri XiaoYue.
XiaoYue masuk kedalam mobil, begitu Jimmy menghentikan mobilnya tepat dihadapannya. Jimmy melajukan mobilnya menuju restoran yang sudah di reservasi nya.
__ADS_1
Sesampainya di restoran,,
" Kau mau pesan apa,,? " tanya Jimmy begitu mereka duduk di tempat yang sudah dipesannya.
" Samakan saja denganmu. " sahut XiaoYue.
" Baiklah,,. " ucap Jimmy.
Jimmy memesan makanan kesukaan XiaoYue, yaitu daging teriyaki dengan minumannya es lemon tea.
Tak berapa lama, pesanan mereka pun sampai.
" Silahkan dinikmati, Tuan dan Nona. " ujar pelayanan restoran itu.
" Terimakasih,, " sahut Jimmy dan XiaoYue bersamaan.
Mereka makan tanpa bicara sedikitpun.
" Apa yang ingin kau bicarakan,,? " tanya XiaoYue begitu dia selesai makan.
XiaoYue menggeleng.
" Bukan. Selama ini aku masih belum bisa menerimamu karena aku masih dihantui oleh masa lalu. Yang membuatku sedih dan sakit hati. Walau aku tau, itu bukan sepenuhnya salahmu. Aku yang mengambil keputusan terlalu cepat tanpa bertanya ataupun mencari tau terlebih dahulu. " sahut XiaoYue.
" Lalu,,,? " tanya Jimmy.
XiaoYue menghela nafas.
" Aku terlalu takut dan begitu rapat menutup hatiku. Hingga Kakakku menasehati ku lagi kemarin. Mau sampai kapan aku menggantung hubungan ini,,? Sementara aku tau, kau sudah begitu berjuang mempertahankan cintamu padaku. Bahkan kau sangat menyayangi XiaoFei tanpa berniat untuk merebutnya dariku. Saat ini, aku hanya ingin mengetahui satu hal lagi tentang keseriusan mu. " jelas XiaoYue.
" Oh ya,,? Apa itu,,? " tanya Jimmy lagi.
" Aku ingin tau, seberapa serius dan seberapa bisa kau mengambil hati Kakekku dan membujuknya,,? Termasuk seluruh keluarga Lin. Apa yang akan kau lakukan,,? " tanya XiaoYue.
__ADS_1
Jimmy tersenyum.
" Itu sudah ada semua didalam kepalaku. Dan saat ini hanya satu yang ingin aku ketahui, agar aku bisa semakin yakin dan percaya diri. Dan aku harap kau bisa jujur,, " ujar Jimmy.
" Apa,,? " tanya XiaoYue singkat.
" Apa kau masih mencintaiku,,? Jawab dengan jujur, Yue. " tanya Jimmy.
XiaoYue diam untuk sesaat dan hanya bisa menatap netra mata Jimmy yang penuh harap.
" Sudah sejak dulu namamu terpatri dihatiku dan tidak tergantikan. Disini terdapat bayanganmu. Dan disini terukir namamu. " jwab XiaoYue seraya menunjuk kepalanya dan dada kirinya.
" Aku masih sangat,,, sangat mencintaimu. " lanjut XiaoYue.
Jimmy tersenyum dengan mata yang mulai memerah dan berair.
" Benarkah,,? " tanya Jimmy dengan suara parau seraya menggenggam tangan XiaoYue.
XiaoYue mengangguk pasti, membuat senyum dibibir Jimmy semakin lebar. Jimmy meraih tangan XiaoYue dan mengecupnya lembut.
" Terimakasih,,,. " ucap Jimmy tulus.
****
~~ Bersambung..
Jangan lupa like, vote and comment nya.
Ditunggu ya, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir disini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Salam love and peace dari Kak Ull,,
__ADS_1
❤❤❤✌✌✌
****