
" Sudahlah, Kak. Jangan tertawa. " sungut Jimmy.
XiaoLi berusaha menghentikan tawanya, dan mengatur nafasnya perlahan.
" Oke,, sorry. Kenapa kau tiba-tiba ingin belajar bahasa Mandarin,,? " tanya XiaoLi.
" Karena tidak mau seperti kambing congek. " sahut Jimmy dengan wajah memelas.
" Kambing congek,,? Apa itu,,? " tanya XiaoLi serya mengerutkan dahinya, mendengar kata asing dari mulut Jimmy.
" Ohh,, itu. Istilah di negaraku, yang artinya aku berada di sekitar orang yang membicarakan sesuatu tapi aku hanya bisa mendengarkan tanpa bisa mengerti artinya ataupun ikut bicara macam orang bod*h." jawab Jimmy.
XiaoLi tersenyum, mengerti.
" Oww,, aku mendapatkan istilah baru dari negaramu. Apakah ada yang terjadi tadi,,? " tanya XiaoLi.
Jimmy mengangguk dan menghela nafas panjang.
" Tadi disekolah Fei'er,, XiaoYue berbicara dengn seorang guru dan beberapa orangtua murid, dan aku hanya bisa melongo. Tidak mengerti arti dari apa yang mereka bicarakan. Benar-benar seperti orang bod*h,, " sahut Jimmy lirih.
" Baiklah,, aku akan mengajarkan mu bahasa Mandarin. XiaoYue juga pasti akan membantumu. Sudahlah,, hentikan wajah memelas mu itu,, membuat ku selalu ingin tertawa. " ujar XiaoLi.
" Kakak Ipar,,,.!! " seru Jimmy merajuk.
Lagi-lagi XiaoLi tertawa, membuat Jimmy makin cemberut.
Tak terasa, waktu yang diberikan Tuan Besar Lin untuk persyaratan pertama Jimmy, tiba.
Seluruh keluarga Lin berkumpul diruang keluarga, yang kebetulan hari ini akhir pekan, waktunya berkumpul bersama keluarga.
Jimmy duduk disebelah XiaoYue dan Lin XiaoLong dan istri berada dihadapannya. Jimmy berusaha untuk tenang, walau tidak dapat pungkiri hatinya begitu gugup.
" Apa kau sudah siap, Jim,,? " tanya XiaoLong.
Jimmy berusaha untuk tersenyum.
__ADS_1
" Jimmy sudah siap, Kakek. " sahut Jimmy sopan.
" Baiklah. Kita mulai, silahkan kau sebutkan nama-nama mereka satu persatu. " perintah XiaoLong.
Jimmy mengangguk dan mulai menyebutkan nama seluruh keluarga Lin satu persatu. Tangan kiri Jimmy digenggam erat oleh XiaoYue, seakan menyalurkan kekuatan untuk tidak perlu gugup.
XiaoLong tersenyum puas dan menganggukkan kepalanya, setelah Jimmy selesai menyelesaikan syarat yang pertama.
" Bagus... Kau lolos syarat yang pertama, Jim. Dan syarat yang kedua, kita laksanakan pekan depan. Seluruh keluarga Dirgantara akan datang empat hari lagi. " ujar XiaoLong.
Jimmy tersentak kaget.
" Anak bod\*h,,!! Apa kau kira Kakek tidak tahu dengan keadaan sahabat Kakek sendiri,,? " ujar XiaoLong tegas.
" Sahabat,,? Apakah Kakek bersahabat dengan Kakekku,,? " tanya Jimmy.
" Tentu saja. Kami bersahabat saat masih kuliah di negara AS. Persahabatan kami terus berlanjut hingga kami memutuskan untuk bekerja sama. Oleh sebab itu, hingga hari ini perusahaan Lin masih bekerjasama dengan perusahaan Dirgantara. " jelas Kakek.
Jimmy tersenyum, dan akhirnya mengerti. Mengapa perusahaan besar di Asia bisa bekerjasama dengan perusahaan keluarganya,,? Ternyata mereka bersahabat.
" Kakek sudah menyiapkan dokter khusus untuk Kakek selama disini. Dan Kakek juga sudah mencari rumah sakit terbaik untuk Kakekmu terapi nanti. Kakek juga sangat ingin Kakekmu kembali sehat seperti dulu lagi. Kakek pun sudah menyiapkan pesawat jet pribadi untuk membawa seluruh keluargamu kesini. " sambung XiaoLong.
__ADS_1
Jimmy terharu mendengar ketulusan XiaoLong.
" Terimakasih, Kakek. " ucap Jimmy.
" Kakek pun sudah menyuruh Li untuk mencari salah satu pemuka agama muslim untukmu ijab qabul lagi dengan XiaoYue. Karena kau tau sendiri kan, kalau keyakinan kami berbeda dengan XiaoYue. " jelas XiaoLong lagi.
Jimmy mengangguk.
" Kakek pun sebenarnya tau, kalau selama ini kau merasa ragu saat makan bersama kami, kan,,? "
Jimmy tersentak kaget, dan merasa malu. Jimmy hanya bisa mengangguk.
\*\*\*\*
~~ **Bersambung,,
Jangan lupa untuk like, vote dan comment nya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir di karya receh ku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Salam love and peace dari Kak Ull,,
❤❤❤✌✌✌**
__ADS_1
\*\*\*\*