Sahabatku Menjadi Pasanganku

Sahabatku Menjadi Pasanganku
Gadis Kecil Manis


__ADS_3

**


**Mohon maap lagi guy's,,


Kak Ull baru bisa up nya habis maghrib lagi nih,,


Tadi Kak Ull habis ngantri bansos dari pemerintah,,


MashaAllah,,, ngantri nya ampe tiga jam coy,,,


Puyeng yang kemarin aja belum ilang ehh,, tambah lah lagi kan tuh puyengnya. Ditambah lagi tenggorokan rasanya kering kerontang, badan jadi letoy melehoy. Sampe dari tadi tuh Kak Ull nungguin adzan maghrib tuh kayaknya lamaaaa banget,, ( udah kayak bocah ya Kak Ull 🤭🤭).


Makanya nihhh,, begitu buka puasa langsung ngetik deh,, kan udah ada tenaga,, ye ga,, ye ga,, ye ga,,.


Oke deh,, happy reading aja eperybadeh,,,


Love you all**,,,


***


Waktu istirahat pun tiba, XiaoFei mengeluarkan bekal yang sudah disiapkan sang Mommy. Ya,, XiaoFei memang agak pemilih dalam hal makanan. Dia hanya mau makan makanan yang dimasak oleh sang Mommy.


Salah satu murid laki-laki yang tadi bertanya, datang menghampiri XiaoFei


" Hai,, kau tidak ke kantin,,? sapa Alvin.


XiaoFei menggeleng sambil membuka kotak bekal makan siang nya.


" Tidak. Aku tidak terbiasa masakan orang lain, aku hanya mau makan masakan Mommy ku. " jawab XiaoFei dengan wajah datarnya.


" Jadi kau adalah ' anak mommy ' ,,,? " ejek Alvin.


" Cih,, terserah kau mau bicara apa, aku tak peduli. Mommy ku adalah cinta pertama ku, cahaya penerang dalam hidupku. Julukan apapun yang akan kalian berikan padaku, itu tidak akan menjadi sebuah masalah untukku. " XiaoFei berdecih dan masa bodo.


XiaoFei tidak peduli dengan kehadiran Alvin yang masih berdiri disampingnya. XiaoFei berdoa dalam hati sebelum makan, lalu dia pun mulai menyantap bekal buatan Mommy tercintanya.


Alvin yang merasa diabaikan pun merasa marah dan tersinggung. Dia pun belalu sambil mengejek lagi.


" Dasar anak Mommy.. ".


XiaoFei menganggap ucapan Alvin hanyalah angin lalu. Dengan perlahan, XiaoFei memakan bekalnya itu.


" Cih,, dasar pengganggu. Tidak berguna. " gerutu XiaoFei dalam hati.


Setelah menghabiskan bekal makan siangnya, tak lupa pula dia membaca doa dan mengucap hamdalah.


XiaoFei kembali melanjutkan membaca buku komik kesukaannya sambil mendengarkan lagu dari headphone nya. Menunggu waktu istirahat selesai.


Lima belas menit kemudian, bel istirahat selesai pun berbunyi. XiaoFei kembali memasukan headphone dan buku komiknya kedalam tas. Dia kembali fokus pada pelajarannya.

__ADS_1


Hari hampir menjelang sore saat jam pelajaran XiaoFei berakhir. Dengan santai dan memasang wajah datar sekaligus cueknya, XiaoFei berjalan menuju tempat parkir, dimana motornya berada.


XiaoFei naik keatas motornya setelah dia menggunakan jaket dan helmnya. Tak dipedulikan nya jeritan dan pekikan siswa perempuan yang melihatnya. XiaoFei menyalakan mesin motornya dan mulai melajukannya perlahan.


Ditengah perjalanan, fokus XiaoFei teralihkan kearah pinggir jalan. Dia melihat seorang gadis kecil seumuran dengan kedua adik kembarnya.


XiaoFei menepikan motornya dan menghampiri anak kecil itu. Gadis kecil yang masih menggunakan seragam merah putihnya itu, sedang duduk menangis sambil menundukkan kepalanya hingga menempel pada kedua lututnya.


" Ade kenapa,,? " tanya XiaoFei lembut.


Gadis kecil itu mengangkat wajah sembabnya dan menatap XiaoFei dengan memelas. Gadis kecil berkuncir dua dan terlihat cukup manis dimata XiaoFei.


" Kakak tampan artis ya,,? " tanya gadis kecil polos membuat XiaoFei terkekeh.


" Bukan, gadis manis. Kakak juga seorang pelajar sama kayak kamu. " jawab XiaoFei seraya mengacak rambut gadis kecil itu.


" Oo,,, " mulut gadis kecil itu membulat sebagai jawaban.


" Kamu kenapa,,? Kok nangis dipinggir jalan begini,,? " XiaoFei mengulang pertanyaan nya.


" Itu, Kak. Rantai sepeda Mei copot, Mei ga bisa pasangnya lagi. Rumah Mei masih jauh, Kak. " adu gadis kecil yang menyebut dirinya Mei.


" Oh ini,,? Kakak bantu mau,,? " Mei langsung menganggukkan kepala.


XiaoFei berjongkok dan mulai mengutak-atik rantai sepeda milik si Mei. Setelah beberapa saat, rantai sepeda itu pun kembali terpasang pada tempatnya.


" Sudah selesai gadis manis. " ucap XiaoFei dan gadis kecil itu bersorak girang.


" Terimakasih, Kakak tampan. " seru gadis kecil itu.


" Nama kamu siapa, gadis manis,,? " tanya XiaoFei seraya membersihkan tangannya dengan tisu basah.


" Namaku Maesaroh, tapi aku maunya dipanggil Mei. " jawab si Mei polos membuat XiaoFei tersenyum.


" Kamu tahu bahas Mandarin ga,,? " Mei menggeleng.


" Dalam bahasa Mandarin,, Mèimei itu artinya adik perempuan. Memang pas panggilannya untuk kamu, gadis manis. " jelas XiaoFei yang dibalas dengan senyum sumringah si Mei sambil bertepuk tangan girang.


" Sekali lagi, Mei ucapin terimakasih ya, Kakak tampan. Semoga kita bisa berjumpa lagi. " ucap Mei dengan suara cempreng nya sambil menaiki sepedanya.


" Iya, Sama-sama. Ya, sudah. Kamu pulang gih sana. Hati-hati ya,, pelan-pelan aja kayuhnya, biar ga copot lagi rantainya. " sahut XiaoFei.


" Iya, Kak. Bye,, Kakak tampan. " seru si Mei seraya mengayu sepedanya dan melambaikan tangannya.


" Bye,,!!! Hati-hati,,,!! " XiaoFei pun balik berseru kencang.


XiaoFei tersenyum sambil memandangi punggung gadis kecil itu yang semakin menjauh. XiaoFei kembali memakai helmnya, dan melanjutkan perjalanan nya yang tertunda.


( Tanpa XiaoFei sadari, gadis kecil itulah yang nantinya akan menghiasi hari-hari XiaoFei dimasa depan. )

__ADS_1


{Nanti ya,, di cerita yang lain,, khusus tentang XiaoFei dan si Mei. Masih dalam tahap mencari alur cerita yang pas. }


Tak lama kemudian, XiaoFei pun sampai di rumahnya. XiaoFei memarkirkan motornya di dalam garasi.


" Assalamu'alaikum,,, " seru XiaoFei begitu masuk kedalam rumah.


" Wa'alaikumsalam,, " sahut si kembar dan sang Mommy.


" Pulangnya sore banget, Kak,,? " tanya XiaoYue.


" Fei tadi bantuin anak kecil dulu, Mom. Rantai sepedanya lepas dan dia hanya bisa menangis tanpa mau meminta tolong pada orang sekitar. " jelas XiaoFei.


" Memangnya tidak ada orang yang melihatnya menangis,,? " kening XiaoYue berkerut karena bingung.


" Mungkin mereka melihatnya, Mom. Tapi mereka acuh dan tidak peduli. Fei sendiri sebenarnya sedikit kesal dengan orang-orang yang ada disana, Mom. " jawab XiaoFei dengan menahan kesal mengingat kejadian tadi.


" Ya ampun,,. Kasihan banget sih, Kak. " seru XiaoWu.


" Iya, makanya tadi Kakak tolongin dia dulu. Jadinya Kakak pulangnya agak telat deh." XiaoFei menggaruk tengkuk lehernya.


" Ihh,, ga pa-pa kali, Kak. Mommy justru bangga padamu. Anak Mommy memang is the best lah pokoknya. " sahut XiaoYue dibalas kekehan oleh XiaoFei.


" Memang anak kecilnya umur berapa, Kak,,? " tanya XiaoZhe.


" Dia seumuran kamu dan XiaoWu, Zhe. Makanya Kakak tolongin karena ingat sama kalian juga. " jawab XiaoFei.


XiaoWu dan XiaoZhe hanya mengangguk-angguk mengerti.


" Ya sudah,. Kamu mandi dulu sana, jangan lupa shalat. " perintah XiaoYue.


" Yes, Mom. Fei keatas dulu ya, Mom. " XiaoYue mengangguk dan XiaoFei pun berjalan naik keatas menuju kekamarnya.


XiaoYue tersenyum kecil, mendengar pengalaman cerita si sulung. Lalu mengalihkan pandangannya ke arah si kembar dan kembali tersenyum.


*****


~~ Bersambung lagi guy's,,,


Jangan lupa mainkan jempol kalian untuk tekan like, vote, comment and hadiahnya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir di karya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Salam love and peace dari Kak Ull,,


❤❤❤✌✌✌


*****

__ADS_1


__ADS_2