
****
**Hai,,,, hai,,,, hai,,,,
Selamat pagi readers,,,
Cuaca masih mendung aje nih,,,
Makin bikin mager and maunya rebahan bae,,
Cuaca boleh mendung,, semoga hati para readers ga ada yg mendung juga,,
Selalu jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan.
Oke deh,,
Happy reading aja ya**,,
****
Jimmy menarik nafas panjang sambil meraup wajahnya dengan kasar. Dia bingung,, harus bagaimana lagi untuk bisa membujuk XiaoYue.
" Yue,,, " panggil Jimmy lembut.
XiaoYue mengangkat kepalanya dan menatap Jimmy sendu.
" Ikuti kata hatimu,,, apa yg sangat kau inginkan saat ini,,? "
XiaoYue diam dan berpikir,, apakah keinginan dia saat ini?.
Cukup lama XiaoYue diam dan berpikir membuat Jimmy tidak sabar. Ingin sekali Jimmy berteriak dan marah, tapi tidak ingin kasar lagi pada XiaoYue. Jimmy tidak ingin XiaoYue marah dan pergi lagi.
Satu-satunya cara, Ya itu,, SABAR..
" Aku ingin bahagia,,, " tiba-tiba XiaoYue bicara dengan sangat pelan tapi dapat didengar Jimmy.
Jimmy tersenyum tipis.
__ADS_1
" Lalu biarkan aku untuk membahagiakan mu bersama dengan anak kita. Bahagia bersama keluarga kecil kita. Beri aku satu kesempatan, Yue,, untuk bisa membuktikan ucapanku. Kita mulai lagi dari awal, bisakan,,? "
Lagi-lagi XiaoYue diam. Dan menghela nafas.
" Bisa kau berikan aku sedikit waktu lagi,,? "
Gantian Jimmy yg menghela nafas.
" Baiklah,, aku akan memberikan mu waktu untuk berpikir, sekaligus kau akan melihat betapa seriusnya ucapanku. "
XiaoYue mengangguk,,
" Terimakasih,, " ucapnya lirih.
" Sebaiknya kita pulang,,. Aku sudah berjanji pada XiaoFei untuk menjemputnya dan mengajaknya bermain. "
" Kau pulanglah lebih dulu,,. Aku masih ingin disini. Aku masih sangat merindukan rumah ini. "
" Kau begitu merindukan rumah ini,, tidakkah kau merindukan ku walau hanya sedikit,,? "
Rindu,,,???
" Rindu,,? Tidak usah kau tanyakan, Jim. Aku sangat,,, sangat,, sangat,, merindukanmu. Ego ku terlalu tinggi untuk mengakuinya. " batin XiaoYue.
" Sudahlah,,, sebaiknya kau pergi. Temanilah XiaoFei,, dia sangat menginginkan sosok daddy nya yg selama ini tidak pernah dia dapatkan. "
" Baiklah,,. Jika itu kemauan mu. Tapi satu hal yg aku harus tekankan padamu,,,, XiaoFei memang anakku tapi tidak ada sedikitpun niatku untuk merebutnya darimu. Aku hanya ingin kita kembali bersama, berkumpul menjadi satu keluarga kecil yg bahagia. "
XiaoYue menatap Jimmy dalam.
Ada sedikit kelegaan dalam hati XiaoYue. Hal yg selama ini dia takutkan, kalau Jimmy akan merebut Fei'er nya.
Pemikiran yg bod*h,, menurut Jimmy.
" Aku pergi,,, jaga dirimu. "
Jimmy menundukkan kepalanya berbisik di telinga XiaoYue,,
__ADS_1
" Aku mencintaimu,,, " bisik Jimmy lalu mengecup lembut pucuk kepala XiaoYue.
XiaoYue membulatkan matanya. Kaget,, akan tindakan Jimmy. Wajahnya memanas dan pipinya memerah. Malu,,,
Jimmy tersenyum tipis lalu beranjak pergi dari ruangan itu.
XiaoYue mengatur nafasnya karena jantungnya yg berdetak tidak karuan. Wajahnya makin memanas mengingat perlakuan Jimmy barusan.
XiaoYue menutup wajahnya.
" Ohh,, tidak. Ada apa denganku,,? mengapa jantungku deg-deg'an seperti ini,,? kenapa Jimmy bersikap begitu lembut,,? Ahh,,, lama-lama bisa runtuh pertahanan dan ego besarku,,. " batin XiaoYue.
Sementara itu, Jimmy berjalan ke arah mobilnya dengan senyum sumringah nya. Jimmy pun melajukan mobilnya ke arah kantor XiaoLi.
" Aku harus bersabar. Dan aku harus terus berusaha bersikap lembut pada XiaoYue. Aku harus menunjukkan rasa cintaku yg sebenarnya. Aku ingin lihat,, berapa lama kau akan bertahan dengan ego mu yg begitu besar, Yue,,? ". batin Jimmy.
****
**Bersambung,,,
Nanti siang Kak Ull up lagi ya,,,
Mau nyetrika dulu nih,,, pakaian nya udah segunung yg belum disetrika.
Yang dijemuran belum kering, efek dari kemarin mendung and gerimis mengundang,,
😁😁😁
Jangan lupa like, vote and comment nya,,
Ditunggu ya,, dan terimakasih,
Salam love and peace dari Kak Ull,,,
❤❤❤✌✌✌**
*****
__ADS_1