
Mereka kembali melanjutkan obrolan malam mereka. Dan anak-anak pun sudah kembali berkumpul dengan orangtua mereka masing-masing.
XiaoFei lebih memilih duduk dipangkuan Jimmy. XiaoYue duduk disamping Jimmy dan tersenyum melihat XiaoFei yang semakin hari semakin lengket dengan Jimmy.
" Daddy,,, nanti Fei'er ingin tidur bersama dengan Dadd, apa boleh,,? " tanya XiaoFei dengan wajah imut dan menggemaskan.
Jimmy tersenyum dan membelai lembut rambut XiaoFei. Jimmy mengecup pelan pucuk kepala XiaoFei.
" Tentu saja. Kapan saja Fei'er bisa tidur bersama Daddy. " jawab Jimmy lembut.
XiaoFei tersenyum lebar dengan mata yang berbinar bahagia.
XiaoFei langsung mengecup kedua pipi Jimmy.
" Terimakasih, Daddy. " seru XiaoFei.
Jimmy hanya tersenyum dan mengangguk.
" Apa Fei'er senang Daddy ada disini,,? " tanya XiaoYue.
XiaoFei mengangguk dengan cepat.
" Tentu saja, Mommy. " jawab XiaoFei.
" Apa Fei'er senang bila sekarang tinggal bersama dengan Mommy and Daddy,,? " tanya XiaoYue lagi.
Lagi-lagi XiaoFei mengangguk dengan cepat tanpa berpikir lagi.
" Apa sekarang Fei'er benar-benar bisa tinggal bersama Mommy and Daddy,,? Apa Daddy tidak akan pergi lagi,,? " tanya XiaoFei.
" Daddy tidak akan pernah lagi, sayang. Daddy akan tinggal bersama dengan Fei'er dan Mommy. " jawab Jimmy masih dengan suara lembut.
__ADS_1
Mata XiaoFei kembali berbinar bahagia. Senyuman menghiasi bibir mungilnya.
" Benarkah,, Daddy,,? Mommy,,? " tanya XiaoFei.
XiaoYue dan Jimmy mengangguk kompak.
Seketika XiaoFei langsung memeluk Jimmy dan menangis. Jimmy tersentak melihat XiaoFei menangis. Tangannya mengusap punggung XiaoFei lembut, berusaha untuk menenangkan nya.
" Fei'er kenapa menangis, sayang,,? " tanya Jimmy.
XiaoFei makin terisak dan memeluk Jimmy semakin erat.
" Fei'er sangat bahagia, Daddy. Akhirnya Fei'er punya Mommy and Daddy seperti teman-teman Fei'er. " sahut XiaoFei masih dengan isak tangis.
Seluruh keluarga Lin menjadi terharu mendengar ucapan dan isakan tangis bahagia XiaoFei. XiaoYue merasa sangat menyesal karena telah membuat XiaoFei jauh dari Ayahnya, karena keegoisan nya.
" Maafkan Mommy, sayang. " ucap XiaoYue lirih.
" Ini bukan sepenuhnya salahmu, Yue. Ini juga salahku. Dan kemarin itu adalah ujian dalam pernikahan kita. Ujian untuk menguji seberapa besar cinta kita. Apakah kita sanggup melewati nya atau tidak,,? Jangan terus menyalahkan dirimu sendiri. Yang penting saat ini, kita sudah bersama lagi. " ujar Jimmy lembut.
XiaoYue mengangguk dan terharu mendengar ucapan Jimmy. Matanya sudah mulai basah.
" Terimakasih,,,. " ucap XiaoYue dengan suara serak.
Jimmy mengangguk dan tersenyum.
" Sudah..!! Ini sudah larut, sebaiknya kita istirahat. " perintah XiaoLong.
" Baik, Kek. " sahut mereka kompak.
Mereka pun berpencar, kembali ke kamar masing-masing. Jimmy beranjak dari duduknya masih dengan XiaoFei dalam pelukannya.
__ADS_1
" Kami istirahat dulu, Kek,, Nek,,. " pamit Jimmy.
XiaoLong dan XiaoFa mengangguk. Mereka pun juga beranjak pergi ke kamar mereka.
Jimmy membawa XiaoFei ke dalam kamarnya dan merebahkannya diranjang.
XiaoFei terlihat sudah sangat mengantuk karena terlalu banyak menangis. Jimmy menyelimuti tubuh XiaoFei dan mengecup lembut pucuk kepala XiaoFei.
" Tidur lagi, sayang. Daddy mau bicara dulu dengan Mommy sebentar. Oke,,? " ujar Jimmy.
XiaoFei hanya mengangguk dan matanya mulai terpejam. Lagi-lagi Jimmy mengecup lembut pucuk kepala XiaoFei.
Jimmy berjalan menghampiri XiaoYue yang sedang duduk disofa yang berada didalam kamar Jimmy. Jimmy duduk disamping XiaoYue.
" Ada apa,,,? Kenapa tidak pergi kekamar mu dan beristirahat,,? " tanya Jimmy lembut.
Tiba-tiba saja XiaoYue memeluk Jimmy dan menangis. Jimmy terkejut sekaligus senang karena XiaoYue yang berinisiatif untuk memeluknya terlebih dahulu.
****
~~ **Bersambung,,
Jangan lupa untuk like, vote and comment nya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir di karya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Salam love and peace dari Kak Ull,,
❤❤❤✌✌✌**
__ADS_1
****