
Begitu mendapatkan kabar tentang kehamilan XiaoYue, mendadak Jimmy merasa lebih baik dan lebih bersemangat. Rasa lemah dan malasnya menguap begitu saja.
Jimmy menyetir mobilnya dengan sangat hati-hati. Begitu mereka sampai dirumah, XiaoFei menyambut mereka.
" Mommy,, bagaimana dengan adik bayi Fei'er,,? Mereka laki-laki atau perempuan,,? " tanya XiaoFei antusias.
" Jadi Fei'er sudah tau kalau sebentar lagi Fei'er akan mempunyai adik,,? " selidik Jimmy.
XiaoFei mengangguk dengan cepat dan tersenyum memperlihatkan gigi kecilnya yang putih.
" Jadi hanya Daddy yang baru tau,,? " tanya Jimmy gemas.
Dan lagi-lagi XiaoFei mengangguk. Jimmy menarik nafas panjang dan menatap XiaoYue dengan tatapan memelas dan penuh pertanyaan.
" Kau tega sekali, sayang. " keluh Jimmy.
XiaoYue tersenyum dan berjalan masuk kedalam kamarnya diikuti Jimmy dan XiaoFei. XiaoYue duduk bersandar diatas ranjang diikuti oleh XiaoFei, sementara Jimmy duduk dipinggir ranjang.
" Nenek Fa yang pertama kali sadar saat aku bercerita tentang keadaanmu, sayang. Aku bahkan lupa kalau aku sudah terlambat datang bulan. Paman Wang kemarin hanya memeriksa kalau aku hamil dan menyuruhku untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di dokter kandungan. Oleh karena itu, Kakek memaksa Kakak Li untuk mengantarku pulang. " jelas XiaoYue.
" Lalu dimana Kakak Ipar,,? " tanya Jimmy.
" Dia langsung ke apartemennya. " jawab XiaoYue.
XiaoFei asyik mengelus perut XiaoYue pelan.
" Mommy,,. Mommy belum menjawab pertanyaan Fei'er tadi. Adik Fei'er laki-laki atau perempuan,,? " tanya XiaoFei.
XiaoYue tersenyum dan membelai rambut XiaoFei lembut.
" Adik bayi Fei'er masih sangat kecil, jadi Mommy belum tau adik Fei'er laki-laki atau perempuan. Tapi adik Fei'er nanti ada dua. " jawab XiaoYue lembut.
XiaoFei mengangkat kepalanya dan menatap XiaoYue.
" Dua Mommy,,? " tanya XiaoFei sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
XiaoYue menangguk.. XiaoFei melonjak bahagia. Dan mencium perut XiaoYue seketika.
__ADS_1
" Adik-adik bayi,, sehat sehat ya di dalam perut Mommy. Jangan nakal, kasian mommy. Oke,,? " ucap XiaoFei diatas perut XiaoYue.
Jimmy memandangi XiaoYue dan XiaoFei bergantian.
" Beginikah rasanya bahagia saat mengetahui seorang istri sedang hamil,,? " tanya Jimmy lirih.
XiaoYue menatap Jimmy bingung.
" Kenapa, sayang,,? " tanya XiaoYue.
Air mata Jimmy lolos dari sudut matanya dan menatap sendu XiaoYue.
" Aku sangat menyesal karena disaat kehamilan Fei'er, aku tidak ada disampingmu. Bahkan aku tidak tahu kalau dia ada didalam di perutmu. Maafkan aku,, " sesal Jimmy.
XiaoYue meraih tangan Jimmy.
" Sudahlah,, jangan diingat lagi. Saat ini kau harus fokus dan harus siap menjadi suami siaga. Kau harus rela dan ikhlas memenuhi semua keinginanku saat aku mengidam nanti. " ujar XiaoYue.
Jimmy mengangguk.
****************************************
Tujuh bulan kemudian,,
Jimmy dan XiaoYue sudah mempersiapkan perlengkapan calon bayi mereka. Kelahiran baby kembar XiaoYue hanya tinggal menghitung hari. Bahkan keluarga Lin sudah berada di negara Ini sejak dua hari yang lalu. XiaoLi harus rela bolak balik dari negara C dan negara I, demi mengurus perusahaan XiaoYue walau tetap dibantu Jimmy.
Yang datang dari keluarga Lin hanya XiaoLong, XiaoFa, XiaoLi beserta anak dan istrinya, dan XiaoXuan, ibu dari XiaoLi. Sementara anggota keluarga yang lain sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Mereka sangat antusias saat mendengar XiaoYue akan segera melahirkan anak kembar. Karena selama ini di keluarga besar Lin beluma ada yang pernah melahirkan anak kembar. Bahkan keluarga Dirgantara juga belum ada yang pernah melahirkan anak kembar.
Disuatu pagi yang cerah,,
XiaoYue bangun dari tidurnya dan beranjak turun dari ranjangnya, tiba-tiba saja,,
" Sssttthhh,,,. " XiaoYue mengerang menahan sakit di perutnya.
Sakit itu datang dan pergi sudah sejak dari tengah malam. Bahkan pagi ini, sakit itu lebih intens terasa. XiaoYue membangunkan Jimmy yang masih terlelap.
" Sayang,, bangun. " XiaoYue menggoyangkan badan Jimmy.
__ADS_1
Jimmy membuka matanya dengan malas.
" Lima menit lagi, sayang. " ucap Jimmy dengan suara serak khas bangun tidur.
" Sayang,, perutku sakit. Sudah sejak dari semalam. " ujar XiaoYue pelan sambil meringis menahan sakit.
Seketika Jimmy langsung membuka matanya dan turun dari ranjangnya.
" Maafkan aku sayang. Sebentar aku cuci muka dan ganti baju. " ujar Jimmy seraya berlari kedalam kamar mandi untuk cuci muka dan berganti pakaian.
Lima menit kemudian,,
" Ayo,, sayang. Pelan-pelan,, " ucap Jimmy seraya memapah XiaoYue keluar dari kamarnya. Tangan Jimmy melingkar dipinggang XiaoYue, menahan tubuhnya supaya tidak jatuh.
" Kakak Ipar,, tolong siapkan mobil. " teriak Jimmy begitu mereka keluar dari dalam kamar dan melihat XiaoLi yang juga keluar dari dalam kamarnya.
XiaoLi tersentak kaget dan dengan tergesa-gesa mengambil kunci mobilnya diiatas nakas yang berada didalam kamarnya. Tak lupa XiaoLi memberitahu istrinya untuk bersiap menyusul mereka kerumah sakit bersama XiaoLong, XiaoFa dan XiaoXuan.
******
~~ **Bersambung,,
Ga lama lagi beneran akan tamat ya,,
Nanti malam Kak Ull up lagi,, sekarang mau gantian nulis novel yang satu lagi.
Jangan lupa mainkan jari kalian untuk menekan like, vote, comment dan hadiahnya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Salam love and peace dari Kak Ull,,
❤❤❤✌✌✌**
*****
__ADS_1