Sahabatku Menjadi Pasanganku

Sahabatku Menjadi Pasanganku
Hamil,,? (2)


__ADS_3

****


***Selamat siang menjelang sore semua,,


Maapin ye,, baru bisa up siang,, Tadi habis bebenah rumah. Ada siTi masuk,,


Oke deh,,


Happy reading ya guy's***,,


****


XiaoLi hanya menarik nafas panjang. Dilihat nya Xiaoyue yg masih terbaring pingsan.


" Kita bicara diluar aja ya, Pah. "


" Baiklah,, Biarkan Xiaoyue istirahat. Wan'er,, kau temani Xiaoyue dulu,, " ujar Kakek XiaoLong.


" Baik, Kek. " sahut XiaoWan.


XiaoLong, XiaoFa, XiaoYi dan XiaoLi pun keluar dari kamar Xiaoyue menuju ruang keluarga.


Disaat XiaoLi baru akan bicara,,,, Ibu, Paman dan Bibinya datang.


" Benarkah Xiaoyue datang kesini,,? " tanya ibunya XiaoLi yg bernama Jin Xuan.


Karena mengikuti marga suaminya, namanya menjadi Lin XiaoXuan.


" Xiaoyue memang sudah datang, tapi tadi tiba-tiba saja pingsan,, " jelas Nenek XiaoFa sambil menghela nafas.


" Pingsan,,? Apakah dia sakit,,? " kali ini yg bertanya paman XiaoLi yg bernama Lin XiaoXu.


" Kata dokter Wang, Xiaoyue sedang hamil, " sahut XiaoYi.


" Hamil,,,? Jadi Xiaoyue sudah menikah. Lalu dimana suaminya,,? tanya bibi XiaoLi yg bernama Han Jinxi atau Lin XiaoJin.


" Bisakah aku menjelaskannya lebih dahulu,,? " ujar XiaoLi tidak sabar karena begitu banyaknya pertanyaan.


" Baiklah, Li'er. Sekarang kau bisa menjelaskan yg sebenarnya. " sahut Kakek XiaoLong.


XiaoLi menarik nafas dan mulai bercerita.


Awal mula XiaoLi bertemu dengan Xiaoyue saat Xiaoyue menikah dengan Jimmy. XiaoLi curiga kalau Xiaoyue itu adik sepupunya yg selama ini dicarinya. XiaoLi curiga dari nama dan wajah Xiaoyue yg mirip dengan ayahnya, yaitu XiaoWei.

__ADS_1


XiaoLi mulai menyelidiki Xiaoyue hingga akhirnya dia yakin. XiaoLi pun bercerita tentang cerita Xiaoyue yg hidup sendiri dipinggir hutan karena orangtuanya meninggal. Hingga Xiaoyue bertemu dengan keluarga Dirgantara dan akhirnya menikah. Termasuk kejadian terakhir yg dialami Xiaoyue, Jimmy dan Vita.


" Mengapa Yue'er mau jadi pengantin penganti, Li,,? " tanya nenek XiaoFa.


" Yue'er sudah lama mencintai Jimmy, Nek. "


" Apakah Jimmy tau kalau Yue'er sedang hamil,? " tanya XiaoXuan.


" Saat Yue'er pergi, baik Jimmy ataupun Yue'er tidak ada yg tau kalau Yue'er sedang hamil. "


" Selidiki Jimmy dan Vita, Li,, " perintah kakek XiaoLong.


" Semenjak Yue'er pergi dari kediaman Dirgantara, aku langsung menyelidikinya, Kek. "


" Bagus,,,. Bila memang Jimmy sengaja menyakiti hati cucuku, segera hentikan kerjasama dengan perusahaan Dirgantara. "


" Baik,, Kek. Lalu bagaimana dengan Vita, Kek? "


" Apa pekerjaan nya,,? "


" Dia seorang model, Kek. "


" Dia sudah menyakiti hati cucuku, cari cara agak seluruh agensi memberhentikan nya jadi model. Dia sudah melakukan kesalahan fatal karena berani menyinggung keluarga Lin. "


" Baik, Kek. "


" Kek,, Xiaoyue sudah sadar. " seru XiaoWan.


Mereka pun segera menuju kamar Xiaoyue.


Dilihat nya Xiaoyue sedang bersandar diranjangnya. XiaoWan duduk disamping ranjang.


" Yue'er,, kau sudah sadar, Nak. " ujar nenek XiaoFa seraya menghampiri Xiaoyue dan duduk di sampingnya.


" Aku kenapa, Nek? "


" Kau tadi pingsan, Yue. " sahut XiaoLi.


" Pingsan,,? Tapi kenapa,,? "


" Kau sedang hamil, Yue. " ujar kakek XiaoLong.


Xiaoyue tersentak kaget dan matanya pun basah.

__ADS_1


" Aku hamil,,? " tanya Xiaoyue dengan suara parau.


Bibi XiaoXuan menghampiri Xiaoyue dan mengenggam tangannya.


" Benar Yue'er,, kau hamil. Lalu kenapa kau menangis? "


" Bibi siapa,,? Dan mengapa bibi bisa bahasaku? "


Bibi XiaoXuan tersenyum.


" Aku bibimu, ibunya XiaoLi. Panggil saja bibi Xuan."


" Kami semua bisa bicara dan paham bahasamu karena nenekmu yg mengajarinya, Yue. " jelas paman XiaoYi.


" Benar Yue'er. Karena di negaramu juga ada perusahaan kakek, dan kami harus bisa bahasa kalian. Kami juga bergantian kesana untuk memantau perusahan kakek. " ujar XiaoLi.


" Benarkah aku hamil, Nek,,? "


" Benar, sayang. "


" Aku harus bagaimana, Nek? "


" Apanya yg bagaimana,,? Jelas kau harus mempertahankan kehamilan mu. Bagaimana pun juga, dia adalah cicitku. Anggota keluarga Lin. Masalah suamimu, itu urusan kakek. "


" Terimakasih, Kek. Bila tidak ada kalian, aku tidak tahu harus bagaimana. Hamil seorang diri,, "


" Sudahlah, Nak. Kau jangan bersedih, tidak baik untuk bayimu. Kau harus sehat dan semangat. Kami akan selalu bersamamu. " ujar bibi XiaoXuan.


Xiaoyue mengangguk dan tersenyum.


***


***Bersambung dulu ya,,


Jangan lupa like, vote and comment nya,,


Ditunggu ya,,


Salam love and peace dari author,,


❤❤❤✌✌✌***


****

__ADS_1


__ADS_2