
**
Assalamu'alaikum,,, dan selamat pagi reader's..
Mohon maap nih,, dua hari kemarin Kak Ull ga bisa up, soalnya kemarin repot banget bikin kue kering buat pesenan sama sekalian buat hantaran pas lebaran nanti.
Hari ini juga Kak Ull juga cuma kasih info, kalau bab ini bab terakhir karena mau pindah kamar alias dalam judul baru.
Oke deh,, happy reading aja ya,,
**
" Abangg gantengg,,,!!! " teriak seorang gadis kecil sambil melambaikan tangannya tinggi-tinggi memanggil XiaoFei.
" Abang ganteng,,,!!! teriaknya lagi.
XiaoFei melihat dan mendengarnya, menepikan motornya perlahan sambil mengernyitkan dahinya. Berusaha untuk mengingat, siapakah gadis kecil itu,,?.
XiaoFei membuka helm nya, dan lagi-lagi gadis kecil itu memekik kencang.
" Abang ganteng,,!!! ".
" Kamu,,??!! Kamu ngapain disini,,? " tanya XiaoFei seraya turun dari motornya dan berjalan menghampiri gadis kecil itu yaitu si Maesaroh.
Maesaroh nyengir sambil mendongak menatap XiaoFei dengan mata yang berbinar.
" Ada apa,,? " tanya XiaoFei lagi karena si Mae belum menjawab pertanyaanya.
" He,, he,,. Mei cuma mau kasih ini buat abang ganteng. " jawab Mae sambil menyerahkan dua kantong kresek berwarna hitam.
XiaoFei hanya menatapnya sambil mengernyitkan dahinya tanpa mengambil kanting itu.
" Itu apa,,? " tanya XiaoFei.
" Ini buah mangga yang baru Mei petik tadi buat abang ganteng, sebagai tanda terimakasih karena kemarin udah nolongin Mei." jelas Mei sementara XiaoFei masih tetap diam.
Maesaroh menyodorkan kantong kresek itu ke tangannya XiaoFei.
" Ini,, buruan diambil. Berat tau,,,.!! " sungut Maesaroh yang akhirnya mau tidak mau XiaoFei terima dua kantong kresek itu.
" Ya sudah, Kakak terima buah mangga nya. Makasih ya,, seharusnya kamu ga usah repot-repot begini. Lagian Kakak ikhlas kok nolongin kamu kemarin. " ucap XiaoFei dengan lembut sambil tersenyum, membuat Maesaroh semakin terpesona.
" Ga pa-pa, Bang. Kata Babeh, kalau ada orang yang sudah berbuat baik pada kita, harus kita balas dengan kebaikan pula. " jelas Maesaroh sambil cengengesan.
" Ya sudah kalau begitu. Sekali lagi makasih ya, maaf kalau udah ngerepotin. " Maesaroh mengangguk.
" Sama-sama, Bang. "
" Mei,, maaf ya. Kakak harus segera pulang, udah ditungguin sama keluarga Kakak soalnya. " pamit XiaoFei.
" Oke, Bang. Hati-hati ya,,. " ucap Maesaroh.
XiaoFei mengangguk sambil tersenyum lalu mengacak rambut Mae sebelum pergi.
" Kamu juga hati-hati naik sepeda nya. Banyak motor sama mobil. " pesan XiaoFei dan diangguki oleh Maesaroh.
XiaoFei pun pergi menuju motornya dan memakai helmnya. Sebelum menjalankan motornya, XiaoFei menyempatkan melambaikan tangannya pada Maesaroh, yang membuat si Mae jejingkrakan sambil membalas lambaian tangan XiaoFei.
XiaoFei pun mulai melakukan motornya, menjauh dari tempat itu. Mae menatap terus motor XiaoFei hingga menghilang di sebuah tikungan.
Mae pulang dengan mengayuh sepeda nya sambil senyum-senyum sendiri sepanjang jalan. Semoga aja ga keterusan senyumnya ya Mae,, bisa gila lama-lama ente,, 😅😅.
.
.
.
.
XiaoFei memarkir kan motornya dibagasi. Dia sedikit kerepotan dengan barang bawaannya.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum,, " sapa XiaoFei begitu masuk kedalam rumah. Dan dilihatnya kedua orang tuanya berserta kedua adik kembarnya sedang duduk santai sambil menonton TV diruang keluarga.
" Wa'alaikumsalam,,,. " sahut mereka semua.
" Banyak banget bawaan kamu, Kak,,? " tanya sang Mommy, XiaoYue.
" Oh,,. Ini cake, brownies, donat sama tiramisu. " jawab XiaoFei sambil meletakkan bawaannya dimeja.
" Terus yang dikantong kresek ini apa, Kak,,? " tanya XiaoWu sambil menunjukkan kearah kantong kresek itu.
XiaoFei menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal dengan mimik wajah yang sulit untuk diartikan.
" Emm,, itu,,,. Itu,, buah mangga dari gadis kecil yang tempo hari Kakak tolong, De,,, Mom,,. " jawab XiaoFei sedikit malu.
" Gadis kecil,,? " tanya Jimmy bingung, karena dia memang masih belum tau cerita tentang XiaoFei yang menolong Mae.
XiaoYue pun menceritakan siapa gadis kecil yang ditanyakan suaminya. Jimmy manggut-manggut begitu XiaoYue selesai bercerita. Sementara XiaoFei sudah duduk disamping Daddy nya.
" Memang kamu ketemu gadis kecil itu dimana, Kak,,? " tanya XiaoYue.
" Ditempat yang kemarin, Mom. Dia berteriak memanggil-manggil aku. Suaranya benar-benar kencang, macam toak masjid. " jawab XiaoFei membuat kedua adiknya tertawa.
" Hush,, ga boleh begitu kamu. " omel XiaoYue sambil menahan senyum.
" Habisnya gadis itu benar-benar ceriwis banget, Mom. Lincah dan ga bisa diam. Beda banget sama XiaoWu. Mana aku di panggil abang ganteng sama dia, ich,,, malu banget aku, Mom. " curhat XiaoFei membuat kedua adik kembarnya semakin terbahak.
" Abang,,, abang,,. " panggil XiaoWu menggoda sang Kakak.
" Ish,,, " XiaoFei semakin kesal lalu bangun dari duduknya dan pergi masuk kedalam kamarnya. Dan dapat XiaoFei dengan jelas tawa si kembar dan Daddynya.
XiaoFei menutup pintu kamarnya dengan wajah yang memerah karena menahan kesal.
" Ichh,,, ini semua gara-gara gadis kecil itu. " sungut XiaoFei dalam hati.
***
**Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa XiaoFei sudah lulus sekolah dan akan melanjutkan kuliah nya di negara kelahirannya yaitu negara C. Kuliah sekaligus belajar mengenal perusahan Lin yang nantinya akan dia lanjutkan yang saat ini masih diurus oleh sang Daddy.
Setiap bertemu, ada saja barang yang dibawa oleh Mae. Dari yang buahan, makanan sampai ikan nila dan udang.
Awalnya XiaoFei merasa kesal dan risih tapi lama-lama dia akhirnya merasa terbiasa. Dan hari-hari yang biasa dilaluinya dengan monoton, menjadi lebih berwarna setelah dia bertemu dan kenal dengan Mae, si gadis betawi.
Saat bersama Mae, XiaoFei lebih sering tertawa sama seperti saat dia bersama keluarganya. Sangat berlawanan saat XiaoFei berada di lingkungan sekolahnya, dia menjadi sosok pria jutek dan irit bicara.
Hari ini, hari terakhir XiaoFei berada di negara I. Besok dia sudah harus pergi ke negara C untuk mengurus kuliahnya dan mempelajari seluk beluk tentang perusahaan Lin.
Saat ini XiaoFei sedang duduk di tepi jalan, tempat biasa mereka bertemu**.
" Mei,,. Hari ini Kakak datang mau pamit sama Mei. " ucap XiaoFei pelan.
" Memangnya abang mau kemana,,? " tanya Mae tidak dapat menyembunyikan keterkejutan nya.
Saat ini, Mae juga baru naik kelas ke kelas enam SD. Dia masih memanggil XiaoFei dengan panggilan Abang, sangat berbanding terbalik dengan wajah tampannya.
" Besok Kakak mau pergi ke negara C untuk kuliah disana. Kamu disini sekolah yang benar, yang rajin. Jangan sering keluyuran, kasihan Babeh kamu. " jelas XiaoFei membuat mata Mae mulai berkaca-kaca.
XiaoFei menarik nafas dan tangannya masuk kedalam kantong hoodie nya.
" Ini hadiah dari Kakak. Kamu simpan baik-baik. Siapa tau saja saat kamu sudah dewasa nanti, kita bisa bertemu lagi. Dan Kakak pasti akan bisa mengenali kamu kalau kamu masih memakai ini. "
XiaoFei memberikan Mae kalung dengan liontin bertuliskan huruf inisial nama asli XiaoFei. LXRD. XiaoFei membantu memakaikannya pada leher Mae.
" Ingat,,. Kamu jaga baik-baik ya. "
Mae mengangguk sambil meneteskan air matanya, dia sedikit tidak rela kalau abang ganteng harus pergi jauh darinya. Mae melepaskan gelang tali yang berwarna hitam dari tangannya.
" Ini dari Mei. Maaf,, Mei cuma bisa kasih ini, soalnya Mei ga tau kalau abang ganteng besok mau pergi. " Mae memakaikan gelang itu di pergelangan tangan XiaoFei.
" Terimakasih. Kakak Terima hadiah dari kamu. "
XiaoFei terdiam untuk sesaat, dan menarik nafas.
__ADS_1
" Kakak harus pulang sekarang. Masih ada beberapa barang yang belum selesai Kakak packing. Kamu jaga diri baik-baik. Jangan nakal, dan jangan sering keluyuran. Kamu itu anak perempuan, harus pintar jaga diri. " nasihat XiaoFei lalu berdiri duduknya.
" Kakak pergi ya,,. "
Maesaroh hanya bisa mengangguk pasrah. Mulutnya seperti terkunci, hanya airmata yang keluar dari pipinya. XiaoFei merasa tidak tega, dia pun memeluk Mae.
" Kakak pamit ya. Kalau kita berjodoh, kita pasti akan ketemu lagi. " Mae mengangguk dalam pelukan XiaoFei.
Tak lama kemudian, XiaoFei pun melepaskan pelukannya. Ibu jarinya menghapus airmata Mae.
" Kakak pergi. "
Mae mengangguk, XiaoFei pun pergi dari tempat itu dengan langkah yang terasa berat. Dia sudah terbiasa dengan kehadiran Mae, etah bagaimana hari-hari nya nanti di negara C.
XiaoFei naik ke motornya, dia menatap Mae sambil memakai helmnya. XiaoFei melambaikan tangannya sebelum akhirnya dia menjalankan motornya, menjauh dari tempat itu.
Air mata Mae semakin deras, begitu motor XiaoFei semakin menjauh. Mae tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang memandangnya aneh, bahu nya bergetar karena is akan tangisannya.
" Selamat jalan, Bang. Semoga semua cita-cita abang tercapai. Semoga kita bisa berjumpa lagi. " gumam Mae, begitu motor XiaoFei mengilang dari pandangannya.
" Selamat tinggal, Mei. Semoga kita dapat berjumpa lagi suatu hari nanti. Jaga dirimu baik-baik. " ucap XiaoFei dalam hati.
*****
**THE END.
*****
Kak Ull akan mulai up cerita baru tentang kisah XiaoFei dan Mae dalam judul " B V M " { Betawi Versus Mandarin\*\* }.

\*\*Tapi up nya habis lebaran ya,, mungkin hari keempat atau kelima setelah lebaran. Pokoknya harus mampir ya,,. Yang mau mampir dikasih lope sekebon,, yang ga mampir,, hiks,, hiks teganya kalian,,
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak, supaya Kak Ull makin semangat bikin ceritanya.
Jangan lupa, mampir juga di karya lain milik Kak Ull\*\*,,

**Dan satu lagi**,,

**Sampai jumpa lagi dengan Kak Ull,,
Salam love and peace dari Kak Ull,,
❤❤❤✌✌✌**
__ADS_1
\*\*\*\*\*