
Othor tepatin janji ya,, double up hari ini, karena kesehatan othor udah mendingan dan bisa nulis lagi. Do'a kan saja, semoga othor selalu sehat dan bisa double up lagi besok dan seterusnya.
Terimakasih untuk yang sudah koment dan udah mendoakan othor.
Happy reading,,
XiaoLong tersenyum, dan tidak tersinggung.
" Walaupun Kakek sekeluarga beda keyakinan denganmu dan XiaoYue, tapi kami tau, apa yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh umat muslim seperti kalian. Kakek selalu mengajarkan untuk tidak tersinggung. Dan dapat memahami apa yang bisa kita makan tapi tidak bisa untuk kalian makan. Semenjak XiaoYue tinggal disini, kami sudah menghentikan memasak makanan yang tidak boleh dimakan XiaoYue. Untuk keluarga kami yang ingin memakan makanan ' itu ', bisa masak atau makan diluar. Nenek Fa yang memberitahu kami. Kakek juga sedikit memahami karena dulu pernah diberitahu Kakekmu saat masih kuliah. " jelas XiaoLong.
Jimmy benar-benar merasa terharu dengan keluarga Lin ini. Walaupun keluarga besar dengan jumlah kekayaan yang sangat banyak tapi tetap rendah hati.
" Kau dan XiaoYue tidak usah banyak berpikir, kami sudah urus semuanya. Setelah ijab, kami akan mengadakan pesta resepsi pernikahan kalian di hotel milik keluarga Lin. Kau hanya perlu mempersiapkan diri saja. " lanjut XiaoLong.
" Maaf, Kakek. Apa tadi Jimmy tidak salah dengar, pesta resepsi pernikahan,,? " tanya Jimmy.
" Kau tidak salah dengar. Tentu saja harus ada pesta pernikahan. Dulu kau menikah dengan XiaoYue tanpa kehadiran keluarga Lin. Mau tidak mau, setuju tidak setuju harus tetap mengadakan pesta pernikahan. " jawab XiaoLong penuh penegasan.
" Tapi, Kek... "
" Tidak ada penolakan. " potong XiaoLong tegas.
" Baiklah, Kakek. " ucap Jimmy pasrah.
" Yue'er cucu Kakek yang sempat hilang. Dan Kakek tidak melihat tumbuh kembangnya dia dinegara mu. Bahkan dia menikah pun kami tidak tau. Betapa sedihnya hati Kakek. Oleh karena itu, Kakek sangat ingin melihat Yue'er menggunakan pakaian pengantin. Pasti sangat cantik. " ujar XiaoLong lirih.
__ADS_1
" Maafkan Jimmy, Kakek. Bukan maksud Jimmy untuk menolak, hanya saja Jimmy merasa tidak enak. Jimmy merasa selalu merepotkan keluarga ini. Dari mengurus XiaoYue saat dia hamil, melahirkan dan membesarkan XiaoFei dengan penuh kasih sayang, tanpa kehadiran Jimmy. Jimmy merasa malu, Kakek. " jelas Jimmy.
XiaoLong menghela nafas.
" Kakek mengerti. Kau tidak perlu merasa malu atau tidak enak hati. Bagaimanapun juga sekarang kita adalah keluarga. Dan yang paling membuat Kakek merasa bahagia adalah ternyata Kakek sudah berbesanan dengan sahabat Kakek sendiri. " ujar Kakek dengan senyum sumringah nya.
" Terimakasih, Kakek. Dan maafkan Jimmy, karena belum bisa menjadi menjadi cucu menantu yang baik. Tapi Jimmy berjanji, mulai saat ini dan seterusnya, Jimmy akan berusaha selalu menjaga, melindungi dan membahagiakan XiaoYue dan XiaoFei. " janji Jimmy tegas pada XiaoLong.
" Kakek pegang janjimu. Semoga kau bisa menepati nya. Bila sekali saja kau membuat XiaoYue menangis lagi,, kau berurusan dengan keluarga besar Lin. Kau mengerti,,? " ancam XiaoLong.
Jimmy menelan salivanya mendengar ancaman XiaoLong.
" Sudah cukup, Long. Jangan membuat cucu menantu kita takut. Lebih baik sekarang kita bahas pesta pernikahan mereka. Mau dekorasi seperti apa,,? " XiaoFa mengeluarkan suaranya seraya memegang lengan XiaoLong lembut.
XiaoLong menoleh kearah XiaoFa dan tersenyum.
" Baiklah, Fa. Dekorasi seperti apa yang kau inginkan, Yue,,? " tanya XiaoLong pada XiaoYue.
" Yue terserah Kakek dan Nenek saja. Yue tidak mau ambil pusing. Apa kau ada ide, Jim,,? " tanya XiaoYue pada Jimmy.
Jimmy menggeleng.
__ADS_1
" Aku tidak ada ide. Lebih baik menyerahkan semuanya pada keluarga ini. " jawab Jimmy.
" Dasar kalian berdua, hanya mau enaknya saja. " cecar XiaoLi.
" Maafkan aku, Kakak Ipar. Bukannya aku mau enaknya saja, tapi jujur,, aku memang kurang mengerti adat dan kebudayaan disini dalam hal pesta pernikahan. Aku takut membuat kesalahan. " ujar Jimmy.
" Jimmy benar, Li. Kau tenang saja, Jimmy, Yue'er. Biar Bibi dan Nenek kalian yang urus semuanya. " sahut XiaoXuan.
" Baik, Bibi. Terimakasih,, " jawab Jimmy dan XiaoYue bersamaan.
" Lihatlah,, betapa kompaknya mereka. Bukankah ini sudah membuktikan kalau mereka itu berjodoh,,? " goda XiaoYi.
Seluruh keluarga Lin tertawa, membuat XiaoYue dan Jimmy malu dan wajah mereka memerah.
\*\*\*\*
~~ **Bersambung,,
Jangan lupa untuk like, vote and comment nya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir dikarya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka, karena menulis itu tidak mudah.
Salam love and peace dari Kak Ull,,,
❤❤❤✌✌✌**
__ADS_1
\*\*\*\*