
****
***Selamat siang, readers,,
Mohon maaf baru bisa up siang,, lagi galau.
Happy reading aja ya***,,,
****
Kakek Radith menatap XiaoYue dengan tidak percaya, bahwa cucu menantu nya itu sedang daa di hadapannya.
" Kakek,,, " panggil XiaoYue lirih.
Tangan XiaoYue memegang pipi kakek Radith yg sudah basah karena airmata.
XiaoYue pun menoleh ke arah nenek Rahma.
" Nek,, bagaimana keadaan kakek yg sebenarnya,,? "
" Begitulah, Yue. Semenjak kau pergi, kakek jadi drop dan beberapa kali terkena stroke hingga akhirnya jadi seperti ini. "
Air mata XiaoYue semakin deras.
" Maafin XiaoYue, kek,, "
Kakek Radith hanya memejamkan mata seakan ingin bilang ' tidak apa-apa'.
" Kakek harus sembuh,, Apakah kakek tidak ingin bermain dengan cicitmu,,? "
Mata kakek membulat seakan bertanya, ' cicit? '
Nenek Rahma, Ayah Jay dan Mama Desy melongo.
" Iya,, kakek,,. Sebentar, XiaoYue panggil dulu. "
XiaoYue pun menoleh ke arah pintu dan memanggil anaknya.
" Fei'er,,, kemari sayang.. " seru XiaoYue.
XiaoFei pun masuk dan menghampiri XiaoYue.
" Mom,, "
Mama Desy menutup mulutnya, tidak percaya dengan apa yg dilihatnya.
__ADS_1
Anak itu mirip sekali dengan Jimmy waktu masih kecil. Hanya hidung dan bibirnya mirip XiaoYue.
" Yue,,, " panggil Mama Desy seraya menyentuh bahu XiaoYue.
XiaoYue menoleh kearah Mama Desy.
" Iya, Mah. Ini cucu kalian. Anak ku dan Jimmy. "
Mama Desy langsung berjingkok dan memeluk XiaoFei. Dia menangis bahagia. Begitu pun dengan Nenek Rahma dan Ayah Jay.
" Aku sudah punya cucu, Yue,,? " tanya Ayah Jay.
" Iya, Yah. Nanti aku ceritakan tapi yg jelas ini adalah anakku dan Jimmy. "
" Tentu saja mama percaya, Yue. Bagaimana tidak,, kau lihat Jay,, dia sangat mirip dengan Jimmy kecil. " sahut Mama Desy.
" Itu benar. Ahh,, ternyata aku punya seorang cicit. Kau lihat, Radith. Ini cicitmu,, kau harus sembuh. "
Kakek Radith menatap XiaoFei dan matanya kembali basah.
Tiba-tiba saja,, tangan kakek Radith sedikit terangkat ingin menyentuh XiaoFei. Nenek Rahma terpekik kaget.
" Radith,, tanganmu... "
Ucapan nenek Rahma berhenti saking bahagianya, karena ada lagi keinginan dari kakek Radith untuk sembuh.
" Ternyata kedatanganmu dan anakmu membawa berkah dan kebahagiaan untuk keluarga ini." ujar Ayah Jay denga suara parau menahan air mata kebahagiaan.
XiaoYue membawa XiaoFei untuk mendekat ke arah kakek Radith, agar kakek Radith dapat menyentuh nya.
" Fei'er,, panggil dia grandpa. " bisik XiaoYue.
XiaoFei pun mengangguk dan tersenyum.
" Hai,, grandpa,, aku XiaoFei. " ucap XiaoFei dengan suara mungilnya.
Mendengar panggilan itu, airmata kakek Radith semakin deras.
" Fe,, i,, er,,, " ucap kakek Radith terbata-bata.
Tangisan nenek Rahma semakin kencang karena untuk pertama kalinya kakek Radith bicara.
" Ayah,, kau bisa bicara lagi,, " pekik Mama Desy.
" Ternyata keputusan ku untuk membawa kakak kesini benar,, " ujar Ricky lirih.
__ADS_1
XiaoYue mengangguk dan airmatanya terus turun membasahi pipinya.
" Fei'er,, ini grandpa Radith,, yg ini grandma Rahma. Dan yg ini opah Jay lalu yg ini oma Desy. " jelas XiaoYue pada XiaoFei.
XiaoFei mengangguk dan menoleh ke arah Nenek Rahma, Ayah Jay dan Mama Desy.
" Hai,, grandma,, opah dan oma. " sapa XiaoFei dengan sikap yg sangat menggemaskan.
Ayah Jay pun ikut berjongkok dan memeluk XiaoFei.
" Ahh,, cucuku tampan sekali. " puji Ayah Jay.
" Xiexie,, opah. "
Ayah Jay tertawa.
" Ternyata cucuku pintar bahasa Mandarin,, " serunya.
" XiaoYue,, mari kita bicara diluar. " ujar Mama Desy.
" Baik, Mah. "
XiaoYue pun bicara pada XiaoFei.
" Fei'er,, tolong temani grandpa Radith dulu ya bersama kakak A'Yuan. "
XiaoFei mengangguk,,
" Oke,, mom. "
Mereka pun keluar dari kamar kakek Radith, tidak lupa XiaoYue menyuruh A'Yuan untuk masuk menemani XiaoFei. Mereka melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga.
****
***Bersambung,,,
Jangan lupa like, vote and comment nya,
Ditunggu ya,,
Sekalian,, mampir ke novel pertamaku ' CLBK'..
Salam love and peace,,
❤❤❤✌✌✌***
__ADS_1
****