Sahabatku Menjadi Pasanganku

Sahabatku Menjadi Pasanganku
Semoga Kalian Bahagia


__ADS_3

" Rick,, bisakah kau kondisikan pandanganmu itu,,? " bisik Jimmy pada Ricky yang masih terus memandangi seluruh isi Mansion.


Ricky tersadar dan hanya bisa nyengir sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


" He,, he,, he,,. Maaf Kak. Sejak tadi aku bingung, ini rumah atau istana,,? Mewah banget. " balas Ricky dengan berbisik pula, mengagumi Mansion mewah keluarga Lin itu.


" Mansion, Rick. Dan please deh,, jangan norak. " sahut Jimmy menahan suaranya masih dengan berbisik.


" Yee,,, suka-suka aku dong. Lagian emangnya Kakak ga ngerasa minder gitu, lihat kekayaan keluarga dari Kakak Ipar,,? " tanya Ricky.


Jimmy menghela nafas pelan.


" Jangan ditanya. Saat pertama datang kesini, rasanya Kakak ingin tenggelam aja kedasar bumi, saking mindernya Kakak liat Mansion ini. Dan ini belum apa-apa, Rick. Masih ada perusahaan, hotel belum lagi usaha lainnnya yang Kakak belum tau semua. " jawab Jimmy lirih.


" Terus sikap keluarga Kakak Ipar bagaimana,,? Sombongkah,,? Menghina Kakak kah,,? Mempersulit Kakak dan Kakak Ipar bersatu kah,,? " tanya Ricky lagi.


Jimmy menggeleng pelan.


" Kau tau, Rick,,? Mereka adalah keluarga yang hangat dan penuh dengan kasih sayang. Tidak satupun dari mereka sombong atau menghina Kakak. Mereka benar-benar open banget,, bahkan Kakek Long menolak tegas saat Kakak memanggilnya Tuan Besar Lin. " jelas Jimmy.


" Benarkah,,? " Ricky mengerutkan dahinya, tidak percaya.


" Kau boleh mencobanya bila kau tidak percaya. " sahut Jimmy enteng.


" Tidak ah,, takut. Dari raut wajahnya aja udah keliatan angker banget. " tolak Ricky.


" Engga kok,, Kakek Long itu emang wajahnya aja yang garang tapi hatinya itu hangat dan penyayang. Coba aja,,. " jelas Jimmy.

__ADS_1


" Emm,, oke. Aku coba. " sahut Ricky.


Ricky menarik nafas panjang sambil melihat kearah XiaoLong yang sedang tertawa dengan Radith. Entah apa yang mereka bahas, karena sejak tadi Ricky dan Jimmy asyik berdiskusi sendiri.


" Emm,, maaf Tuan Besar Lin. Saya,,, "


" Kakek Long,,!! Panggil saja Kakek Long. Kalian adalah keluarga,, bukan pelayan ataupun klien bisnis. Mengerti,,,? " XiaoLong memotong ucapan Ricky dengan tegas.


" Baik, Kakek Long. " sahut Ricky malu.


" Kenapa, Rick,,? " tanya Radith.


" Tidak apa-apa, Kakek. Ricky hanya ingin bertanya, bolehkan Ricky melihat-lihat Mansion ini,,? " Ricky pura-pura bertanya untuk mengalihkan rasa malunya.


XiaoLong tertawa, membuat Ricky terkejut.


" Ternyata benar,,. Tuan Besar Lin hanya wajahnya saja yang garang, tapi orangnya ramah dan hangat. Memang benar,, jangan melihat sesuatu dari covernya saja. Karena dalamnya belum tentu sama. " batin Ricky kagum.


" Baik, Kakek. " sahut Jimmy dan XiaoYue kompak.


Jimmy dan XiaoYue beranjak dari duduknya, diikuti Ricky dan XiaoFei.


" Grandpa,, Fei'er mau ikut Daddy. Boleh,,? " pinta XiaoFei dengan wajah memohon nya.


" Tentu saja, Sayang. " XiaoFa yang menjawab.


" Terimakasih, Grandma. " seru XiaoFei dan meminta Jimmy untuk menggendong nya.

__ADS_1


" Fei'er disini saja dengan Omah. Omah masih kangen dengan Fei'er. " ujar Desy.


" No,, Omah. Fei'er mau bersama Mommy and Daddy. " sahut XiaoFei seraya menggeleng-geleng kan kepalanya.


Semua yang ada diruangan itu tertawa melihat tingkah lucunya XiaoFei.


" Mah,, semenjak Fei'er tau kalau Jimmy itu Daddy nya, dia tidak pernah bisa jauh dari Jimmy. Bahkan selama disini, kemana-mana maunya sama Daddy nya, makan, sekolah, main, mandi bahkan tidur pun maunya sama Daddy nya. XiaoYue pun sudah tersisihkan. " adu XiaoYue pada Desy dengan wajah cemberut.


Desy dan Jay terkekeh melihat wajah XiaoYue dan mendengar aduan dari menantunya itu, yang terdengar cemburu dengan suaminya sendiri.


" Semoga kalian bahagia selalu, Nak. " do'a Desy dalam hati.


****


~~ **Bersambung,,


Maaf ya,, othor cuma bisa up satu bab aja dan itupun malam. Ga tau nih,, lagi males banget ngetik. Lagi seneng baca cerita dari othor² yang lain, yang ada di aplikasi ini.


Selain hobi menulis, othor juga hobi membaca. Selain bisa buat bahan ide cerita dan juga bisa jadi pelajaran dalam menulis. Maklum,, othor kan masih belajar jadi penulis.


Jangan lupa untuk like, vote and comment nya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir di karya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.


Salam love and peace dari Kak Ull,,

__ADS_1


❤❤❤✌✌✌**


****


__ADS_2