
Jimmy melepaskan pelukannya.
" Sebaiknya kau kembali kekamar mu. Istirahatlah,, ini sudah sangat larut. Jangan terlalu lama disini. Aku tidak mau khilaf dan melakukan hal-hal yang tidak kau inginkan. Walaupun kita masih berstatus suami istri dalam buku nikah tapi dalam agama kita masih harus ijab lagi. Karena sudah terlalu lama aku tidak memberikan mu nafkah lahir dan batin. " jelas Jimmy pelan, berusaha untuk menahan na*sunya.
XiaoYue mengangguk mengerti.
" Baiklah,, aku kembali ke kamarku. Yang kau bilang tadi benar, kita harus bersabar sampai ijab lagi. Kau harus berusaha memenuhi persyaratan pertama Kakek. Kalau butuh bantuan, bilang padaku atau Kakak Li. " sahut XiaoYue seraya beranjak dari duduknya.
Jimmy pun ikut beranjak dari duduknya.
" Aku mengerti. Istirahatlah,,, . "
XiaoYue berjalan kearah pintu, diikuti oleh Jimmy. Sesaat sebelum membuka pintu, XiaoYue berbalik dan kembali memeluk Jimmy. Tangan XiaoYue melingkar dipinggang Jimmy dan kepalanya bersandar didada Jimmy.
Jimmy membalas pelukan XiaoYue dan mengecup pelan pucuk rambut XiaoYue. Mereka kembali melepaskan kerinduan.
XiaoYue mengangkat kepalanya dan tangannya berpindah melingkar dileher Jimmy. Tangan Jimmy melingkar di pinggang XiaoYue. Jimmy menunduk dan menempelkan keningnya pada kening XiaoYue. Posisi mereka seakan sedang berdansa.
Mereka saling menatap dan nafas mereka saling memburu.
" Sebaiknya kau pergi, sayang. Aku benar-benar takut tidak bisa mengendalikan diriku lagi. Kau mengertilah, aku tidak ingin kesalahan yang sama terulang lagi. Aku tidak ingin melakukannya dengan memaksa. " ujar Jimmy masih dengan nafas yang memburu.
Mendengar itu XiaoYue justru tersenyum. XiaoYue mengecup singkat bibir Jimmy.
" Baiklah sayang,, aku pergi. Walaupun aku sangat ingin memelukmu, tapi aku tidak Kakek datang dan memergoki kita. " ucap XiaoYue tapi masih belum melepaskan pelukannya.
XiaoYue berjinjit dan menci*m bibir Jimmy dan melum*tnya perlahan. Jimmy pun membalas ci*man XiaoYue. Lidahnya kembali bermain didalam rongga mulut XiaoYue. Tangan Jimmy menahan tengkuk belakang leher XiaoYue dan memperdalam ci*mannya.
Tiba-tiba saja,,,
" Daddy,,,. "
Suara XiaoFei mengagetkan mereka dan melepaskan ci*man mereka. Jimmy menoleh kearah XiaoFei tidur. Nafas XiaoFei masih naik turun dengan teratur yang menandakan dia masih lelap tertidur.
__ADS_1
" Sh*ittt...!!! " maki Jimmy pelan.
Rupanya XiaoFei hanya mengigau. XiaoYue tertawa.
" Sebaiknya aku segera pergi. Takut XiaoFei terbangun dan melihat kita seperti tadi. Selamat malam,, " ujar XiaoYue lalu mengecup singkat pipi Jimmy dan keluar dari kamar Jimmy.
" Malam,, " balas Jimmy setengah kesal.
" Hampir saja,,,. " batin Jimmy.
Jimmy menghampiri XiaoFei dan mengecup pucuk kepala XiaoFei pelan.
" Selamat tidur pengganggu kecil,,. " ucap Jimmy pelan.
Jimmy pun masuk kedalam kamar mandi dan menuntaskan hasratnya yang tidak tersalurkan. Jimmy harus bersolo karir dikamar mandi.
Kasian,,,,
Jimmy menaikkan selimut dan menutupi tubuhnya dan XiaoFei. Perlahan, Jimmy pun memejamkan matanya.
***
Keesokan harinya,,,
Jimmy terbangun karena ketukan pintu. Dengan malas, Jimmy bangun dari tidurnya dan bergegas membuka pintu, karena tidak mau XiaoFei terbangun.
XiaoYue berdiri didepan pintu dengan senyuman manisnya.
" Selamat pagi, sayang.. " sapa XiaoYue.
" Pagi,,,. Kau sudah bangun,,? " sahut Jimmy.
" Sudah,,. Lekas mandi,, dan kita sarapan bersama. Aku akan membangunkan XiaoFei. " ujar XiaoYue seraya menghampiri XiaoFei yang masih tertidur.
__ADS_1
" Baiklah,,. Aku mandi dulu. " jawab Jimmy seraya masuk kedalam kamar mandi.
" Fei'er,,, bangun sayang. Mandi lalu sarapan bersama. " XiaoYue menepuk pelan pipi XiaoFei lalu menciumnya.
XiaoFei membuka matanya dengan malas.
" Mommy,,,. Daddy mana,,? " tanya XiaoFei dengan suara serak khas bangun tidur.
" Daddy sedang mandi, sayang. " sahut XiaoYue lembut.
XiaoFei langsung bangun dari tidurnya dan beranjak lari kedepan pintu kamar mandi.
XiaoFei mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.
" Daddy,,, buka pintunya. Fei'er mau madi sama Daddy. " seru XiaoFei setengah menjerit.
Jimmy membuka pintu kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggangnya. Mata XiaoYue membulat sempurna melihat dada polos Jimmy yang begitu sempurna. Dengan perut kotak-kotak macam roti sobek. XiaoYue menelan salivanya.
****
~~ **Bersambung,,,
Jangan lupa dukung karya Kak Ull, dengan like, vote dan comment nya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir di karya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka karena menulis itu tidak mudah.
Salam love and peace dari Kak Ull,,
❤❤❤✌✌✌**
*****
__ADS_1