
" Tapi bukankah selama ini kau sering datang kesini dan bertemu dengan utusan dari perusahaan keluarga Lin,,? " tanya XiaoYue.
Lagi-lagi Jimmy menghela nafas.
" Kami berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, Yue. Dan sekarang aku menyesal, karena tidak mau belajar seperti Ayah Jay. " jawab Jimmy lirih.
" Sudahlah, Jim. Jangan merajuk seperti anak kecil. " bujuk XiaoYue seraya mengusap kelapa Jimmy.
" Sebenarnya aku mengerti beberapa kata, tapi kalau harus bicara banyak seperti tadi, aku tidak bisa. " sahut Jimmy dengan kepala yang masih betah menempel di bahu XiaoYue.
" Oh ya,,,??? " XiaoYue terkejut.
" Huh,,, salahkan saja Mama. " keluh Jimmy.
XiaoYue mengerutkan keningnya.
" Kenapa jadi menyalahkan Mama Desy,,? " tanya XiaoYue.
Jimmy kembali menghela nafas panjang.
" Mama selalu menyuruh salah satu dari kami untuk menemaninya menonton drama Mandarin, disaat salah satu dari kami ada waktu luang. Oleh karena itu, aku agak mengerti walaupun sedikit. " jelas Jimmy membuat XiaoYue tertawa. Kali ini tidak terbahak seperti tadi.
" Kata apa saja yang kau bisa,,? " tanya XiaoYue.
" Ya,, kau tau sendirilah kata-kata yang sering terucap di drama itu. Misalnya saja,, drama Mandarin kuno,, sering banget bilang,, "Wǒ hèn nǐ " { aku benci kamu } , " Wǒ huì shāle nǐ { aku akan membunuhmu } , dan yang paling sering tuh pasti bilang begini,, " Wǒ xǐhuān nǐ " { aku suka kamu } . Nah, kalau drama Mandarin modern yang paling aku suka, Kata-kata nya romantis. " jelas Jimmy.
" Oh ya,,,? Apa itu,,? " tanya XiaoYue penasaran.
Jimmy tersenyum nakal dan mendekatkan bibirnya ke telinga XiaoYue.
__ADS_1
" Wǒ xiǎng nǐ Hé Wǒ ài nǐ,,, " bisik Jimmy.
{ Aku merindukanmu dan Aku mencintaimu. }
XiaoYue merasa geli karena nafas Jimmy mengenai telinga dan lehernya. XiaoYue mundur selangkah dan melihat Jimmy tersenyum.
" Jangan begitu,, ini masih disekolah. Banyak anak-anak, dan itu tidak baik. " ujar XiaoYue.
Lagi-lagi Jimmy tersenyum.
" Berarti kalau dirumah, boleh,,? " tanya Jimmy nakal.
" Ish,, dasar otak mesum. " gerutu XiaoYue.
" Untung saja mereka semua tidak mengerti bahasa yang aku dan Jimmy ucapkan. Kalau tidak,,, bisa malu aku. " batin XiaoYue.
" Sudahlah,,. Ayo kita duduk disana. Jangan berdiri terus. " ajak XiaoYue.
Sementara XiaoYue hanya terdiam dan menggeleng-geleng kan kepalanya melihat kelakuan Jimmy. Sisi lain dari sikap Jimmy yang selama ini tidak diketahui XiaoYue. Yaitu manja.
Begitu mereka duduk, XiaoYue berbincang dengan para ibu sementara Jimmy sibuk dengan ponselnya dengan kepala yang menyender dibahu XiaoYue. Jimmy melihat e-mail laporan yang dikirim oleh asisten nya yaitu Ricky, adiknya sendiri.
****
Siang harinya,,,
XiaoFei keluar dari dalam kelas masih dengan senyuman menghiasi bibirnya. XiaoFei berjalan menghampiri XiaoYue dan Jimmy.
" Mommy,, Daddy,,. " seru XiaoFei.
__ADS_1
XiaoYue dan Jimmy berdiri dan menghampiri XiaoFei.
" Kita langsung pulang atau mau kemana dulu, Yue,,? " tanya Jimmy.
" Aku mau kekantor dulu. Kau mau ikut,,? " XiaoYue balik bertanya.
" Boleh,,. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Kakak ipar. " jawab Jimmy.
" Fei'er boleh ikut, Mommy,,? " tanya XiaoFei.
" Tentu saja boleh, sayang. Tapi sebelum itu, kita makan siang dulu, Oke,,? " ucap XiaoYue.
" Oke, Mommy. " jawab XiaoFei seraya menggandeng tangan Jimmy dan XiaoYue.
Benar-benar terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia. Mereka pun keluar dari sekolah dan masuk kedalam mobil. Jimmy mengendarai mobilnya menuju restoran favorit XiaoFei. Tentu saja dengan XiaoYue sebagai petunjuk jalan.
****
~~ Bersambung,,
Jangan lupa untuk like, vote and comment nya.
Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir di karya recehku ini.
Jangan menghina bila tidak suka, karena menulis itu tidak mudah.
Salam love and peace dari Kak Ull,,
❤❤❤✌✌✌
__ADS_1
****