Sahabatku Menjadi Pasanganku

Sahabatku Menjadi Pasanganku
Melepas Rindu,,


__ADS_3

Jimmy membelai rambut XiaoYue lembut dengan senyuman dibibirnya.


" Kenapa, hemm,,,? " tanya Jimmy lembut sambil mencium wangi dari rambut XiaoYue.


Masih wangi yang sama dengan lima tahun yang lalu sebelum XiaoYue pergi.


" Maafkan aku,,. Karena keegoisan ku, membuat XiaoFei jauh darimu. Membuatnya tidak pernah merasakan keutuhan kasih sayang orang tua. Maafkan aku yang sudah pergi meninggalkan mu tanpa pamit, dan membuatmu menderita selama lima tahun ini. Maafkan aku,,,. " tangis XiaoFei dengan terisak.


Bahunya bergetar karena isak tangisnya. Jimmy mengusap-usap pelan punggung XiaoYue, memberinya sedikit ketenangan.


" Sudahlah,,. Itu semua sudah berlalu. Tidak ada yang harus dimaafkan karena kita berdua sama-sama salah. Untuk saat ini, kita mulai lagi semuanya dari awal. Memberikan keutuhan kasih sayang orang tua pada XiaoFei. Memulainya lagi kisah cinta kita yang sempat terpisah. Aku akan berusaha untuk membahagiakan mu dan XiaoFei. Berusaha menjadi Ayah sekaligus suami yang baik dan bisa dibanggakan. Berusaha melakukan yang terbaik untuk keluarga kecil kita. " ujar Jimmy masih dengan suara yang lembut


XiaoYue yang masih menangis dalam pelukan Jimmy, hanya bisa mengangguk. Jimmy tersenyum.


" Terimakasih,,,. Sudah mau mencari dan menungguku selama lima tahun ini. Terimakasih,, untuk ketulusan cintamu yang begitu besar padaku. Dan terimakasih,, sudah menyayangi XiaoFei dan berusaha mengambil bagian dari keluarga Lin. " ucap XiaoYue dengan suara serak karena menangis.


" Aku pun berterimakasih padamu, karena sudah mau melahirkan anakku. Dan memberikan yang terbaik untuknya. Terimakasih,, masih tetap mencintaiku setelah apa yang sudah aku lakukan padamu. Maafkan aku,, karena pernah menyakitimu. I Love You,,, " ujar Jimmy sambil mengelus rambut XiaoYue.


Seketika XiaoYue mendongakkan kepalanya setelah mendengar ucapan Jimmy. Matanya masih basah karena airmata tapi tangisannya sudah berhenti. Jimmy menunduk dan tatapan mereka bertemu. Jimmy tersenyum dan mengusap airmata yang masih ada dipipi XiaoYue.


" Kenapa,,? " tanya Jimmy lembut.


" Tadi kau bilang apa,,,? " XiaoYue balik bertanya.


" Yang mana,,,? " tanya Jimmy lagi.

__ADS_1


" Yang baru saja kau bilang tadi. Yang terakhir kau ucapkan. " sahut XiaoYue tidak sabaran.


Lagi-lagi Jimmy tersenyum. Dan menangkup kan kedua tangannya di pipi XiaoYue.


" Kau mau mendengarnya lagi,,? " tanya Jimmy.


XiaoYue mengangguk cepat. Jimmy menempelkan keningnya pada kening XiaoYue. Manik mata mereka saling menatap.


" Seberapa banyak kau ingin mendengarnya,,? " tanya Jimmy lagi.


Dada XiaoYue berdetak hebat merasakan hembusan nafas Jimmy yang berada sangat dekat dengan wajahnya.


" Sebanyak kau mampu mengatakannya." sahut XiaoYue pelan.


" Aku mampu mengatakannya setiap saat, setiap menit, setiap jam, setiap hari,, pagi, siang, sore dan malam. Itupun bila kau tidak bosan untuk mendengarkannya. " balas Jimmy tulus dan diakhiri dengan sedikit candaan.


" I Love You,,,. I Love You,,,. I Love You,,. " ucap Jimmy tulus dan lembut dengan nafas yang sedikit memburu.


XiaoYue tersenyum bahagia.


" I Love You too,,,. " sahut XiaoYue dengan suara serak.


Jimmy yang sudah menahan rindunya terlalu lama, seketika mengecup lembut bibir XiaoYue. Menci*m dan melu*atnya pelan. XiaoYue memejamkan matanya,, dan membalas ci*man Jimmy.


Merasa mendapat balasan dari XiaoYue, Jimmy memperdalam ci*mannya dengan menahan tengkuk leher XiaoYue. Lidah Jimmy bermain didalam rongga mulut XiaoYue. Tangan XiaoYue bergelayut dileher Jimmy.

__ADS_1


Mereka sama-sama melepaskan kerindukan mereka dengan ci*man yang panjang dan dalam. Jimmy melepaskan ci*mannya setelah merasa XiaoYue kehabisan nafas.


Jimmy tersenyum lebar melihat XiaoYue menarik nafas dalam-dalam. Tangan Jimmy membelai pipi XiaoYue lembut.


" Terimakasih,,,. " ucap Jimmy.


XiaoYue mengangguk dan membalas senyuman Jimmy. XiaoYue kembali memeluk Jimmy dan bersandar di dada bidang Jimmy. Menghirup aroma tubuhJimmy yang sudah sangat dirindukannya.


Jimmy pun membalas pelukan XiaoYue dan mengecup lembut pucuk kepala XiaoYue.


Kebahagiaan terbesar yang Jimmy rasakan setelah berpisah selama lima tahun.


****


~~ Bersambung,,,


Jangan lupa untuk like, vote and comment nya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir di karya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka, karena menulis itu tidak mudah.


Salam live and peace dari Kak Ull,,


❤❤❤✌✌✌

__ADS_1


****


__ADS_2