Sahabatku Menjadi Pasanganku

Sahabatku Menjadi Pasanganku
Aku merinduku mu, Jim...


__ADS_3

***


**Selamat malam readers,,


Kak Ull up lagi nih,, dikit aja buat perpanjang bab.


Oke deh,,


Happy reading aja ya guy's**,,,


****


Sesampainya di ruang keluarga,,


" Jadi XiaoYue,, bisa kau ceritakan kejadian yg sebenarnya,,? Bukankah selama ini kau dan Jimmy beda kamar,,? " tanya Ayah Jay.


XiaoYue diam sambil menunduk.


" Itu semua karena kakak mabuk, Yah,, " sahut Ricky.


Mama Desy terperanjat mendengarnya.


" Benarkah itu XiaoYue,,? " tanya nenek Rahma.


XiaoYue hanya diam dan mengangguk.


" Mama baru ingat,,. Jangan-jangan saat itu kau berjalan agak pincang dan kau bilang kakimu sakit,, itu kalian baru saja,,, " ucapan Mama Desy terhenti.


XiaoYue lagi-lagi hanya mengangguk. Dan lagi-lagi Mama Desy terperanjat.


" Lalu selama ini kau dimana, Yue,,? " tanya Ayah Jay.


XiaoYue menarik nafas panjang.


" Aku pergi ke negara C, Yah.. "


" Negara C,,? Tapi bagaimana kau bisa kesana,,? Sedangkan kau tidak mempunyai sanak saudara,, "

__ADS_1


XiaoYue tersenyum lirih.


" Ternyata selama ini aku masih punya keluarga, Yah,,"


" Jangan bilang kalau keluargamu ada disana,,? "


" Benar,, Yah. "


" Pantas saja kami selalu mencarimu disini, tidak pernah mendapat kabar. Ternyata kau di luar negeri. "


" Itu benar, Yah. Ayah tau perusahaan Lin,,? "


Ayah Jay mengangguk.


" Jangan bilang kalau mereka adalah keluarga mu,,? "


XiaoYue lagi-lagi tersenyum lirih.


" Aku adalah salah satu cucu perempuan dari keluarga Lin, Yah. Ayahku bernama Lin XiaoWei, dia adalah anak ketiga dari keluarga Lin. Dan nama asli ku, Lin XiaoYue. "


Mata Ayah Jay membulat sempurna.


" Lin XiaoLi yg menjemput ku dan membawaku pergi dari sini. Dia adalah kakak sepupuku. "


" Oh,,, astaga. Ini tidak bisa dipercaya. " seru Ayah Jay.


" Tapi itulah kenyataan nya, Yah. Aku datang kesini lagi setelah lima tahun itu karena ada masalah di perusahaan Lin disini. Dan sebenarnya aku juga takut untuk datang kesini, aku takut bertemu Jimmy. "


" Tapi kenapa kau takut, Yue,,? " tanya nenek Rahma.


" Entahlah, Nek. Aku masih ragu dan trauma. "


" Tapi Jimmy juga sudah sangat menderita, Yue. Selama dua bulan dia mengurung diri di kamar mu. Bagaimana dia menjerit dan menangis. Bagaimana dia seperti orang kurang waras yg selalu bicara dengan sebuah foto yaitu foto pernikahan kalian. Bagaimana dia selalu mengutuk dan menyalahkan dirinya karena kau pergi,,. Dia hampir gila, Yue. " jelas Mama Desy sambil menahan air matanya.


Mendengar itu, XiaoYue tertunduk dan diam. Matanya makin terasa panas dan berkabut.


" Mah,, bolehkah aku kekamarku,,? Maksudku kamar Jimmy yg sekarang,,? ".

__ADS_1


" Tentu saja, Yue. Dan pikirkanlah kembali tentang Jimmy. "


XiaoYue pun mengangguk dan pergi menuju ke kamarnya dulu.


Dengan perlahan dan ragu,, XiaoYue membuka pintu kamar itu. Tidak ada yg berubah dari kamar itu, sama seperti pada saat XiaoYue pergi dari kamar ini.


XiaoYue merebahkan tubuhnya di ranjang tempat Jimmy tidur. Dan tanpa sengaja matanya tertuju pada sebuah foto berukuran besar.


Ya,, itu foto pernikahan mereka. Mata XiaoYue kembali basah.


" Benarkah,,? Benarkah Jimmy mencintai dan begitu merindukan ku,,? Jim,,, aku juga sangat mencintaimu. Aku sangat merindukanmu,, " batin XiaoYue sedih.


XiaoYue membelai bantal yg sedang di tidurnya. Masih bantal yg sama, yg dulu dia pakai. Air matanya mulai membasahi bantal itu.


XiaoYue pun tersadar. Dan beranjak dari ranjang itu. Dia kembali ke kamar kakeknya dan menemui XiaoFei.


" Mommy,,, " seru XiaoFei begitu XiaoYue memasuki kamar kakeknya.


" A'Yuan,, bisa kau keluar sebentar,,,? "


" Baik, Nona. Saya permisi dulu, "


XiaoYue pun mengangguk.


" Fei'er,, mommy mau tanya. Apakah Fei'er merindukan seorang daddy,,? "


***


**Bersambung,,,


Jangan lupa like, vote and comment nya.


Ditunggu ya,,


Salam Love and peace dari Kak Ull....


❤❤❤✌✌✌**

__ADS_1


*"*


__ADS_2