Sahabatku Menjadi Pasanganku

Sahabatku Menjadi Pasanganku
Aku Seperti Orang Bodoh.


__ADS_3

Selamat siang, reader's,,,


Akhirnya othor bisa up juga walau harus numpang wifi dirumah mertua. 🤭🤭


Sebenarnya mertua othor bisa dibilang orang berada, hanya saja othor ga mau hidup bergantung sama mertua. Takut di omongin dibelakang.


Apalagi mertua othor tipe orang yang memandang sesuatu dari harta. Dia lebih menyanyangi anak dan menantu yang kerjanya enak dan bisa kasih dia uang tiap bulan.


Sementara othor ga kerja dan hanya bergantung dari penghasilan suami, jadi ga bisa tiap bulan kasih uang. Dan itu juga yang bikin nasib othor macam judul sinetron,,, Menantu Yang Tak Dianggap,,


Sedih ya,, 🥺🥺🥺


Aduh,,,,. Kok othor jadi curhat ya,,?. Maaf ya,, and


Happy Reading,,,


****


Sesampainya disekolah XiaoFei,,,


XiaoFei berjalan masuk kedalam sekolahnya dengan senyum sumringah nya dan mata yang berbinar bahagia. Seraya menggandeng tangan Jimmy dan XiaoYue di sisi kanan dan kirinya XiaoFei.


Begitu sampai didepan kelasnya, XiaoFei berbalik badan dan menghadap kearah Jimmy dan XiaoYue. Jimmy dan XiaoYue berjongkok mensejajarkan tingginya dengan tinggi XiaoFei.


" Daddy,,. Mommy,,,. Fei'er masuk kedalam kelas dulu ya. " pamit XiaoFei seraya mengecup kedua pipi Jimmy dan XiaoYue bergantian.


" Oke, sayang. Fei'er yang pintar ya belajarnya. Harus semangat. " sahut Jimmy seraya mengangkat tangannya yang terkepal.


XiaoFei mengangguk dan tersenyum memperlihatkan gigi s*s*nya yang putih dan kecil. XiaoYue mengusap kepala XiaoFei lembut.

__ADS_1


" Jangan nakal ya, sayang. Mommy dan Daddy tunggu disana. " ujar XiaoYue seraya menunjuk kursi yang berjejer untuk para orangtua yang menunggu anaknya.


Lagi-lagi XiaoFei mengangguk.


" Oke, Mommy. Fei'er masuk kedalam dulu. " sahut XiaoFei seraya berjalan masuk kedalam kelasnya.


Jimmy dan XiaoYue berdiri. Dan Jimmy berdiri didekat jendela dan memandang XiaoFei yang sedang berjalan menghampiri temannya.


Jimmy melihat XiaoFei bercerita dengan semangat dan wajah yang berbinar bahagia. Tak lupa XiaoFei pun menunjukkan jarinya kearah Jimmy seakan ingin memberitahu teman-temannya, bahwa itu adalah Ayahnya. XiaoFei tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Jimmy.


Jimmy pun membalas lmabaian tangan XiaoFei. Sementara XiaoFei masih asyik bercerita dengan menggunakan bahasa Mandarin, karena masih terdengar jelas dari luar kelas. Jimmy mengerutkan dahinya, karena bingung dengan bahasa yang diucapkan XiaoFei. Jimmy menghela nafas.


Tiba-tiba saja, seorang wanita berpakaian rapi, muda dan cantik, datang menghampiri XiaoYue dan Jimmy berdiri.


" Selamat pagi, Nona Lin. " sapa wanita itu menggunakan bahas Mandarin juga, membuat Jimmy makin mengerutkan dahinya.


" Selamat pagi, Miss An. " sahut XiaoYue.


" Ternyata anda sudah kembali dari negara I, Nona Lin. " ucap An Hua.


" Sudah dari kemarin kami kembali, Miss. " sahut XiaoYue.


" Tanpa sengaja, tadi saya mendengar cerita XiaoFei,, kalau dia sudah mempunyai Ayah. Saya agak kurang mengerti, Nona Lin,,? " tanya An Hua sopan.


" Maafkan anak saya yang terlalu semangat bercerita. Dan itu benar, Miss. Ini adalah Ayah kandung XiaoFei, Tuan Jimmy Dirgantara. " jelas XiaoYue seraya menepuk bahu Jimmy pelan.


Jimmy yang tidak mengerti hanya bisa menganggukkan kepalanya singkat, karena mendengar namanya disebut. An Hua agak terkejut mendengarnya, karena selama ini dia tidak pernah tau kalau XiaoYue masih memiliki suami. Selama ini, XiaoFei hanya diantar oleh XiaoYue dan A'Yuan.


" Benarkah,,,? Oh,, Maafkan saya, Nona Lin. Saya pikir Ayah XiaoFei sudah tidak ada, karena selama ini tidak pernah terlihat. " An Hua merasa tidak enak karena sudah terkejut.

__ADS_1


XiaoYue tersenyum dan menggeleng pelan.


" Tidak apa-apa, Miss An. Ayah XiaoFei selama ini ada diluar negeri, tepatnya di negara I. Dan dia baru sempat datang kesini sekarang karena sibuk bekerja. " jelas XiaoYue singkat.


" Ohh,, ternyata begitu. Baiklah, Nona Lin, saya masuk kedalam ke kelas dulu. " pamit An Hua.


" Silahkan, Miss An. " sahut XiaoYue seraya tersenyum.


Begitu An Hua masuk kedalam kelas, Jimmy merebahkan kepalanya dibahu XiaoYue. Jimmy menghela nafas panjang. XiaoYue mengusap rambut Jimmy sambil tersenyum karena tingkah Jimmy yang mendadak manja.


" Kenapa, hemm,,,? " tanya XiaoYue lembut.


" Aku merasa seperti orang bodoh. Kalian berbicara sementara aku hanya bisa bengong karena tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. " gerutu Jimmy lirih.


XiaoYue tertawa mendengar ucapan Jimmy, membuat beberapa orangtua menoleh kearah XiaoYue dan Jimmy. Spontan XiaoYue menutup mulutnya, karena malu diperhatikan banyak pasang mata.


****


~~ **Bersambung,,


Jangan lupa untuk like, vote and comment nya.


Ditunggu ya,, dan terimakasih untuk yang sudah mau mampir di karya recehku ini.


Jangan menghina bila tidak suka, karena menulis itu tidak mudah.


Salam love and peace dari Kak Ull,,,


❤❤❤✌✌✌**

__ADS_1


****


__ADS_2